SUNdSS-21

sebelum >> | awal >> | lanjut >>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 24 Mei 2010 at 00:01  Comments (143)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/sundss-21/trackback/

RSS feed for comments on this post.

143 KomentarTinggalkan komentar

  1. Matur nuwun Ki Seno,
    Matur nuwun P. SATPAM,
    kemarin seharian speedy ngadat jadi nggak bisa sambang padepokan.

  2. Nuwun

    Cantrik Bayuaji sowan menyampaikan Woro-woro:

    Dongeng Arkeologi dan Antropolgi agak tersendat wedarnya, dikarenaken “peti wasiat penyimpan harta karun” (hardisk) sedang diformat, terkena virus “golongan hitam pengelupas kulit pisang

    Tetapi disamping itu, mengingat pårå kadang lagi kasêngsêm dan magitå-gitå dan kêpéngin segera membaca kidung rontal SUNdSS, terbukti bila rontal belum diwedar, pårå kadang rajin mengogrok-ogrok, ingin segera tahu akhir kisah “si pengulit pisang”. Sampai-sampai Your Excellency Bapak Satpam gurawalan bingung dicantolno ndik endi yo….., nggregeli sampek kleru terus lehe nyantolno.

    Dengan demikian cantrik Bayuaji tidak ingin mengganggu pårå kadang di dalam menikmati kasêngsêmnya itu.

    Nampaknya pertikaian antar “teroris” makin seru. Lima jilid berturut-turut di SUNdSS 17, 18 19, 20 dan 21 carios “kupas kulit pisang” berlangsung dengan seru. Jujur saja, karena kepiawaian Ki SHM, maka “lahirlah” tokoh-tokoh lakon “yang menghidupkan” PdLS, SUNdSS dan rontal-rontal karya-ciptaannya.

    Ki SHM menjléntréhkan kisah rencana kudeta dua kelompok besar musuh negara, yaitu golongan “tukang kupas kulit pisang” dan golongan “para lingga”, keduanya punya kepentingan yang sama, meruntuhkan tahta Någhå Roro Salèng; cuma caranya yang berbeda.

    Sinuwun di Singosari pun sampai menurunkan para “sesepuh” untuk turun gunung mencari sisik mêlik. Mahisa Agni, Wintantra dan Mahendra, “tokoh” yang sejak awal kisah Pelangi Singosari selalu hadir meramaikan lêlampahan pråjå Singosari, meskipun sudah ngunduri sêpuh, masih ikut cawé-cawé dalam urusan pråjå Singosari.

    Namun usia seseorang tak dapat dicegah, tetapi beliau-beliau itu tidak lupa, bahkan telah menyiapkan generasi-generasi penerus, sebut saja Mahisa Bungalan, Mahisa Murti dan Mahisa Pukat anak Mahendra.

    Mahendra yang di awal-awal kisah ini kecewa karena cintanya tidak ditanggapi oleh Ken Dedes. Tetapi dalam perjalanan hidup selanjutnya justru dialah yang menjadi salah satu pendukung kelestarian tahta Singosari di tangan anak cucu keturunan Ken Dedes.

    Di sisi lain beberapa “tokoh” dari dua golongan musuh kerajaan, mereka adalah para ‘teroris’ musuh negara, yakni Paguh, Empu Baladatu; juga Tapak Lamba, Daranambang, Linggadadi dan Lingapati dari Mahibit, adalah “askar-askar tak begune” sisa-sisa pejabat kraton yang berjaya semasa Tohjaya bertahta, adalah nama-nama yang disebut juga oleh KI SHM.

    Dalam pada itu Pararaton hanya mencatat sedikit nama yaitu Mahisa Bungalan dan Sang Lingganing Pati (Linggapati ?) dari Mahibit. Disebut juga nama pelabuhan Canggu.

    Nagarakretagama Pupuh XVII:5 menyebut nama kota yang disinggahi oleh Prabu Hayam Wuruk di antaranya Churabhaya (Surabaya?).

    Disebut pula pada Prasasti Pucangan yang dibuat pada masa akhir pemerintahan Prabu Airlangga, nama pelabuhan Hujung Galuh (Surabaya Lama?);

    Prasasti Kamalagyan yang dibuat juga pada zaman Prabu Airlangga yang bercandra sengkala 959Ç (1037 M). Ditulis pada Prasasti Kamalagyan tersebut, bahwa Prabu Airlangga membuat bendungan untuk mengatur daerah aliran sungai Brantas. yang semula mengalir ke utara tiba-tiba mengalir ke timur memutuskan hubungan negeri Jenggala dengan laut, Sang Prabu Airlangga bertindak membangun bendungan besar di Waringin Pitu dan memaksa aliran sungai Brantas kembali mengalir ke utara.

    Dengan dibangunnya bendungan itu pelabuhan Hujung Galuh semakin ramai dikunjungi oleh perahu-perahu dagang dari tlatah lain.

    Mungkin, berpindahnya daerah aliran sungai (DAS) Brantas inilah yang disebut sebagai bencana “banyu pindah” dalam buku Pararaton.

    Demikian juga dalam Pararaton memberitakan adanya pagunung anyar, akibat gempa, yang menunjukkan bukti bahwa sepanjang jalur dari Gunung Penanggungan, sesar Watukosek, yang memotong Kali Porong, rawan gempa.

    Pagunung anyar timbul karena bencana terjadinya erupsi jalur gunung lumpur dari selatan Jombang-Mojokerto-Bangsal (?). Jalur itu membentuk jarak sepanjang sekitar 25 km.

    Erupsi semua gunung lumpur itu sangat dahsyat sehingga dapat dibayangkan bagaimana terganggunya kehidupan di Majapahit pada akhir tahun 1300-an dan pada awal 1400-an.

    Serangan fatal mungkin terjadi karena rusaknya pelabuhan Canggu di dekat Mojokerto, sehingga Majapahit yang merupakan kerajaan maritim menjadi terisolir dan perekonomiannya mundur. Zaman itu, Canggu di Mojokerto masih bisa dilayari dari laut sekitar Surabaya sekarang.

    Bencana seperti ini kelihatannya terjadi berulang-ulang, bencana yang sama dicatat di dalam buku Pararaton terjadi lagi tahun 1256Ç/1334M pada zaman Majapahit.

    Secara harafiah, banyu pindah=air pindah, sedangkan pagunung anyar = gunung baru

    Penelitian selanjutnya telah menemukan bukti-bukti bahwa telah terjadi berbagai deformasi tanah yang pangkalnya adalah bukit-bukit Tunggorono di sebelah selatan kota Jombang sekarang, kemudian menjalar ke timurlaut ke Jombatan dan Segunung. Akhirnya gerakan deformasi tersebut mengenai lokasi pelabuhan Canggu di sekitar Mojokerto sekarang, lalu makin ke timur menuju Bangsal (sekitar 25 km di sebelah barat lokasi semburan Lumpur Sidoarjo sekarang).

    Di dekat Bangsal ada sebuah desa yang namanya Gunung Anyar. Begitu juga di tempat pangkal bencana terjadi di selatan Jombang ada nama desa serupa yaitu Denanyar yang semula bernama Redianyar yang berarti gunung baru.

    Perhatikan bahwa nama Gunung Anyar juga dipakai sebagai nama sebuah kawasan di dekat Surabaya yang sekarang menjadi terkenal dalam hubungan dengan kasus semburan “mBak Lusi” (Lumpur Sidoarjo), sebab ternyata gunung anyar adalah sebuah mud volcano (pegunungan lumpur)yang membentuk kelurusan dengan Lumpur Sidoarjo.

    Pada saatnya nanti cantrik Bayuaji akan mendongeng kembali tentang Linggapati, Mahibit, Canggu, Bubat, Mahisa Bungalan, Churabhaya, Hujung Galuh, mBak Lusi (?) dari beberapa data sejarah yang ada.

    Kali ini Cantrik Bayuaji mohon izin untuk beristirah sejenak.

    Kepada Saudara-saudaraku Umat Budha, Cantrik Bayuaji mengucapkan Selamat Hari Waicak. Semoga semua mahluk berbahagia

    Nuwun

    cantrik Bayuaji

    • wah, rumangsaku yen maca seratane Ki Bayuaji pinda nyilem ing sakjroning kedhung ngelmu lan kawruh.
      Matur nuwun Ki Bayuaji.

  3. matur sembah nuwun infonya Ki..

  4. Berita siang.

    Ki Jogotirto pagi tadi sudah datang ke padepokan.
    Saya coba mengintip isinya, ternyata yang diserahkan “hanya” sundss-20 halaman 30-31 yang dipesan ki Arema untuk revisi sundss-20 yang sudah diwedar.

    Mudah-mudahan Ki Arema sempat revisi rontal tersebut.

    OK kalau begitu.
    Buka gandok 22 Kamis tit…, wedaran rontal 22 jum’at tit..
    tok..tok..tok.., palu sudah diketok.

    • (klesak-klesik) ….”lewat japri mawon ki, ngentune mangke pas adzan maghrib…kareben cantrik liyane ora podho pirso”

  5. hadir di siang hari..
    ibukota panas agak mendung..
    satpam’ne nggak biasa tugas malam yeee..

  6. nyengkuyung poro winasis ingkang sampun atur usulan bikak gandok bikak cantolan, nuwun

  7. sedino iki ki Tmg. Yuda Permana ra katon sowan neng paseban..

    opo gek nggalengi sawahe tonggo yo…???

    • Ketingalane taksih topo Ki….teng wingking..

  8. Makacih pak satpam senyumnya manis sekali

    • Nderek tepank ki miss nona….

      • tepangaken Ki..NiNoNa

  9. Telaaaaaaaaaat………..

    Matur nuwun cantholane pak Satpam,
    bisa kanggo gondelan.

  10. Berita malam

    Sanak kadang sundss harap bersiap-siap menunggu tit…, sudah ada perintah dari Ki Arema.

  11. Kolo gitu nyoba balapan sama Ki One, sapa yang paling duluan nerobos gandok anyar.

  12. SUNdSS-21 nyantol teng pundhi nggih ?? nyuwun tuntunan

    • di hal. 2 ada gambar muka tesenyum itu lho nyi, klik aja nanti juga nongol

      • SUNdSS : teng SS nyi

    • kalau kesulitan, pake ajian IDM aja pasti ketemu dalam beberapa tarikan napas

  13. hufffhhh… sekian lama sudah tidak pernah ujian, hari ini harus ujian.

    dan setelah ujian, sekarang mbaca rontal lagi…

    trims, ki arema, ki ismoyo, ki pak satpam, dan para bebahu padepokan…

    salam untuk para sanak kadang cantrik dan mentrik sekalian…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: