JDBK-12

<< kembali | lanjut >>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 18 Agustus 2011 at 03:29  Comments (23)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/jdbk-12/trackback/

RSS feed for comments on this post.

23 KomentarTinggalkan komentar

  1. Sugêng énjang

    • Sugêng énjang Ki Bayu

      • Sugeng siang ki Bayu & Ki YuPram…

  2. P. SATPAM, mengapa saya ngunduh jdbk 11, kok nggak sukses terus kenapa ya,
    tolong dikasih pencerahan.
    bisa di unduh tapi file nggak kebaca.

    • Memang filenya agak besar Ki Honggo jdbk-11 = 2.058 MB dan jdbk-12 = 2.579 MB, ketahuan pada saat akan diunggah, tidak sempat diedit lagi.
      Sudah dicoba, tidak apa-apa itu Ki, mungkin koneksinya yang lagi lemot.

  3. selamat siang

  4. 6

  5. Matur nuwun P. Satpam, sudah dicoba lagi sukses.
    kemarin berulang-ulang nggak bisa.

  6. 9

  7. Sugeng enjing kadang sedoyo.

  8. 11

    • 12

      • 13

        • 14

          • 15

          • 16….ra iso nyilik meneh (di buntuh pak satpam)

          • untung pake “h” ki…..hikss,

            kalo pake “t”…..jadi buntut ki…..!!!???

  9. Sugeng Enjang, monggo pun simak KULTUM bakda Subuh:

    Keberkahan Waktu Sahur
    Sabtu, 13 Agustus 2011 10:34 WIB
    Oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc

    Waktu adalah ibarat pisau atau pedang yang sangat tajam. Jika Anda tidak bisa menggunakannya dengan baik dan tepat, bisa jadi pisau atau pedang itu akan melukai diri Anda sendiri. Itulah salah satu nasihat bijak dari Ali bin Abi Thalib tentang urgensi waktu dalam kehidupan umat manusia.

    Karena pentingnya masalah waktu ini, sehingga Allah SWT pun sering bersumpah di dalam Alquran dengan mempergunakan kata-kata waktu. Misalnya “Demi masa.” (QS [103]: 1), “Demi waktu dhuha.” (QS [93]: 1), “Demi waktu malam.” (QS [92]: 1), dan “Demi waktu fajar.” (QS [89]: 1).

    Di antara waktu yang mendapatkan perhatian Alquran dan as-sunnah adalah waktu sahur. “Orang-orang yang sabar, orang-orang yang jujur, orang-orang yang tunduk dan patuh (pada ketentuan Allah dan Rasul-Nya), orang-orang yang menginfakkan sebagian hartanya, dan orang-orang yang memohon ampun kepada Allah pada waktu sahur.” (QS Ali Imran [3]: 17).

    Maksudnya, orang-orang yang memiliki kebiasaan atau perilaku tersebut adalah orang-orang yang akan mendapatkan keselamatan dan kesuksesan dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat nanti, salah satunya adalah dengan selalu beristighfar.

    Mereka itulah orang-orang yang punya kesadaran tauhid yang tinggi kepada-Nya, kesadaran yang menempatkannya pada posisi merendahkan diri dan selalu merasa banyak dosa di hadapan-Nya. Dengan istighfar ini, orang tersebut ingin membersihkan hati, pikiran, dan perilakunya dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Apalagi dilakukannya pada waktu sahur, suatu waktu yang tidak banyak orang yang mampu bermunajat dan beristighfar kepada-Nya.

    Dalam sebuah hadis Qudsi digambarkan bahwa pada waktu sahur tersebut, Allah dengan para malaikat-Nya turun ke langit dunia sambil berfirman, “Adakah di antara hamba-Ku yang memohon ampun, pasti akan Kuampuni. Adakah di antara hamba-Ku yang memohon pertolongan, pasti akan Kuberikan pertolongan kepadanya.”

    Salah satu amaliyah di dalam bulan Ramadhan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW (sunnah muakadah) adalah makan pada waktu sahur. “Makan sahurlah kamu sekalian, karena di dalamnya terdapat keberkahan.” (HR Imam Bukhari dan Muslim).

    Makna keberkahan ini bukan hanya terbatas semata-mata pada makan dan minumnya, tetapi juga pada aktivitas ibadah lainnya yang dilakukan pada waktu sahur tersebut, seperti shalat tahajj\ud, bermunajat kepada Allah SWT, dan membaca Alquran.

    Jika bangun pada waktu sahur ini dilakukan satu bulan terus-menerus, diharapkan akan menjadi suatu kebiasaan sekaligus kebutuhan bagi orang-orang yang beriman. Waktu sahur adalah waktu emas (golden time) yang sangat berharga yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin karena di dalamnya terdapat berbagai macam keberuntungan, keindahan, dan kenikmatan. Orang akan khusyu dalam bermunajat kepada Allah SWT, akan khusyu pula dalam beribadah kepada Allah SWT, dan khusyuk pula dalam berzikir kepada Allah SWT.

    Oleh karena itu, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu sahur yang sangat berharga ini. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan hidup kepada kita semua. Amien. Wallahu a’lam.
    Tulisan ini dimuat di Republika Koran dengan judul Golden Time

    • Nuwun
      Sugêng siyang andungkap sontên

      Matur nuwun tausiyahnya Ki, mengingatkan kepada kita betapa berharganya waktu itu.

      Nuwun

      cantrik bayuaji

  10. Nuwun

    Dalam wedaran beberapa kali ke depan, Saya, Cantrik Bayuaji akan mendongeng bagaimana negara besar di Abad ke-13, yang wilayahnya membentang bak untaian zamrud khatulistiwa yang bernama Negara Kesatuan Kerajaan Wilwatikta Majapahit runtuh.

    Pelbagai teori mencoba menceritakan penyebab runtuhnya negara di Jawadwipa, Wilwatikta Majapahit itu. Salah satunya adalah tercerai-berainya persatuan yang dibangun dengan susah payah oleh para pendahulunya, sebut saja Gajah Mada yang diperkuat dengan armada laut Kerajaan Majapahit di bawah pimpinan Senapati Sarwayala Nala, dibawah kendali Sang Maha Rani Tribhuwanatunggadewi yang dilanjutkan oleh putranya Sang Maha Prabu Hayam Wuruk.

    Persatuan dan Kesatuan yang dengan susah-payah, dengan lårå låpå, dibangun dan ditegakkan sehingga menjadi kokoh kuat itu runtuh dikoyak-koyak dan dicabik-cabik dari dalam lingkungan keraton sendiri, oleh nafsu, dendam dan amarah para petinggi negeri sesudahnya………………………..

    Surêm-surêm dwiyangkårå kingkin. Lir manguswå kang layon. Dènyå ilang mêmanisé

    [Remang-remang redup memudar cahaya surya matahari seakan bersedih. Seakan mencium bau mayat ….. Dan hilanglah keindahannya.

    Majapahit menuju sandhyakala ………………

    Sansåyå dalu araras abyor kang lintang kumedhap. Titi sonyå têngah wêngi lumarang gandaning puspitå ‘rum, kasiliring samirånå mrik, Ong……….. sêkar gadhung, kongas gandanyå o…. mawèh raras rênaning driyå, o…. o…. o….

    Sumånggå dipun tênggå toêtoêgé dongèng puniki.

    Nuwun

    cantrik bayuaji

  11. siip….!
    dipun tengga Ki Bayu

  12. Sugeng Enjang

    Monggo sami mlebet termin terakhir ramadhan,

  13. selamat berbuka puasa dan kembali menyimak…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: