JAGAD BALI

WAOSAN KE-4

On 6 Januari 2012 at 21:03 cantrik bayuaji said:

Swasti Astu
||Rahajêng wêngi||

DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI JAGAD BALI

PURA PUSERING JAGAD BALI

Pura Pusering Jagad Bali merupakan salah satu pura di Bali yang diyakini sebagai pusat semesta serta sebagai tempat awal mula kehidupan dan peradaban dunia oleh warga Desa Pejeng Gianyar khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya.

Pura Pusering Jagad termasuk satu dari enam Pura Kahyangan Jagat yang berposisi ditengah sebagai sthana (tempat bersemayam) Dewa Siwa. Pura ini oleh masyarakat setempat disebut juga Pura Kelod.

Selain itu dalam rontal-rontal Bali kuno pura ini dikenal sebagai Pura Pusering Tasik atau pusatnya lautan, hal ini mengingatkan masyarakat Hindu terhadap cerita Adi Parwa yang mengisahkan perjuangan para Dewa ketika mencari tirtha amertha (air kehidupan) ditengah lautan ksirarnawa, ini tergambar dengan adanya kolam Maya dihalaman dalam Pura Pusering Jagad tepatnya dihadapan arca utama. Di dalam pura ini juga terdapat arca seperti: arca Ganesa (putra Siwa), Durga (sakti Siwa) dan Bhairawa.

Ada satu hal yang unik yang dimiliki pura ini yaitu terdapat Pelinggih (tempat pemujaan) Ratu Purus dengan Arca Purusa (kelamin laki-laki) dan Arca Pradana (kelamin perempuan) yang dalam ajaran Hindu pertemuan Purasa dan Pradana ini melahirkan kehidupan dan harmoni.

Arca Purusa dan Pradana ini dipercaya banyak suami istri yang belum mempunyai keturunan dapat mengabulkan keinginan mereka untuk segera diberi keturunan.

Di pura inipun terdapat peninggalan kuno dan bersejarah berbentuk bejana yang disebut Sangku Sudamala perlambang limpahan air suci untuk kehidupan (tahun Çaka 1251), susunan batu alam, batu titi ugal-agil, batu monolit, sejumlah arca dalam sikap jongkok dan fragmen lumpang batu.

Dalam Rontal Kusuma Dewa, Pura Pusering Jagad didirikan saat Bali masih bersatu dalam satu Kerajaan dengan Mpu Kuturan sebagai Pendeta Kerajaan.

[Beliau Mpu Kuturan adalah seorang penasehat raja di Jawa yang setelah pensiun menjadi Senopati dan penasehat raja-raja di Bali ~~ Dongengnya akan menyusul ~~]

Puser berasal dari kata pusat dan Jagad berarti semesta yang secara keseluruhan memiliki arti pusat semesta.

Sedangkan Desa Pejeng dimana tempat pura ini berada telah terpilih menjadi pusat Kerajaan Bali Kuno. Kata Pejeng berasal dari kata pajeng (payung) yang dimaknai mengayom atau memayungi.

Dengan dijadikannya Pejeng sebagai pusat Kerajaan Bali Kuno maka secara pasti pusat Kerajaan itu memayungi masyarakat dan daerahnya. Namun menurut versi lain, Pejeng berasal dari kata Pajang (Jawa Kuno) yang berarti sinar dan jika dikaitkan dengan Pejeng sebagai pusat kekuasaan, menggambarkan keberadaan Pejeng menyinari masyarakat dan kawasannya.

Untuk pemeliharaan, kebersihan dan perawatan Pura Pusering Jagat ini menjadi tanggung jawab dua kelompok yaitu pengempon dan penanga. Pengempon terdiri atas empat Banjar, Banjar Intaran, Banjar Pande, Banjar Puseh dan Banjar Guliang, sedangkan penanga sebanyak 137 kepala keluarga.

Upacara Aci Pangabran, Aci Piodalan/Pedudusan alit dan Aci Piodalan/Padudusan Agung adalah kegiatan-kegiatan upacara keagamaan yang rutin dilaksanakan di Pura Pusering Jagat. Padudusan Alit diselenggarakan setiap 210 hari dan Pedudusan Agung digelar setiap satu tahun sekali biasanya jatuh sekitar bulan Agustus.

Sebagian besar penduduk desa Pejeng bermata pencaharian sebagai petani, namun ada juga yang berkerja sebagai pedagang dan pegawai.

Pura ini terletak di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tepatnya 7 km dari Kota Gianyar. Waktu tempuh yang diperlukan untuk mengunjungi Pura Pusering jagat ini kurang lebih 55 menit dari Denpasar atau kira-kira 110 menit dari Bandara Ngurah Rai bila menggunakan kendaraan bermotor.

Bahan dari: Wisata Dewata.

Swasti Astu

cantrik bayuaji

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Telah Terbit on 2 Januari 2012 at 01:25  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/jagad-bali/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Om Swastyastu
    Salam kenal buat Cantrik Bayuaji
    Perkenankan saya Agung Surya dari Bali sekedar ikut urun informasi
    Sepengetahuan saya tentang keberadaan banjar diBali saat ini memang seperti apa yang sudah disampaikan diatas.
    Kalau kita tarik kembali latar belakang berdirinya banjar adalah notabene untuk tempat berkumpul..Di tempat itulah seluruh warga lingkungan berbaris berkumpul yang tujuannya untuk kepentingan kerajaan yang melingkupi banjar-banjar tersebut..Apabila kita telusuri keberadaan banjar-banjar tsb, sebagian besar dekat dengan lingkungan istana, puri, jero (kediaman raja dan keluarga raja dBali).
    Banyaknya keberadaan banjar di dekat lingkungan istana tsb sebagai pembuktian banyaknya klan sebagai rakyat pendukung yang diijinkan Raja untuk membuat wadah banjar yang menampung keluarga dalam satu klan..Ataupun masih bisa bergabung atas dasar senasib sepenanggungan ada juga atas dasar bahwa klan klan dalam satu banjar masih berkaitan/dipersaudarakan..
    Kesimpulannya, keberadaan banjar-banjar tersebut mutlak untuk mendukung istana yang membawahinya..Banjar banjar ini berada dalam lingkup Desa..Desa bertanggung jawab kepada Sira Anglurah yang merupakan pemimpin kerajaan kecil sebagai cabang dr kerajaan/kadipaten.
    setelah memasuki era kemerdekaan NKRI keberadaan kerajaan2
    ini mengalami penyusutan kewibawaaan. Apalagi sedikit demi sedikit kekuasaan seorang raja diambil alih oleh negara..
    Implikasinya terhadap fungsi dan keberadaan banjar pun menjadi berubah menjadi seperti apa yang kita lihat saat ini..
    Demikian, terimakasih..

  2. Keberadaan banjar2 dBali pada masa dahulu bukan untuk urusan sawah..Untuk komunitas berusaha di Bali dari masa dahulu sudah mengenal sistem subak..Entah kapan bermulanya..Terdapat berbagai macam subak a.l: Subak Carik/sawah, Subak Abian, Subak Tegalan, dll..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: