JAGAD BALI

Pada Seri Ini, Ki Bayuaji mendampingi cerita Ki “Kompor” sandikala di Sang Fajar Bersinar di Bumi Singasari, pada saat Mahisa Amping sedang menjadi telik Sandi di Pulau Dewata. (https://pelangisingosari.wordpress.com/sfbdbs_09)

Monggo:

  1. Waosan ka-1: Pura Besakih
  2. Waosan ka-2: Banjar
  3. Waosan ka-3: Buda Cemeng Klawu
  4. Waosan ka-4: Pusa Pusering Jagad Bali
  5. Waosan ka-5: Sejarah Jagad Bali
  6. Waosan ka-6: Para Penguasa Bali (Wedaran ka-1)
  7. Waosan ka-6: Para Penguasa Bali (Wedaran ka-2)
  8. Waosanka-7: LEAK RANGDA DAN BARONG Bagian ke-1
  9. Waosan ka-7: LEAK RANGDA DAN BARONG Bagian ke-2
  10. Waosan ka-8: PURA INDRAKILA – TEMPAT PERTAPAAN PEMIMPIN

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Telah Terbit on 2 Januari 2012 at 01:25  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/jagad-bali/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Om Swastyastu
    Salam kenal buat Cantrik Bayuaji
    Perkenankan saya Agung Surya dari Bali sekedar ikut urun informasi
    Sepengetahuan saya tentang keberadaan banjar diBali saat ini memang seperti apa yang sudah disampaikan diatas.
    Kalau kita tarik kembali latar belakang berdirinya banjar adalah notabene untuk tempat berkumpul..Di tempat itulah seluruh warga lingkungan berbaris berkumpul yang tujuannya untuk kepentingan kerajaan yang melingkupi banjar-banjar tersebut..Apabila kita telusuri keberadaan banjar-banjar tsb, sebagian besar dekat dengan lingkungan istana, puri, jero (kediaman raja dan keluarga raja dBali).
    Banyaknya keberadaan banjar di dekat lingkungan istana tsb sebagai pembuktian banyaknya klan sebagai rakyat pendukung yang diijinkan Raja untuk membuat wadah banjar yang menampung keluarga dalam satu klan..Ataupun masih bisa bergabung atas dasar senasib sepenanggungan ada juga atas dasar bahwa klan klan dalam satu banjar masih berkaitan/dipersaudarakan..
    Kesimpulannya, keberadaan banjar-banjar tersebut mutlak untuk mendukung istana yang membawahinya..Banjar banjar ini berada dalam lingkup Desa..Desa bertanggung jawab kepada Sira Anglurah yang merupakan pemimpin kerajaan kecil sebagai cabang dr kerajaan/kadipaten.
    setelah memasuki era kemerdekaan NKRI keberadaan kerajaan2
    ini mengalami penyusutan kewibawaaan. Apalagi sedikit demi sedikit kekuasaan seorang raja diambil alih oleh negara..
    Implikasinya terhadap fungsi dan keberadaan banjar pun menjadi berubah menjadi seperti apa yang kita lihat saat ini..
    Demikian, terimakasih..

  2. Keberadaan banjar2 dBali pada masa dahulu bukan untuk urusan sawah..Untuk komunitas berusaha di Bali dari masa dahulu sudah mengenal sistem subak..Entah kapan bermulanya..Terdapat berbagai macam subak a.l: Subak Carik/sawah, Subak Abian, Subak Tegalan, dll..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: