PBM-01

<<sebelum |<<awal | lanjut>>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 24 Juni 2010 at 05:15  Comments (58)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/pbm-01/trackback/

RSS feed for comments on this post.

58 KomentarTinggalkan komentar

  1. Selamat pagi ki sanak

    Sebenarnya gandok ini sudah disetel tanggal 25 tit …, tetapi melihat sanak-kadang PdLS sudah tidak sabar lagi menunggu dibukanya gandok baru dan tempat untuk antri sanak kadang PdLS-SUNdSS-PBM untuk mendapatkan rontal PBM kok ya tidak tega ya. Meskipun sebenarnya pendopo untuk menampung gandok-gandok PBM sudah tersedia.

    Sudah kebiasaan, pagi-siang-sore-malam, dimana ada kesempatan menunggui gandok dan sanak kadang yang mendalami rontal. Ternyata juga sulit mau meliburkan diri tidak sambang padepokan.

    Deretan “komen” sanak-kadang PdLS yang juga sudah cukup panjang sehingga merepotkan “scrolling” komen ke atas – ke bawah. Maka, ok lah kalau begitu (pinjam istilahnya Ki Kompor) gandok dibuka lebih cepat satu hari.

    Lebih afdol, jika ada yang memimpin doa agar wedaran PBM tidak ada hambatan di kemudian hari.

    Monggo Ki Honggo, Ki Bayu, Ki Truno, Ki Djojos, ki Lelono atau siapa saja yang sambang pertama.
    Monggo

  2. Nuwun

    Minangkani pamundut Ki Senopati Mahesa Arema,dan agar padepokan kita ini selalu mendapatkan keselamatan, rahmat, berkah dan ridha dari Allah SWT, monggo pårå ubhwan, pårå ajar, pårå putut manguyu, jêjanggan, pårå tåpå, pårå tapi, pårå èndhang, pårå kadang cantrik, lan sêdåyå pårå kaki bêbahu padépokan.pårå kadang sutrêsnå padépokan pelangisingosari, gs, dan semua saja para pecinta seni budaya bangsa ini.

    Kita berdoa memohon pada Tuhan, Allah SWT:

    Ya Allah Ya Haffizhu, Yang Maha Pemelihara, rasa syukur kami kepadaMu. Ya Allah yang telah memelihara dan menjaga kami.

    Ya Allah Ya Tawwaabu, Yang Maha Menerima Tobat,

    Ya Allah Ya Ghafuuru, Yang Maha Pengampun, Ampunilah segala dosa dan kesalahan hamba-hambaMu yang daif ini.

    Ya Allah Ya Wahhaabu, Yang Maha Pemberi Karunia. Karuniakanlah kepada kami anugerahMu, agar apa yang kami lakukan ini merupakan upaya menjalin silturahmi yang bermanfaat yang Engkau ridhai, dan bukan yang membawa madharat dan sia-sia.

    Ya Rabb, lapangkanlah untuk kami dada kami, mudahkanlah untuk kami semua urusan kami, dan lepaskanlah kekakuan dari lidah kami, supaya mereka memahami maksud kami.

    Ya Allah, karuniakanlah rahmat kepada kami dari hadiratMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.

    Laa illha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.

    Ya Allah, ya Rabb kami, Engkaulah sumber keselamatan dan dari Engkaulah keselamatan, dan kepada Engkau kembalinya keselamatan, maka hidupkanlah kami ya Allah dengan selamat sejahtera, masukkanlah kami ke dalam jannahMu, tempat yang penuh keselamatan dan kedamaian. Engkau Maha Kuasa memberi berkah dan Engkau Maha Tinggi.

    Ya Allah ya Rabb Maha Pemilik Segala Kekuasaan, Maha Pemilik Segala Kebesaran dan Kemuliaan. Aamin.

    Nuwun

    cantrik bayuaji

    • amin….amin….amin

    • amin….amin….amin

      • amin….rontale pundi ki…?

        • Assalamu’alaikum,
          Mbonceng lagi ach……
          masih disimpen di bangsal pustaka kali Ki PA

  3. Sugeng enjang…

    Matur nuwun Ki Arema, ingkang sampun kersa mbikak gandok enggal…

    nderek antri ah…

    Kagem Ki Bayu… Matur nuwun, lan namung saget nderek ngamini kemawon..

  4. sugeng enjang…
    absen gandhok enggal

  5. Monggo Ki Ajar Bayuaji di pimpin do’anya lagi..
    bahwasanya hari ini kitab akan di wedar…

  6. ada info, Daerah Balikpapan terendam air, ada yg 50cm ada yg 1 meter. semoga sodara sodara yg kena musibah banjir bisa survive dan cepet surut

    • Turut berdoa untuk semua saudara yang terkena musibah di mana saja di tanah air…

      dan mengajak untuk merenung, mengapa semua ini terjadi? apakah karena ketidak pedulian dan keserakahan kita akan alam ini?

      • nderek berduka cita

        • Podo mbak melu berduka cita

  7. Ikut absen …..
    mudah-mudahan padepokan makin ramai, gandok selalu terisi para cantrik/ mentrik …..
    wedaran nggak ada halangan, rutin, continew, nggak ada halangan …..

  8. Ki Ajar….nywuwun pirso..nopo teng gandhok enggal mriki taksih melayani permintaan SIM (Surat Ijin Mbeling)…???

    • hikss…
      SIM njenengan rak sampun seumur hidup to ki, nopo taksih perlu diperbarui?.
      menawi njenengan bade ngedalaken SIM kagem sanak-kadang lintunipun, nggih monggo.

      • kulo namung mewakili tumenggung kekaleh ki (Menggung YP + Menggung KJ)….

        • hikss,

          ni NONA napa termasuk yang
          di-WAKIL-i ki,….hehee ??

          • ni Nona sering keno tilang …

          • Untuk gandhok baru pengurusan SIM dapat diskon kusus bagi 100 pendaftar pertama, monggo…segera hubungi ki PA

          • Ki PA, SIM (surat ijin Mbeling)
            aku dah diurusin belum?

          • Sudah !…tadi sudah tak “slempit”kan….

  9. Ndherek antri, sugeng siang ……..

    • Sugeng, ndherek antri siang ……..

  10. nderek antri

  11. Hadir…….

  12. wah, beneran aku masih kena tilang euy..
    pak polisinya galak bener neh..

  13. ADA HARAPAN ….!!!!

  14. Lho…..!?
    Isih durung ana sing njupuk berkat saka Ki Bayu?
    Mulai isuk mau, selak njamur lho.

  15. Matur nuwun Ki,

  16. Matur sembah nuwun katur Ki Arema, Ki Bayuaji soho Ki Ismoyo. PBM-01 sampun kulo undhuh, saged kangge waosan sakderengipun ningali Italia vs Slovakia.

  17. Selamet malem,

    Hatur nuwun pisan Ki Arema,sudah ngunduh rontal PBM nomor hiji, kasoon, sakalangkong Ki Bayu, doanya cespleng…aamin.

    Sedikit membaca di awal rontal PBM 1, yang menceritakan petualangan MB, kok sepertinya Bapa Begawan SHM ini sudah weruh sadurunge winarah.
    Bagaimana tidak. Beliau telah meneropong bahwa di abad ke-21 nanti (abad 21 adalah tahun 2000an sekarang ini, tepatnya tahun 2010 sekarang ini), ada petugas pajak yang bernama Ga*us Tambun**, yang dituduh telah melakukan penyalahgunaan wewenang, sehingga dia dapat menambun eh menimbun harta yang sahohah gedenya.

    Silaken baca pada halaman 26 PBM-01 (kalau nggak salah PBM-01 diterbitkan pertama kali pada sekitar tahun 1970an); disitu Bapak Begawan SHM menceritakan bahwa ada kelompok petugas pajak yang memeras para pedagang di pasar-pasar (istilah sekarang menyalahgunakan kewenangan), lha namanya itu adalah Ki Lambun.

    He he he he. kayaknya Ga*us Tambun** dan Ki Lambun, nggak ada bedanya deh………..

    Monggo, ini hanya sekedar ngisi wektu sambil nonton Ga*us Tambun** melawan Ki Lambun…..koq.
    eh..Selamat membaca PBM-01…, selamat nonton bal-balan, lek-lekan malem Jemuah, dan Selamet malem.

  18. Hanya sekedar uneg-uneg :

    Pada PBM-01 ini diceritakan Mahesa Bungalan makan jagung di Padukuhan Watan. Makanan pokok Ki Ageng Pandan Alas di NSSI juga jagung. Jagung hampir tidak pernah ketinggalan di setiap buku karya SH Mintardja. Tetapi sebenarnya sejak kapankah jagung masuk Indonesia? Dari beberapa artikel yang pernah saya baca ditulis bahwa tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Jadi, seandainya beberapa artikel yang saya baca itu benar, berarti waktu jaman Singasari tanaman jagung belum ada di Indonesia. Ah… tidak apa-apa… bagi saya yang penting ceritanya…. bukan jagungnya.

    • Jagunge di email lebih dulu Ki, yang makan baru datang kemudian ….

  19. matur nuwun sampun kepareng ngunduh

  20. Matur nuwun Ki Seno, sampun ngunduh.
    Matur nuwun Ki Bayu, donganipun.

    Sugeng dalu para kadhang.

  21. sampun ngunduh matur nuwun ki is…..

  22. Dereng saged rondha secara rutin Ki Arema dan Ki Ismoyo …
    Taksih nglampahi Topo ngrame …. di sekitar Pantai Timur …

  23. Nuwun

    Esuk-esuk m’buka pelangisingosari.pbm-01 On 24 Juni 2010 at 20:38 arga Said, “ada sekedar uneg-uneg”, tulisan yang menarik sekali untuk disimak dan dijadikan bahan perbincangan (tentunya bagi yang suka), yaitu tentang:

    JAGUNG

    Ya sembari saya, cantrik bayuaji nggolék ilham (Ilham sudah pergi kok dicari); untuk mendongeng kelanjutan Någhå Roro Salèng, yang kehilangan jejak akibat telah terjadi “penyimpangan yang serius dan keluar dari jalur Pararaton” (he he he he he).

    Unêg-unêgnya tak têruskên:

    Jagung sudah lama dikenal di Indonesia pada abad 10 masehi dan dikenalkan secara estetik oleh kerajaan Hindu di Jawa Timur, yakni kerajaan Daha Kediri.

    Adalah Prabu Jayabaya (Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa), raja sekaligus peramal pada masanya menyebut kata jagung.
    Dengan demikian, tanaman jagung sudah dibudidayakan pada masa itu.

    Dengan ramalannya tentang masa depan Tanah Jawa (baca: Indonesia) menjelang kemerdekaan yakni tentang penjajahan wong Jepang.

    Disebutnya: “wong cébol kêpalang tanggung agêgaman têbu wulung umuré sak umuring jagung

    [Orang pendek kepalang tanggung (wong Jepang itu), bersenjatakan tebu wulung (senapan berlaras panjang), umurnya seumur jagung (umur jagung siap panen adalah tiga setengah bulan, angka tiga setengahnya “bener” tapi di sini dihitung dalam hitungan satuan tahun)].

    Jadi maksud dari ramalan itu: ”Jepang menjajah Indonesia selama 3,5 tahun”

    Tetapi benarkah?

    Cantrik bayuaji iseng-iseng membuka ‘kotak pandora’ ingin mencari tahu tentang ngèlmu pêrjagungan.

    Tanaman jagung seperti yang kita kenal sekarang itu hanyalah satu bentuk species dari suatu jenis zea yang mempunyai kerabat di mana-mana, misalnya coix yang kita kenal dengan jagung jali, mungkin Prabu Jayabaya memaksudkannya jagung ini adalah jali yang tanamannya tumbuh subur dimana-mana merumpun dan secara keseluruhan dapat tumbuh tidak sekedar seumur jagung tiga setengah bulan seperti yang kita kenal, namun karena oleh pujangga penyadurnya harus disusun dalam bentuk tembang dengan tata tertib guru lagu tertentu, dan diduga sang pujangga mengetahui bahwa tanaman jali mirip dengan jagung, sehingga dibuatlah tembang syiar yang berujung “sak umuring jagung

    Dari beberapa buku dan artikel diketahui bahwa jagung mulai berkembang di Asia Tenggara pada pertengahan tahun 1500an dan pada awal tahun 1600an, yang berkembang menjadi tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia, Filipina, dan Thailand.

    Jadi, seandainya beberapa artikel yang saya baca itu benar, demikian kata saya yang mengutip kata ki Arga, maka jagung baru ‘dikenal’ oleh penduduk Indonesia sekitar abad 15, kurang lebih ketika VOC mulai datang ke Indonesia mencari rempah-rempah, yang berlanjut dengan masa penjajahan Kumpêni Walåndå.

    Atau ada diantara pårå kadang yang lebih mumpuni tentang ngèlmu pêrjagungan. mBok diwêdar di sini. Nambah wawasan, gitu lho.

    Jadi biarlah Ki Pandanalas dari Gunung Kidul (NSSI, jaman Kerajaan Demak) nggak usah panen jagung, dan Ki Mahesa Bungalan (jaman kerajaan Singosari) nggak jadi makan jagung rebus, karena ketika itu jagung belum dikenal, tetapi diganti makan burger… eh jali. He he he he he.

    Pokoké, yang penting lakoné Ki Dalang Singgih Hadi Mintardja asyik, enak diklik (pake mouse) dibaca dan dibaca lagi. he he he he.

    Rujukan:

    1. Anderson, E.. What is Zea mays? A report of progress. Chron. Bot., 9:88-92. 1945

    2. Andjar Any. Rahasia Ramalan Jayabaya, Ranggawarsita & Sabdopalon. Semarang: Aneka Ilmu 1979.

    3. Anjar Any, Raden Ngabehi Ronggowarsito, Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu, 1980.

    4. G. L. Balk,F. van Dijk,Diederick J. Kortlang de Archieven van de Verenigde of Oostindische Compagnie (VOC) en de locale instellingen te Batavia Jakarta. Diterbitkan oleh : Arsip Nasional Republik Indonesia.

    5. Gallinat, W.C. The origin of corn. In: G.F. Sparaque and J.W. Dudley(Eds.). Corn and corn improvement. p. 1-31. Madison, W.I. USA. American Society of Agronomy. 1988.

    6. Leo Akveld (Editor), Els M. Jacobs (Editor). The Colourful World of the VOC: National Anniversary Book VOC 1602/2002.

    7. Neni Iriany R., Yasin H.G M., dan Andi Takdir M. Asal, Sejarah, Evolusi, dan Taksonomi Tanaman Jagung Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.

    8. Ricklefs. MC. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1991.

    9. Weatherwax, P. History and Origin of corn. I. Early history of corn and theories as to its origin. In G.F. Sprague, ed. Corn and Corn Improvement, 1 st ed., p. 1-16. New York, NY, USA, Academic Press. 1955.

    Nuwun

    cantrik bayuaji

  24. isi daftar absen….
    ibukota mendung sehabis gerimis, jadi masih basah…

  25. Sugeng enjang, kalau lihat bunga mekar di taman, rasa kagum dan syukur kepada Penciptanya. Kalau lihat “Panasnya Bunga Mekar”, kagum dan matur nuwun kepada Ki Ismoyo, Ki Arema dan seluruh sanak kadang yang lain.
    Salam,

  26. Assalamu’alaikum, Selamat pagi semuanya.
    Makasih banyak Ki Bayuaji, atas berkat (rontalnya) dan semoga do’anya dikabulkan ALLAH SWT, Amin.

    • Oh iya ada yang lupa..
      Makasih Ki Arema dan Ki Ismoyo atas PMBnya

      • iih salah lagi, PBM denk

      • “Wa’allaikumsalam”

        hikss,
        kepincut……eeh kleru “ketlisut”
        ha-lah kleru meneh nulisku heheee

        sugeng siang ni NONA
        ki PA malah ngguya-ngguyu ning mBuri

        • Ngapunten ki SENO,

          kleru pake ID….hehee-heee
          maklum wes TUWO ki,

          • Apa khabar, Ki YuPram…
            Hari ini podo kleru yach..xixixi
            maklum akeh cangkulane
            Ki PA lom keliatan tuch…

  27. Matur nuwun ki Arema,
    wah telah ngunduh.

  28. Matur nuwun poro bebahu, …… PBM-1 sampun kulo pundi ing bangsal pokoust.
    Ki Arema liburan sekolah anak2 berwisata ke mana?

  29. Amin Amin Ya Rabul allamin. Walaupun terlambat sehari ikut mengamini doa pembukaan gandok baru.
    Matur nuwun Ki Arema,
    Matur nuwun Ki Bayu Aji.

  30. mangteb

    matur nuwun Ki Arema, Ki Bayu Aji
    lan poro pepunden sepuh awit saking peparingipun kitab sekti PBM

    di tenggo kitab2 saklajengipun … radi ngebut ngoten 😀

  31. Sugeng sonten….

    Wah, jebulipun sampun dipun wedhar tho… matur nuwun sanget kagem Ki Arema dalah Ki Bayu. Kitab sampun katampi.

  32. Sugeng dalu Ki Arema, lajeng gandok PBM 02 bade pun bikak jam pinten Ki?

    • hikss….

  33. inilah yang disebut “mblénjani janji”. ngendikané libur nganti tanggal 26. ujug-ujug tanggal 25 wis wedharan.

    masiya diblenjani kula mboten nesuk kok ki, sumpah ….

    matur nuwun.

  34. Matur nuwun ki Arema,
    sampun ngunduh.

  35. hadir telat Ki ARema
    5 hari tidak sambang, karena kesehatan yang menurun
    matur nuwun, langsung ngundhuh PBM01
    langsung ke gandhok ngajeng…

  36. laaaaaaaaanjuuuuuuuuuuuuuuuut….

    terima kasih, ki arema, ki ismoyo, ki pak satpam, ki tumenggung, dan para bebahu padepokan…

    sugeng dalu, para sanak kadang cantrik lan mentrik sedaya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: