HLHLP-099

sebelum>>| awal>>| lanjut>>

Laman: 1 2 3 4 5

Telah Terbit on 4 Februari 2011 at 19:00  Comments (81)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/hlhlp-099/trackback/

RSS feed for comments on this post.

81 KomentarTinggalkan komentar

  1. lhokoq mlumpat, ki pak satpam? kaline mbludhak, tha?

    • wah, lik’e nesu. rontal 95-99 langsung dirapel😀

      • Lho…..?

        • berarti kula nomer setunggal.

          • Lho…..?

            berarti kula nomer setunggil.

          • Sing Leres Ki AtrakDJ ……
            nomer setunggul ….
            Ki Kartojuda nomer Setunggel
            Ki Goendul … setunggil.

            Kulo nomer setunggol

  2. Sugeng dalu.

  3. Larpo, saya hadir Pak SAPAM…..

  4. hadir nomer lima.

  5. absen sambil mengunduh 98 untuk dibaca…

  6. ABSENT

  7. Sugêng dalu

    • ndherek Sugêng dalu

  8. sugeng ndalu

  9. Rampung 98
    langsung
    daftar
    di 99

  10. limolas gambare nopo mbah

    • bukaaaaaaaan mBaaaaaaaaah !!!!!
      sugeng eawuh Ki.

  11. Hadiiiiiiiiiiiiiiiir…………

    YEN ING TAWANG
    bowo sinom

    Yen ing tawang ana lintang
    Cah ayu aku ngenteni
    Marang mega ing angkasa
    Sun takon wartane reki
    Janji janji ku eling
    Sumedhot reseng tyas ingsun
    Nimas ingsun mersapa
    Sineksenan bumi langit
    Tangising tyas ngenteni padhang rembulan

    LANGGAM
    Yen ing tawang ono lintang cah ayu aku ngenteni tekamu
    Marang mega ing angkasa nimas sun takokke pawartamu.
    Janji janji aku eling cah ayu sumedhot rasaning ati
    Lintang lintang ngiwi ngiwi nimas tresnaku sundul wiyati.

    Dhek semana janjiku disekseni , mega kartika kairing rasa tresna asih.
    Yen ing tawang ana lintang cah ayu rungokno tangising ati.
    Binarung swaraning ratri nimas ngenteni mbulan ndadari.

    ………………………………………

  12. Nuwun

    DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI

    ŞRĪ MAHĀRĀJĀDHIRĀJA KŖTANAGARA MENGHADAPI PEMBERONTAKAN DALAM NEGERI & WWANG TARTAR
    [Waosan kaping-5]

    1. Waosan kaping-1: Singasari Menuju Puncak Kejayaan, Parwa ke-1. On 28 Januari 2011 at 17:33,HLHLP 095;
    2. Waosan kaping-2: Singasari Menuju Puncak Kejayaan. Parwa ke-2. On 31 Januari 2011 at 00:58, HLHLP 096;
    3. Waosan kaping-3: Şrī Mahārājādhirāja Kŗtanagara bertahta di Tumapel. On 1 Februari 2011 at 01:08, HLHLP 097;
    4. Waosan kaping-4: Şrī Mahārājādhirāja Kŗtanagara, Cakrawala Mandala Nusantara. On 2 Februari 2011 at 21:32. HLHLP 98;

    Jangka pendek raja Kertanagara sepintas berhasil melaksanakan politik cakrawala mandala secara baik dan bernilai positif. Ekspedisi ini dinilai berhasil dengan baik dimana tentara Singasari berhasil menundukkan raja Melayu yaitu Tribuwanaraja Mauliwarmadewa dari kerajaan Darmasraya yang berpusat di Jambi dan menguasai Selat Malaka.

    Namun bila dilihat efek politik terhadap stabilitas dalam negeri berdampak negatif karena bermunculan pemberontakan mikro (Mahisa Rangga dan Cayaraja) serta pemberontakan makro (Jayakatwang).

    Sakabda yamasunyasuryya diwasa nrpati muwah amati durjjana
    Ikang mahisa rangkah atyaya katungka nika pinaleh ing sanagara
    .

    [Tahun Saka yamasunyasuryya (1202 Ç / 1280 M) Baginda raja memberantas penjahat, Mahisa Rangga, karena jahat tingkahnya dibenci seluruh negara,…]

    Pada pupuh 42 (1), Negarakretagama kembali menyebutkan pengiriman kembali tentara Singasari atas perintah Kertanagara untuk menaklukkan Bali. Ekspedisi kedua ini berhasil dan mengantarkan raja Bali sebagai tawanan perang.

    Ring anggawiyatarkka saka sira motusan kana ri bali curnnitan
    Ndatandwa kawenang ratunya kahanang teka marek i narendra sakrama
    .

    [….Tahun Saka anggawiyatarkka (1206 Ç / 1284 M) mengirim utusan menghancurkan Bali, Setelah kalah rajanya menghadap Baginda sebagai orang tawanan.]

    Selain kedua negeri tersebut, juga berhasil ditaklukkan daerah-daerah lainnya, yaitu Gurun, Pahang, dan Bakulapura.

    Apa yang dicita-citakan oleh Kertanegara, mengakibatkan daerah kekuasaan Singasari meluas, meliputi:

    1. Semenanjung Malaka: Kla lo hi (Calya), Langkasuka, Khan Tan (Kelantan), Tang ya nong (Trangganu), Kedah, Pahang, dan Tan masik (Tumasik, sekarang Singapura);
    2. Swarnadwipa (Sumatera): Samudra Pasai; Lamun (?), Klen pi (Kambe), Barus, Pane, Melayu, Jambi, dan Palembang;
    3. Jawadwipa (Jawa): Tumapel, Singasari (Pusat Pemerintahan), Sunda, dan Madura;
    4. Bali;
    5. Warunadwipa (Borneo, Kalimantan): Tanjung Pura, dan Bakulapura;
    6. Sulawesi: Salaya (Pulau Selayar);
    7. Maluku: Seram dan Gurun.
    8. Papua (?)

    Telah disebutkan pada tulisan terdahulu bahwa pada tahun 1286 Raja Kertanagara mengirimkan Arca Amoghapaca sebagai hadiah kepada kerajaan Melayu disertai piagam penyerahan yang diiringi oleh berbagai pembesar dari kerajaan Singasari. Pemberian hadian tersebut bertujuan untuk memperkokoh persahabatan dan membendung pengaruh politik Kubilai Khan di wilayah Nusantara.

    Untuk tujuan yang sama pula Raja Kertanagara mengirimkan putrinya yaitu Dewi Tapasi untuk dikawinkan dengan Raja Campa, dimana wilayah Campa merupakan benteng pertama untuk membendung pengaruh Kubilai Khan.

    Berkat perkawinan tersebut Raja Jaya Singawarman melarang tentara Tartar yang berlayar ke Jawa akhir tahun 1292 untuk menghukum Raja Kertanagara mendarat di pantai Campa. Prasasti Po Sah (di Hindia belakang) yang menuliskan bahwa raja Jaya Simphawarman III mempunyai dua permaisuri yang salah satunya dari Jawa.

    Pada prasasti Padangroco tertulis bahwa, arca Amoghapasa dikawal dari Jawa oleh 14 orang, termasuk Adwayabrahma (Mahisa Anabrang). Pada alas kaki arca Amoghapasa yang diketemukan di Sungai Langsat (hulu sungai Batanghari dekat Sijunjung), diterangkan bahwa di tahun 1286 atas perintah Maharajadhiraja Sri Krtanagara Wikrama Dharmottunggadewa, sebuah arca Amoghapasa beserta 13 arca pengikutnya dipindahkan dari bhumi Jawa ke Suwarnabhumi.

    Atas hadiah ini rakyat Malayu sangat senang terutama sang raja, yaitu Maharājādhirāja Śrīmat Śrī-Udayādityavarmma Pratāpaparākrama Rājendra Maulimāli Varrmmadeva.

    Di dalam negeri untuk mengantisapasi timbulnya kerusuhan selama tentara Singasari bertugas di negeri Melayu, Raja Kertanagara menikahkan putrinya dengan Ardharaja yang merupakan putra dari Jayakatwang dan Raden Wijaya yang merupakan Panglima perang Singasari dijodohkan dengan dua orang putrinya. Dengan jalan demikian maka dendam dari keturunan kerajaan Kediri yang ditundukkan pada jaman Ken Arok diharapkan akan dapat dihindari.

    Pada perempat akhir abad ke-13, Kertanegara raja Singasari terlibat persaingan melawan Kubilai Khan kaisar Mongol dalam memperebutkan pengaruh di kawasan Asia Tenggara.

    Kubilai adalah “Kha Khan (Khan Besar) Mongolia Terakhir”. Kubilai Khan atau Khan Besar Terakhir (23 September 1215 – 18 Pebruari 1294) adalah kaisar Mongol (1260-1294) dan juga pendiri Dinasti Yuan Kekaisaran Cina.

    Kubilai terlahir sebagai putra kedua dari Tului dan Sorghatani Beki. Kubilai adalah cucu Jenghis Khan. Masa mudanya dihabiskan untuk mempelajari kebudayaan Tiongkok.

    Saat Mengke menjadi kaisar, Kubilai menjadi gubernur daerah Selatan Mongol. Saat menjabat, Kubilai meningkatkan hasil bumi provinsi Henan dan meningkatkan kesejahteraan sosial Xi’an.

    Pada tahun 1253, Kubilai menyerang Yunnan. Kemudian ia menguasai dan menghancurkan kerajaan Dali.
    Pada tahun 1258, Mengke menunjuk Kubilai untuk memimpin Pasukan dari Timur untuk membantu menaklukkan Sichuan dan Yunnan.

    Sebelum tiba (1259), ada berita bahwa Mengke wafat. Saat itu Kubilai tetap menyerang Wuhan. Tak lama ia mendengar bahwa adiknya merebut tahta. Kubilai langsung berdamai dengan negeri Sung dan pulang ke arah utara padang Mongolia.

    Kubilai dan adiknya masing-masing lalu mengangkat diri menjadi Khan. Pertempuran keduanya berlangsung selama 3 tahun, dimana Kubilai muncul sebagai pemenang.

    Kubilai kemudian mengangkat dirinya bukan saja sebagai Khan dari Kekaisaran Monggolia, namun juga sebagai Kaisar Cina, dan membangun Dinasti Yuan di tanah Cina. Ia lalu memerintahkan untuk memindahkan ibukota Mongol ke Beijing.

    Pada saat itu kerajaan Mongol mencapai jaman keemasannya dimana pedagang dari Cina dapat pergi berdagang di Eropa dengan aman. Para pedagang Eropa yang haus akan kain sutra pun dapat datang membeli barang dagangan di Cina dengan aman tentram.

    Marco Polo dari Italia tiba di Cina pada masa Dinasti Yuan, dan pernah dijadikan gubernur oleh Kubilai Khan.

    Hal inilah menandakan perdagangan langsung pertama kalinya muncul antar Eropa dan Cina, dimana permintaan Eropa akan porselein, ukiran, dan sutra dari Cina melaju tinggi.

    Keinginan untuk memperluas pengaruh bangsa Mongol setelah menjajah Cina adalah menundukkan kerajaan-kerajaan lain di wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur dengan melancarkan perdagangan dan menggunakan kekuatan militer dan politik.

    Caranya dengan meminta para penguasa lokal untuk mengakui kaisar Mongol sebagai penguasa tunggal dan mengharuskan raja-raja lokal tersebut untuk mengirim upeti (tribute) kepada kaisar Cina. Salah satunya adalah ke Jawa yang kala itu diperintah oleh Raja Kartanagara dari kerajaan Singasari.

    Demikianlah sejak kedatangan tentara Singasari ke Melayu, kapal kapal Tiongkok tidak lagi bebas keluar masuk pelabuhan seperti sebelumnya. Hal tersebut menimbulkan persaingan dengan kerajaan Tiongkok yang telah menjalin hubungan sejak jaman Kerajaan Sriwijaya.

    Sejak tahun 1280 Kerajaan Tiongkok telah berulang kali mengirimkan utusan ke Pulau Jawa agar Prabu Kertanagara datang menghadap kaisar Tiongkok, karena hampir seluruh raja di pulau Sumatra telah menghadap kaisar Tiongkok.

    Kekuasaan Singasari yang naik menjadi perhatian Kubilai Khan di Cina dan pada tahun 1211 Ç / 1289 M Kubilai Khan mengirim utusan bernama Meng Khi.

    Utusan tersebut membawa surat yang isinya meminta agar Prabu Kertanagara tunduk kepada Kaisar Tiongkok dan mengirim urapeti ke Mongol setiap tahunnya.
    Kertanegara menolak permintaan itu, bahkan ia berani melukai wajah Meng Khi. Perisriwa ini 14 tahun setelah ekspediri Pamalayu.

    Babad Tanah Jawi mengabarkan:

    Ånå utusan såkå ratu agung ing nâgårå Cinå (Chubilai) dhawuh supåyå Prabu Kârtånagårå nyalirani dhéwé utåwå wakilsuwånå marang nâgårå Cinå perlu caos bêkti (taun 1289). Sang Prabu dukå bangêt. Bathuking Cinå utusan digambari pasêmon kang ora apik, nélakaké dukané Sang Prabu. Barêng têkan ing nâgårå Cinå patrapé ratu Jâwå kang mangkono iku mau njalari dukané ratu binathårå ing Cinå, Ing taun 1292 ånå prajurit gêdhé såkå ing Cinå arêp ngukum ing kuwanèné wong Jåwå.

    Kertanagara merasa tersinggung, utusan itu dicederai wajahnya oleh Kertanagara dan meingirimnya pulang ke Cina dengan pesan tegas bahwa ia tidak akan tunduk di bawah kekuasaan raja Mongol.

    Perlakuan Keartanegara terhadap Meng Khi dianggap sebagai penghinaan kepada Kublai Khan. Sebagai seorang kaisar yang sangat berkuasa di daratan Asia saat itu, ia merasa terhina dan berniat untuk menghancurkan Jawa yang menurutnya telah mempermalukan. Penghinaan terhadap kekuasaan Mongol ini menyebabkan kemarahan Sang Kaisar Kubilai Khan.

    Pada tahun 1292 Kubilai Khan mengirim 20.000 pasukan ke Jawa dipimpin oleh tiga orang pejabat tinggi kerajaan, yaitu Shih Pi dan Ike Mese yang orang Mongol, dan Kau Hsing satu-satunya pejabat tinggi kerajaan yang berdarah Cina.

    Mereka datang di Jawa untuk untuk menaklukkan Singasari dan menghukum raja Kertanagara atas penghinaan terhadap kekaisaran Mongol, dan memaksanya untuk tunduk kepada kehendak kaisar Kubhilai. Pasukan berjumlah besar ini setelah berhenti di Pulau Belitung untuk beberapa bulan dan kemudian memasuki Jawa melalui sungai Brantas langsung menuju ke Daha.

    Tentara Kubilai Khan itu dalam Negarakretagama, Pararaton, Kidung Harsa Wijaya dan Panji Wijayakrama disebut tentara Tartar (Pararaton menyebutnya wong Tatar, sedagkan Negarakertagama menyebutnya wwang Tatar). Tentara itu jelas bukan tentara Tionghoa, sebab setelah berkuasanya Kubilai Khan pada tahun 1276 bahkan lama sejak Jengis Khan atas Tiongkok ia tidak menggunakan orang-orang Cina sebagai tentaranya.

    Dalam ekspedisi inipun ia tidak menggunakan orang Tionghoa, karena ia tidak menaruh kepercayaan kepada mereka. Dalam pemerintahan ia mengambil alih pejabat-pejabat pemerintahan dinasti Sung, namun untuk jabatan tinggi hanya digunakan orang-orang Mongolia. Orang Tionghoa dilarang memanggul senjata. Ini berarti tugas kemiliteran terlarang bagi orang Tionghoa.

    Pasukan Tartar tersebut mendarat di Jawa tahun 1293 di mana saat itu Kertanagara telah lebih dulu meninggal akibat pemberontakan Jayakatwang.

    Dalam Kronik Cina tersebut, tentu saja nama-nama Jawa tertulis dalam ejaan Cina, antara lain:
    • Kertanagara disebut Ka-ta-ma-ka-la;
    • Raden Wijaya disebut Tu-han-pi-ja-ya;
    • Jayakatwang disebut Ha-ji-ka-tang;
    • Gelang-Gelang disebut Ka-lang;
    • Daha disebut Ta-ha;
    • Tumapel disebut Tu-ma-pan;
    • Tuban disebut Tu-ping-suh.

    Peristiwa penyerbuan ke Jawa ini dituliskan dalam beberapa sumber di Cina dan merupakan sejarah yang sangat menarik tentang kehancuran kerajaan Singasari dan munculnya kerajaan Majapahit. Kisah serangan Mongol terhadap Jawa tersebut tercantum dalam Catatan Sejarah Dinasti Yuan yang telah diterjemahkan oleh W.P. Groeneveldt, dalam bukunya, Notes on The Malay Archipelago and Malacca, Compiled from Chinese Sources (1880).

    Kisah selanjutnya peperangan Wwang Tartar di Tanah Jawa ini akan diwedarkan kemudian, pada episode Surya Majapahit.

    Tak banyak bangsa yang dapat menahan atau bahkan mengalahkan serbuan buas tentara Mongol di era kejayaan para Khannya. Tidak juga Rusia, termasuk juga kesultanan-kesultanan Islam, banyak di antaranya tersungkur bersimbah darah di ujung panah dan pedang tentara Mongol.

    Kekejaman tentara Mongol dalam menyerbu dan menjarah kerajaan-kerajaan yang dikalahkannya menjadi dongeng kelam kehancuran moralitas dan kemanusiaan. Selain tidak menghargai nyawa manusia, mereka juga telah menghancurkan peradaban umat manusia dengan membakari gedung-gedung perpustakaan milik kerajaan yang dikalahkannya.

    Ketika kesultanan Islam di Baghdad ditaklukan oleh tentara Mongol yang dipimpin oleh Hulegu Khan, konon kekejaman hanya dapat ditandingi oleh Hitler. Dalam suatu kisah pasukan Mongol mendirikan “piramid” dengan bahan baku penggalan kepala manusia, sebagai bukti kemenangannya terhadap Kesultanan Abasiyah pimpinan al-Mutashim di tahun 1258 M.

    Yang menyedihkan selain banyaknya korban yang tewas, mereka membakari perpustakan kesultanan yang konon pada saat itu memiliki koleksi terbesar di dunia.

    Saking brutalnya penghancuran kota Baghdad oleh Hulegu Khan, dikisahkan sungai Tigris dan Eufrat yang membelah kota Bagdad berubah warnanya menjadi merah kehitam-hitaman selama beberapa hari. Warna ini berasal dari darah penduduk kota Bagdad yang tewas dibantai tanpa prikemanusiaan, dan hitamnya merupakan tinta yang luntur dari buku-buku yang dibuang tentara Mongol ke sungai tersebut.

    Ketika itu Khubilai Khan berhasil menyatukan daratan Cina dalam genggamannya. Dan melirik ke wilayah-wilayah laut sekitarnya sebagai batas baru penaklukannya.

    Tapi pengalaman perang tentara Mongol menjadi sangat tidak berarti manakala mereka dihadapkan pada perang laut dan perang rimba yang berkepanjangan.
    Ketika Khubilai Khan mulai mengembangkan ototnya ke daratan seberang, nyatalah kelemahan tentara Mongol.

    Mereka yang terbiasa berperang di stepa-stepa kering Asia Tengah, tak dapat mempertahankan diri dalam medan laut yang ganas, dan kondisi iklim tropis yang terik dan lembab. Selain tentunya keletihan yang amat sangat dalam misi perang yang tidak berkesudahan.

    Kegagalan Mongol -mungkin- bisa jadi juga diakibatkan telah dicabutnya mandat dari langit untuk berkuasa, suatu kepercayaan yang kental melekat di benak penguasa daratan Chung Kuo. Bahwa kekaisaran bisa berjaya karena adanya mandat dari langit.
    Boleh jadi mandat itu berakhir di tangan Khubilai Khan.

    Bersama Mesir dan Jepang, Jawa merupakan salah satu kekuatan besar regional yang mampu tidak hanya menahan tapi juga melumpuhkan kekuatan tentara Mongol.

    Bahkan Mesir dan Jawa yang berhasil secara militer menaklukan tentara Mongol, dibandingkan Jepang yang menang karena kebetulan dimana Tentara Mongol yang menyerbu habis tersapu dalam badai bahkan dalam dua ekspedisi yang berbeda waktunya!

    Mesir yang ketika itu berada dalam kekuasaan dinasti Mameluk berhasil untuk pertama kalinya dalam sejarah menaklukkan tentara Mongol dalam perang terbuka di tahun 1260 sehingga memaksa Mongol menarik diri dari Mesir dan Palestina.

    Keberhasilan Mameluk menaklukkan tentara Mongol tidak hanya disebabkan oleh kehebatan tentaranya yang memang sama-sama keturunan penakluk dari Asia Tengah, tapi juga karena koordinasi yang sinergis serta cepatnya informasi melalui sinyal api yang merentang dari Iraq ke Mesir menyebabkan Mameluk dengan sigap dapat mengumpulkan tentaranya menghantam Mongol.

    Namun dalam literatur-literatur mengenai Mongol, kekalahan Mongol oleh Mesir dan Jepanglah yang acapkali disebut. Sedangkan kehancuran Mongol di Jawa kadang tidak disebutkan secara eksplisit.
    Kecuali dengan pernyataan sederhana bahwa Mongol mengirimkan ekspedisi ke Jawa dan gagal tanpa penjelasan yang spesifik di mana letak kegagalannya.

    Sialnya dalam buku “Genghis Khan and The Mongol Conquests 1190 – 1400” Stephen Turnbull meyebutkan bahwa kegagalan ekspedisi Mongol di Asia Tenggara lebih disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca yang tidak bersahabat bagi Tentara Mongol.

    Memang itu adalah faktor yang menentukan dalam kegagalan ekspedisi Mongol ke Jepang. Namun dalam kasus ekspedisi ke Jawa, kekuatan Mongol benar-benar hebat khususnya dalam melumat kerajaan Kediri pimpinan Jayakatwang yang berhasil mengalahkan Kertanegara.

    Jadi faktor iklim dan cuaca menjadi hal yang tidak beralasan dalam kasus ekpedisi ke Jawa.
    Kekalahan Mongol akibat serbuan mendadak tentara Raden Wijaya pada saat pesta kemenangan terhadap Kediri, tetaplah suatu keberhasilan strategi militer.

    Dalam perang aspek pendadakan serta upaya menimbulkan korban yang besar di pihak lawan melalui tipu muslihat adalah hal biasa dan tidak mengurangi kredibilitas Raden Wijaya dan tentaranya dalam mengalahkan tentara Mongol di tahun 1292 M.

    Memang dalam kacamata sejarawan barat, kemenangan tentara Jawa kurang bergengsi dibandingkan keberhasilan dinasti Mameluk, tapi setidaknya masih jauh lebih hebat dibandingkan Jepang yang semata-mata berhasil menahan serbuan Mongol karena cuaca.

    Dari sejumlah kesuksesan menguasai hampir sepertiga wilayah dunia. Ternyata Mongol yang demikian besar, justru kalah oleh bangsa Nusantara. Sisa-sisa tentara Mongol yang kalah perang, kemudian melarikan diri ke Kalimantan (Singkawang) karena tidak berani melaporkan kekalahan pada Kakaisaran Mongol.

    ana tutugé

    Dongèng candhaké: Şrī Mahārājādhirāja Kŗtanagara. Runtuhnya Kerajaan Singasari.

    Nuwun

    cantrik bayuaji

    • haya…oweh kalah pelang sama engko Wijaya, kalo gitu lebih baek oweh jadi tukang gado-gado aja di Singkawang.HAYAAA……….

      Pantas…gadis cina singkawang matanya enggak sipit, ternyata masih kerabat sama agnes monika.

      • Ki Kompor juga kelihatan sipit ….
        Apa masih pakai Gelar Kompor Khan? Cucu-cicit dari Kha Khan?

    • Nuwun

      Sekedar tambahan penjelasan tentang Pasukan Kubilai Khan yang terdampar (tepatnya mendamparkan diri) di Singkawang:

      Sebuah hipotesa, bahwa sejarah Kota Cina di Singkawang diduga dimulai dari terdamparnya sebuah kapal dagang dari Dinasti Sung. Namun, dari data sejarah yang masih dapat ditelusuri bahwa Kota Cina Singkawang bermula dari kekalahan telak Kubilai Khan oleh pasukan gagah berani Wwang Jawi pasukannya Sri Kertanegara.
      Mereka yang hidup eksodus kemudian menuju daerah yang bernama asli San Keuw Jong itu. San berarti gunung, Keuw bermakna segi empat, dan Jong tak lain adalah samudra.

      Pendatang dan kelak adalah penghuni awal daratan San Keuw Jong adalah orang-orang Tartar, hal ini nampak dari postur tubuh, wajah, dan bahasa pengantar yang dipergunakan, demikian juga bentuk abjad/huruf yang dipergunakan untuk menulis.
      Sudah barang tentu kedatangan mereka di daratan tersebut membawa serta adat budayanya, dan kebiasaan-kebiasaannya lainnya di antaranya makanan, bentuk bangunan rumah dan sebagainya.

      Nuwun. Sugêng énjang

      punåkawan

      • Bagaimana Ki Puna dengan Orang / suku Dayak apa benar termasuk keturunan dari Mongol ?

        • Katur Ki Suro Bengok:

          Dayak atau Daya adalah suku-suku “asli” yang mendiami Pulau Kalimantan. Budaya masyarakat Dayak adalah Budaya Maritim atau bahari.

          Kata Dayak sendiri selain berasal dari bahasa Dayak Kendayan, juga berasal dari bahasa Dayak Kenyah dan Dayak lainnya, yakni dari istilah kata ” Daya” yang memiliki dua arti yakni “daerah hulu” dan “kekuatan”.

          Secara umum seluruh penduduk dikepulauan nusantara disebut-sebut berasal dari Cina Selatan, demikian juga halnya dengan Bangsa Dayak.

          Tentang asal mula bangsa Dayak, banyak teori yang diterima adalah teori imigrasi bangsa China dari Provinsi Yunnan di Cina Selatan.

          Penduduk Yunan berimigrasi besar-besaran (dalam kelompok kecil) di perkirakan pada tahun 3000-1500 SM.

          Sebagian dari mereka mengembara ke Tumasik dan semenanjung Melayu, sebelum ke wilayah Nusantara. Sebagian lainnya melewati Hainan, Taiwan dan Filipina.

          Migrasi dari Asia terjadi pada fase pertama zaman Tretier. Diduga Benua Asia dan pulau Kalimantan merupakan bagian nusantara yang masih menyatu, yang memungkinkan ras Mongolid dari Asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasi pegunungan yang sekarang disebut pegunungan “Muller-Schwarner”, merupakan jajaran pegunungan yang berada di batas provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Nama Muller diambil dari nama seorang komandan perang Belanda yang tewas di jeram Bakang – Sungai Bungan.

          [Sumber bacaan: Veth, P.J. “The Origin of the Name Dayak“, dalam Borneo Research Bulletin, 15/2 (September 1983)

          Demikian Ki, mungkin uraian ini sangat singkat sekali, tetapi mudah-mudahan dapat memberikan sedikit penjelasan.

          Nuwun

          punåkawan

          • Matur nuwun Ki penjelasannya..berarti bangsa kita ini dahulunya berasal dari satu daerah yg sama…

            KEMESRAAN
            IWAN FALS

            SUATU HARI, DIKALA KITA DUDUK DITEPI PANTAI
            DAN MEMANDANG OMBAK DILAUTAN YANG KIAN MENEPI
            BURUNG CAMAR TERBANG BERMAIN DIDERUNYA AIR
            SUARA ALAM INI HANGATKAN JIWA KITA

            SEMENTARA, SINAR SURYA PERLAHAN MULAI TENGGELAM
            SUARA GITARMU MENGALUNKAN MELODI TENTANG CINTA
            ADA HATI MEMBARA ERAT BERSATU, GETAR SELURUH JIWA
            TERCURAH SAAT ITU

            KEMESRAAN INI, JANGANLAH CEPAT BERLALU
            KEMESRAAN INI, INGINKU KENANG SELALU
            HATIKU DAMAI, JIWAKU TENTRAM DI SAMPING MU
            HATIKU DAMAI, JIWAKU TENTRAM BERSAMAMU

  13. Suatu hari kantor Satpam ada laporan seorang wanita diperkosa

    Korban ” Pak saya mau lapor tadi malam saya di
    perkosa;
    Petugas” Siapa nama dan dimana alamatmu.
    K ” Bla..bla..bla..bla..
    P ” Coba ceritakan bagaimana kejadiannya.
    K ” Tadi malam sekitar jam 10:00 saya jalan
    dekatpos Satpam situ di sengkaling
    sendirian tiba tiba saya dedekap laki laki
    dari belakang.
    P ” terus lanjutkan ceritamu
    K ” Mulut saya di tutupi Setelah itu saya
    ditelanjangi dan terus diperkosa dari
    belakang pak.
    P ” Sewaktu diperkosa mulutmu sudak tidak
    ditutupi , kenapa tidak teriak ?
    K ” Saya takut pak.
    P ” Kamu kenal orang yang memperkosa
    K ” Tidak pak
    P ” Tahu ciri ciri mukanya ”
    K ” Tidak Pak
    P ” Kenapa sewaktu diperkosa tidak menoleh
    melihat wajahnya
    K ” Saya takut pak
    P ” Kamu diancam pakai senjata.
    K ” Tidak pak
    P ” Kenapa takut menoleh melihat wajahnya?
    K ” saya takut lepas pak
    P ” Mbelgedebes ……….?
    ………………………………

    • Hora mudeng babar bellassss

      • Sugeng Enjang Ki PA monngo senam erobik rumiyin nglemeske otot sing kaku…..?

        BOJO LORO
        Abang biru lampune disko
        Awak kuru Mas, mikir bojo loro
        Bojo sing enom njaluk disayang
        Sing tuwo ‘njur wegah ditinggal
        Sirah mumet ora bisa turu
        Andum trisno Mas, ugo andum waktu
        Mikir butuhe, mikir blanjane
        Njur saiki bingung atine
        Telung dino mulih rono
        Telung dino bali neng kene
        Sing sedino kanggu sopo
        Sing sedino kanggu wong liyo

  14. 22

  15. 23

  16. 24

  17. Esuk-esuk ijih sepi.. bengak-bengok dewe wae…!

    ROMO ONO MALING

    Mo, mo, mo, mo, Romo, ono maling
    Tulungono anakmu lagi kelangan
    Mo, mo, mo, mo, Romo, ono maling
    Rino wengi kelap kelip ra karuan
    Mo, mo, mo, mo, Romo, ono maling
    Yen aku edan opo Romo ra kelangan?
    Nyekel maling mestine yo digebugi
    Tobat Romo luwih becik aku mati
    E, e, e, e, thole, malinge opo nggegirisi?
    Tobat Romo, malinge niku edi peni
    Sing digowo opo?
    Niki sing ten njero niki
    Ing njero ngendi?
    Niki sing gemandul niki..
    Niki lo ten njero dada
    Ati kulo sing digowo lunga?
    Ngono yo ngono,
    Ngona ngono ning ojo ngono…
    Ngono yo ngono,
    Ngona ngono ning ojo ngono

    • sing nembangke pisanan niku rak mas edi silitonga ta ki ??

  18. Putus taline………..

    TRAGEDI TALI KUTANG

    Dek biyen wis tak tukoke
    wujud tali sak kotange
    saikine lha kok ilang sak slirane

    Lungo menyang endi
    tanpo pamit ra ngabari
    opo lali, kowe karo aku iki
    Nadyan regane ‘nem ewu,
    kuwi wujud katresnanku
    Jare kowe melu aku
    lha kok mlayu
    Opo kurang larang,
    pungkasane kowe ilang
    Neng endi aku nggoleki
    tali kutang…
    Iki mas taline tak kondurake
    Ngerso bapak ra ngeparengake
    Aku dijodoke malah karo priyo seje
    Wis cukup, mung semene wae
    Duh kangmas Anton Basuki
    aku ora bakal lali
    Yen Gusti ngeparengake
    mesti bali
    Tali kutang iki
    tak simpen tekane pati
    tali kotang saksi tresnaku kang suci

    • lha nek niki tembangane cak diqin.

      • Tali kutang iki
        tak simpen tekane pati
        tali kotang saksi tresnaku kang suci

        Yang betul, tali kutang apa tali kotang ??

        • Aku milih isine….
          Tali ro kemasane nggo opo ?

        • niki sinten sing nembang pisanan ..?

          CUCAK RAWA

          KUCOBA COBA MELEMPAR MANGGIS, MANGGIS KULEMPAR MANGGA KUDAPAT
          KUCOBA COBA MELAMAR GADIS, GADIS KULAMAR JANDA KUDAPAT

          IKI PIYE IKI PIYE IKI PIYE, WONG TUWA RABI PERAWAN
          PRAWANE YEN BENGI NANGIS WAE, AMERGA WEDHI KARO MANUKE

          JAMANE JAMANE JAMAN EDAN, WONG TUWA RABI PERAWAN
          PRAWANE YEN BENGI NANGIS WAE, AMERGA WEDHI KARO MANUKE

          MANUKE MANUKE CUCAKRAWA, CUCAKRAWA DAWA BUNTUTE
          BUNTUTE SING AKEH WULUNE, YEN DIGOYANG SER.. SER.. ADUH ENAKE

          • sing nembang jenenge Ki Suro Bengok…
            perasaan nembang terus…
            koyoe penyanyi iki

          • kayane nyi inul daratista. ning didi kempot nggih nembangke. duka sinten sikik, … eh kleru, … sinten dhisik, ..

  19. hmmmm……

    • kok sepi kabeh…
      pada pelesiran ayake

      • Pancing rontal 99…mesthi rame sing matur nuwun

        • nek dipancing, …
          lha nek mboten … ?

  20. sugeng siang

  21. beleb…bleb…bleb…

    Mencungul dari kedlaman Ranu Sengkaling yang dingin sambil menenteng rontal (dibungkus plastik biar tidak basah, he he …)

    ingak-inguk……
    sepi…..
    ada dua cantrik sedang mendalami rontal-rontal lama

    nyilem maneh ah…
    mencungul lagi nanti malam

    bleb…bleb…bkeb…

    • matur nuwu

    • Sambil menunggu Rontal 099, mari kita resapi sebuah Kisah yang Mengharukan ini… untuk bahan introspeksi. Apa sih tujuan kita ber-rumah tangga sesungguhnya?.

      Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak
      diasuh pembantu di rumah sewaktu bekerja.

      Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.

      Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.

      Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan kegiatan lain-lain di halaman rumahnya.

      Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai garasi tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan.

      Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ahai… ternyata coretannya tampak jelas karena mobil ayahnya bewarna gelap. Maka anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitas otaknya.

      Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing, benang ruwet dan lain sebagainya mengikut imajinasinya.
      Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil.

      Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

      Ternyata mobil itu adalah mobil semata wayang orang tuanya, mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet.

      Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat kondisi body mobilnya yang penuh coretan paku tajam.

      Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus berteriak menggelegar bagaikan guntur di langit, “Kerjaan siapa ini !!!” ….

      Pembantu rumah yang tersentak dengan teriakan itu berlari keluar.

      Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah monster tuannya.

      Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan,” Saya tidak tahu..tuan.”
      “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja kerjamu!!!!” hardik si Nyonya besar.

      Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya.
      Dengan penuh manja dia berkata,”Dita yg membuat gambal itu ayahhh .. bagus …kan!”
      katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa..

      Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan mungil anaknya.

      Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, barangkali pedih, …… sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

      Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

      Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa…

      Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.

      Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

      Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah.

      Pembantu rumah membersihkan luka-luka anak kecil itu. Sambil membasuhnya dengan air hangat, dia ikut menangis.

      Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air.

      Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu sambil meniup-niup kedua tangan mungil itu hingga tertidur.

      Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. “Sebagai hukuman!” pikirnya.

      Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak.

      Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

      Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang masih di kamar pembantu.

      Si ayah konon masih ingin memberi pelajaran pada anaknya.

      Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu,
      meski setiap hari bertanya kepada pembantunya. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas.

      “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya.

      Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

      Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.

      “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu.

      Sampai saatnya, si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.

      Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius.

      Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.
      “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena infeksinya sudah terlalu parah, …… sudah akut.

      “Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari tungkai pergelangan ke bawah” kata dokter itu.

      Si bapak dan ibu bagaikan tersambar petir mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa mau dikata? Nasi tlah menjadi bubur, ………

      Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya,
      si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.

      Beberapa hari si mungil tergolek di kamar perawatan. Ketika sadar untuk pertama kalinya, dia memandang heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya.

      Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.

      Si anak bersuara, “Ayah.. ibu… , Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi dipukul ayah. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali, membuat si ibu nyaris pingsan lagi. “Dita juga sayang Mbok Nalti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

      “Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana Dita makan ayah kalo tangan Dita nggak ada ?.Bagaimana Dita mau belmain ayunan nanti gak bisa pegangan? Dita janji tidak akan mencoiet-coiet mobil lagi, Dita janji nggambalnya di lantai aja ya Yah?”katanya berulang-ulang.

      Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati
      namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya.

      Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus disembunyikan ayah ibunya meski sudah minta maaf…

      Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin
      sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat kembali keharibaan Allah ……….

      Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tetap hidup tegar bahkan sangat sayang kepada kedua orang tuanya dan selalu mendoakan ayahnya agar diampuni dosa2nya dan dilapangkan kuburnya ………..

      • terenyuh….

        sugeng DALU jeng DITA,

      • Ki TruPod,
        Tenanan aku nangis iki….
        Sedih buanget bacanya, Hikss….
        jangan sampai kejadian ya ALLAH…

  22. hmmmm….belom ADA,

  23. sampun wonten ki

  24. sUWUn Candi Jagonya Ki

  25. Sambil mengayuh gethek bambu, langsung ngejaring rontal.
    serrrr….gethek langsung meluncur, jebur…bleb-bleb-bleb…semedi lagi di kedalamam situ kerautan Cipondoh sambil komat-kamit :KAMSIA…KAMSIA….KAM…………..SI..AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

  26. Wira-wiri, bolak-balik, ingak-inguk, tolah-toleh, tibakno ae manggone ning pucuke Candi Jago,Suwun Sam Satpam….

  27. Matur nuwun,
    dalam perjalanan pulang sehabis ngundhuh rontal di Candi Jago mampir makan kepiting di Cak GundUL di Pandakan.
    hUENAKE POOOOOR.

  28. Waduh jauhnya ngunduh rontal…

  29. mpun bar king mrika ki.
    matur nuwun.

  30. NUNGGU GANDOK ANYER, NUNGGU RONTAL CEPEK

    Nyilem lagi ach, semedi aji patek bumi di kedalaman situ kerautan cipondoh, agar diwarisi kesabaran dalam bersolat….jeburrrrr….bleb..bleb….bleb..pessss(campur angin dari belakang)

  31. Malam minngu nyamian rontal 99…terima kasih..OM

  32. Wareg ……
    Rontal hlhlp-o99 sudah tuntas.

  33. Alhamdulillah bisa sambang padepokan lagi, setelah kemarin disibukkan dengan urusan yang agak-agak ribet.
    Assalamualaikum Saudaraku semua.
    SELAMAT PAGI,
    Pulang dari mesjid langit cerah semoga secerah itu pula hati dan pikiran kita.

  34. Matur nuwun P. Satpam,
    Sampun nderek nginguk candi jago.

  35. nyandi njago

  36. Sugeng enjang,
    kalau hari libur, ngungak gandhok di pagi hari dan tak menemukan Ki Suro Bengok yang sedang loap laop dan tak menjumpai Ki Pandanalas sedang ngresula nggolek’i mentrik yang selalu luput direngkuh,
    rasanya hampa tak terkira.

    • lah pripun…

      bagian uro2 wis dialih-peran kakang Su-Bengok
      bagian nguber mentrik digenteni ki Menggung

      saiki dadi cantrik pasif-selektif wae….

      • Sugeng enjang Dimas Pandanalas. Lho kok dados nglokro kados ngaten mangke didukani si bu, ……

        • sugeng enjing Pak De…

          mboten tindakan tho ?

        • Sekedap malih Dimas, …… silaturahim keluarga, trah Asan Benawi. Lha ternyata saya dan saudara sepupu telah menjadi kesepuhan. Lha wong yang hadir keponakan2. Diantara banyak keponakan sudah punya anak, ya jadi mbah-lah kita.

          • Wah…lah njih sami Pak De…ponakan kulo njih mpun gadhah putro…jebul kulo njih mpun dipun celuk Mbah Pandan

  37. Sugeng siang Ki Pandan, Ki Truno, menawi ngaten sepuh kulo nggih, anak kulo sampun gadah anak, dados sampun gadah cucu langsung.

    • Wah…..
      pada tua-tuan nih

      saya sih persanaan masih muda, cuma keponakan saya juga sudah punya anak. he he …, gak tiru-tiru Ki Pandan lho.

      Ingkang lucu, Ki Truno nyebut Ki Pandan Dimas, lha Ki Pandan nyebut Ki Truno Pak De.
      Kalau wantah jelas gak klop, masa adiknya menyebut kakaknya pak De.
      Sepertinya, Ki Pandan menyebut Ki Truno Pak De untuk anak-anaknya (anaknya Ki Pandan). he he ….
      ketahuan…., kalau Ki Pandan sudah punya anak. he he he …………

  38. Emang menurut P. Satpam, Ki Pandan masih 30 an gitu to.
    Ya salah sing bener sudah kepala 50 an gitu. ha.. ha nuwun sewu Ki PDLs

    • O….., kulo lepat nggih.
      Ngapunten…

    • oooo, …. jadi nenjelang sweet ta, …tapi bukan sweet seventeenth, sweet-dak gitu lho, ….

      ngapunten ngih ki, tak mblayu ndhisik, ….

    • Hiks….ngumpet sek ah…
      San soyo sepuh ancene kudu sareh ….

  39. Sugeng enjang nGGer, Kakang Mas, Adimas, Pak Lik, Pak De, mBah, Kisanak, Ni, Nyi Miss, Mr. Ki Lurah, Ki Rangga, Ke Panji. Ki Tumenggung, Panembahan, Empu, Cantrik, Mentrik, Punokawan dan Punalawan, …
    Adipati, Pangeran, Ki Buyut, Ki Bekel, Ki Demang dan Bebahu Padepokan semua ……
    Pamit rumiyen …. blusuk …. pless … pless….

  40. Wilujêng sontên

  41. SUGENG SONTEN.
    P. Satpam gandok enggal jam pinten dibuka?

    • “Ngukir ongko satus iku ruwet bin rumit Mbah!” Kata Lek Satpam. (Lek Satpam anak ponakannya Ki Honggo)

  42. Sugeng dalu,
    ngisi daptar hadir nomer siji bengi iki.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: