PBM-12

sebelum>>| awal>>| lanjut>>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 14 Juli 2010 at 13:03  Comments (81)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/pbm-12/trackback/

RSS feed for comments on this post.

81 KomentarTinggalkan komentar

  1. Hore..hore..horeee !

    Nomer Hidjii..!!

    • Sugeng Siang Ki Pak Satepam, Ki Seno, Kisanak sedoyo…hikss kulo nomer Setunggal !

      • Ha ha ha ….
        Nggih Ki…, monggo dipun sekecaaken.
        (kelingan adikku biyen, jingkrak-jingkrak mergo ditukone mobil-mobilan. Ngalor ngidul dipamerke kancane)
        hikss… (tiru-tiru Ki Arema)

        • Ki karto nggih jingkrak-jingkrak ki, nganti laptopku ngglimpang…

          • ..O…kulo benak-e njihh…hiks..hiks..

      • Kulo nomer pinten nggih?

        • Nomer kalih Jeng….jejer kulo njihh…hikss kangen aku….

  2. Ana sing aneh ning gandok sebelah. Mbeling kok butuh surat ijin. Angger esih perlu ijin berarti durung mbeling…

    • hikss…iki mesti ono sing di kangeni iki….hayo sopo hayoo….

      • Aja seru-seru ki, angger ana sing rumangsa, bisa-bisa deweke langsung nggolet SIM (surat ijin minder)

  3. Kulo nomer toh??
    Ken Padmi siyos ditikah Mahesa Bungalan mboten enggih??

    • ..Njihh Ki…panjenengan Nomer !
      Sugeng siang Ki Djojosm..sugeng rawuh !

      • Sugeng siang Ki KartoJ, kapan tindak teng Tambun????Kita saged lesehan teng Wulan Sari jamur goreng ipun nyossssss tenan. Monggo Ki kulo tenggo (ajak ki Gembleh sekantenan )

        • Sejathosipun minggu ngajeng Ki….tapi sajak radhi padet…Wulan Sari lokasinipun pundi Ki…

          • Upami saking stasiun KA Bekasi menuju RM Luqman, saking stasiun belok kiri terus sedikit mangke sebelah kiri wonten plang/ papan nami ageng.

            Celak padepokan kulo injih wonten cabangipun namung masakan jamur gorengipun kirang pas. Sumonggo

  4. Maksad kulo badhe ngetik Kulo nomer pinten toh??

    • Ki Djojo kok olehe ngendikan klera-kleru. Mboten kulina nyanding kenya ayu nggih ki? Kok sajak grogi…

      • ..O..klentu Jeng….teng padepokan-e Ki Djojosm kenyo sing ayu2 kathah tur kinyis2….malah kadang sok di srengeni Ki Djojosm je…

      • Kulo lahir jaman huru hara Jeng KP. Masa bocah terus remaja masa prihatin, sekolah mawon injih nyeker. Masa pacaran namung bakalan nyaine mawon sing kersa ditempel. Liyane pada mlayu yen diparani jejaka kie. Masa rumah tangga ora wani selingkuh babar blas mergo ora nduwe jaran, ora duwe bondo.
        Saiki wis tua isone nyawang lukisane ni KP nang FB karo mbathin, asline kaya apa kenya Banyumas iki ya???. Ehmhmh
        Gitu loh ceritane ni KP.

        • Nuwun sewu Ki Djojosm…ngendikane Ni KP niku sanes lukisan koq…niku asli foto Ni KP …tapi agak disamarkan….dadhos sejathosipun …pancen ayu banget koq…..hikss

          • hmmm….

            kulo njih taksih penasaran kaliyan kenyo setunggil niki…

            mirip LM/CT/BCL/KD/DS … ???

            nembe ngetrend artis mirip artis … xixixi

  5. Nomer pinten Ki?

  6. Assalamu’alaikum, selamat sore..
    Wah masih sepi nih…
    kog baru sedikit yang absen yach…..

  7. ikut antri nomer rolikur.

  8. antri….
    weeeh ora nunggu tiiiiiiiit…..!!!!

  9. Sing siji wis njedhul…sing siji sajake malah ra wani ngetok..(sopo hayo..?)

  10. Ikutan anri ….

  11. BOSS vs STAFF

    Bila boss tetap bersikukuh dengan pendapatnya, berarti boss yang konsisten.
    Bila staff tetap bersikukuh dengan pendapatnya, berarti staff yang keras kepala

    Bila boss berubah-ubah pendapat, berarti boss yang flexible.
    Bila staff berubah-ubah pendapat, berarti staff yang plin-plan

    Bila boss bekerja lambat, berarti boss yang teliti.
    Bila staff bekerja lambat, berarti staff yang tidak ‘perform

    Bila boss bekerja cepat, berarti boss yang ’smart’.
    Bila staff bekerja cepat, berarti staff yang terburu-buru

    Bila boss lambat memutuskan, berarti boss yang hati-hati.
    Bila staff lambat memutuskan, berarti staff yang ‘telmi

    Bila boss mengambil keputusan cepat, berarti boss yang berani mengambil keputusan.
    Bila staff mengambil keputusan cepat, berarti staff yang gegabah

    Bila boss terlalu berani ambil resiko, berarti boss yang risk-taking.
    Bila staff terlalu berani ambil resiko, berarti staff yang sembrono

    Bila boss tidak berani ambil resiko, berarti boss yang ‘prudent’.
    Bila staff tidak berani ambil resiko, berarti staff yang tidak berjiwa bisnis

    Bila boss memby-pass prosedur, berarti boss yang proaktif-inovatif.
    Bila staff memby-pass prosedur, berarti staff yang melanggar aturan

    Bila boss membuat atau membaca tulisan seperti ini, berarti boss yang humoris.
    Bila staff membuat atau membaca tulisan seperti ini, berarti staff yang frustasi, iri terhadap karir orang lain, negative thinking, provokatif, dan tidak tahan banting.

    Jadi kapan benernya staff ya?
    Mari kita baca “undang-undang” berikut ini: “Undang-undang tentang perBOSSan”.

    Ada dua pasal yang mengatur tentang perBOSSan ini.

    Pasal 1: BOSS tidak pernah salah.
    Pasal 2: Jika BOSS salah, lihat Pasal 1.

    Makanya jadilah BOSS………………………….hiks.

    Selamet menjelang petang.

    • Oke….Bosss !

      Slamet peteng…Boss !…hiksss

      • Ki Kartojudo,

        Kalau BOSS yang SOK, namanya:

        BOSS…………..SOK

        he he selamet peteng juga Ki

        • Baik……Boss !
          Iya…….Boss !

          ikutan selamet peteng boleh ya Ki.

  12. nderek absen , kangge mendet girik antrian

  13. Biasane yen bukaan gandhok anyar wis ana cicilane, sinaosa “mbencekna” ning ngangeni je….!

    Ki Ajar pak Satpam, kula kangen kalih ukara “ana-tutuge”…..!

    • tutuge isih di dang Ki, dereng taneg.

      he he …, benci tapi rindu ya ki, seperti lagu saja.

  14. PERJALANAN ke Kediri itu sendiri sudah merupakan perjalanan yang cukup jauh. Namun ternyata bahwa Ki Wastupun seorang perantau yang berpengalaman pula. Karena itulah, maka meskipun perjalanan itu cukup jauh dan ditempuhnya seorang diri, namun ia sama sekali tidak menjadi segan karenanya. Apabila perjalanan itu adalah perialanan yang dianggapnya sangat penting.
    Mahisa Pukat dan Mahisa Murti ternyata merengek pula untuk dapat ikut dalam perjalanan itu. Di Kediri me¬reka akan bertemu dengan kakaknya dan dengan paman¬pamannya.
    letapi Mahendra melarangnya. Ia masih belurn sam¬pai hall melepaskan kedua anak yang masih sangat muda itu, meskipun merekapun telah dibekalinya dengan ilmu kanuragan.
    Ketika Ki Wastu telah berada di Kediri pula, maka iapun segera menawarkan maksudnya kepada Bungalan seperti yang dikatakan oleh Mahendra.
    Ternyata dengan serta merta Mahisa Bungalan telah menerimanya, meskipun ia sadar, bahwa perjalanan itu adalah perjalanan yang berat, yang mungkin akan me¬ngalami akibat yang gawat pula.
    Tetapi seperti yang dikatakan oleh ayahnya, maka ia ingin melengkapi pengalamannya sebelum ia memasuki tugas-tugas keprajuritan.
    Ternyata Mahisa Agni dan Witantrapun tidak ber¬keberatan. Dengan beberapa pesan. maka merekapun telah melepaskan Mahisa Bungalan untuk pergi bersama Ki Wastu.
    Ber-hati-hatilah — pesan Pangeran Kuda Pad¬madata — guruku adalah seorang yang memiliki ilmu yang luar biasa.
    Mudah-mudahan kami tidak bertemu Pengeran — berkata Ki Wastu.
    Pangeran Kuda Padmadata meng-angguk-angguk lemah. Tetapi sebenarnyalah bahwa ia menjadi cemas. Jika di dalam perjalanan itu mereke bertemu dengen Ki Dukut Pakering, yang rnungldn masih disertai satu dua pengikut¬nya, maka keduanya akan mengalamai nasib yeng kurang baik.
    Tetapi Ki Wastu dan Mahisa Bungalan bukannya orang yang tidak berilmu. Keduanya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan yang harus diperhitungkan pula.
    Demikianlah, maka kemudian Ki Wastu dan Mahisa Bungalan itupun meninggalkan Kediri, manuju kesebuah padepokan kecil yang agak jauh dari kota. Mereka. harus berkuda melalui daerah pegunungan. Dan merekapun harus bermalam sampai dua malam diperjalanan.
    Tetapi keduanya sudah memiliki pengalaman perantauan, Karena itu perjalanan mereka, bukannya persoalan lagi. Perjalanan yang demikian sudah terlalu sewing mereka lakukan, meskipun sesuai dengan jalur masing-masing. Bahkan pada permulaan perjalanan itu. Mahisa Bungalan telah mendapatkan kesegaran baru didalam clirinya, Ketika ia memasuki daerah yang berlembah ke-hijau-hijauan &- gas tanah berpadas yang ke-merah-nierahan.
    Mahisa Bungalan telah pernah menempuh perjalanan jauh. Berkuda, bahkan berjalan kaki. Namun ia tidak jemu-jamimya mengagumi slam yang cautik ‘meskipun tidak , terlalu ramah.

  15. mumet agi ngetik semene wae kliru terus, salutbuat ki is lan ki arema, pirang-pirang sasi malah tahunan istiqomah, gawe senenge para canrik, matur nuwun ki Is, Ki Arema lan para kadang pengasuh ADBM lan PDLS, SNDSS, PBM, mangga para cantrik sedaya sami bersyukur, insya Allah lewat Ki Is lan Ki Arema nikmat PBM enggal mandap

  16. Sekali-sekali kuda-kuda mereka berjalan dengan hati¬-hati menuruni tebing. Namun kemudian berlari di-lembah-lembah yang hijau menyusuri jalan yang rata. Agaknya jalur jalan antara padukuhan telah menjadi semakin ramai
    Tetapi mereka tidak selalu berjalan raelalui jalan yang rata. Sekali-sekali mereka harus menempuh jalan sempit yang melintasi. Agaknya Ki Wastu sudah pernah menempuh perjalanan serupa sebelumnya. Ia pernah me¬lintas dari Kediri sampai ke padepokan saudara seper¬guruannya itu.
    Bahkan akhirnya Mahisa Bungalan bertanya – Apa¬kah Ki Wastu sudah menganal jalan yang akan kita tempuh.?
    Tentu ngger. aku memang pernah pergi ke Kediri pada saat-saat Pangeran Kuda Padmadata masih belum dicengkam oleh bayangan kekuasaan gurunya. Aku pernah melintasi jalan ini, dan agaknya aku masih dapat meng¬ingat beberapa cirinya. Maskipun kadang-kadang aku men jadi ragu-ragu. Tetapi agaknya jalan yang kita tempuh sekarang adalah jalan yang benar. — jawab Ki Wastu.
    Mahisa Bungalan meng-angguk-angguk. Bahkan se¬andainya jalan itu adalah jalan yang salah sekalipun, maka mereka berdua tentu ekan dapat menemukan pade¬pokan yang mereka cari.

    Dimalam pertama, keduanya harus bermalam di¬lereng sebuah bukit. Mereka tidak berusaha untuk sampai kepadukuhan dan mohon agar diperkenankan untuk ber¬malam di banjar. Agaknya sebuah lekuk dilereng bukit, telah dapat mereka pergunakan untuk beristirahat. Apalagi tidak jauh dari lekuk itu terdapat sebuah mata air yang meskipun hanya kecil saja, tetapi sudah cukup untuk mem¬beri kuda mereka minum. Sementara rerumputan yang hijau disekitarnya dapat memberi makan kuda-kuda me¬reka se-kenyang-kenyangnya.
    Meskipun tidak saling berjanji, namun ke-dua-duanya se-akan-akan sudah saling bersetuju untuk tidur bergan¬tian. Yang mula-mula tidur adalah Mahisa Bungalan. Baru ketika Mahisa Bungalan terjaga, maka Ki Wastulah yang merebahkan dirinya diatas batu-batu padas.
    Meskipun tidak saling berjanji, namun ke-dua-duanya se-akan-akan sudah saling bersetuju untuk tidur bergan¬tian. Yang mula-mula tidur adalah Mahisa Bungalan. Baru ketika Mahisa Bungalan terjaga, maka Ki Wastulah yang merebahkan dirinya diatas batu-batu padas.
    Tetapi keduanya terkejut ketika mereka mendengar kuda mereka meringkik. Dengan sigapnya Mahisa Bungalan

    Nah….
    Itu Ki Glagah_merah sudah bisa konversi djvu ke doc.
    Hasil tahap pertama sudah bagus ki, tinggal sedikit editing dengan melihat buku aslinya…, jedi deh….
    Kapan bisa daftar jadi pasukan Retype Ki.

  17. Teng…

    • Lho…., jamku kliru…!!
      jamku wis jam siji je
      piye iki jal
      lha wong wis kadung ki
      gak iso disetip maneh
      ya wis benlah,
      wis pada bobo wae kok
      he he ….

  18. Assalamualaikum wr.wb.
    Nuwun sewu nderek absen nggih p. Satpam,
    Nyuwun pangapunten wingi sedinten mboten saget sowan.

  19. Sugeng enjang Ki Arema,
    Sugeng enjang Ki Ismoyo,
    Sugeng enjang Dimas Satpam (nuwun sewu jalaran soko panduluku P. Satpam isih luwih enom tinimbang aku).

    • Sugeng enjing Ki Arema, Ki Ismoyo.
      Sugeng enjing Dimas Honggopati (nuwun sewu jalaran soko panduluku Ki Hongopati , P. Satpam isih luwih enom tinimbang aku).

  20. sugeng enjang..Ki Arema
    Sugeng enjang..Ki Pak Satpam
    Sugeng enjang para sedherek kadang PDLS

    hadir…!!

  21. Nuwun

    Para sêpuh, pinisêpuh. pårå ubhwan, pårå ajar, pårå putut manguyu, jêjanggan, pårå tåpå, pårå tapi, pårå èndhang, pårå kadang cantrik, lan sêdåyå pårå kaki bêbahu padépokan.

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan, pårå kadang sutrêsnå padépokanTumapél Singosari”.

    Cantrik Bayuaji sudah lama tidak sowan marak ngabyantårå ing paséban, dan setelah berhari-hari disibukkan gawé mantu.

    Alhamdulillah, acara perhelatan pernikahan anakku putri berlangsung sesuai rencana, semua berakhir dengan baik, lancar dan selamat. Tangan Tuhan mengatur acara itu sedemikian rupa, sehingga paripurna ning gawénya sungguh sangat memuaskan, kanthi wilujêng kalis ing rubédå nir ing sambékålå. Matur nuwun Gusti. Terima kasih Tuhan. Alhamdulillah. Matur nuwun pårå kadang padépokan .

    Baru pada kesempatan kali ini, setelah ngaso sawêtårå, mohon perkenan cantrik Bayuaji tilik padepokan kembali.

    Tentang perhelatan, tidak banyak yang didongengkan. Hampir semua individu yang pernah melaksanakan perhelatan semacam itu pasti mengalami hal yang sama atau paling tidak mirip, repotnya, urusannya macam-macam, wira-wiri, ngurus ini ngurus itu, and de el el de el el, ….. ujung-ujungnya capek, tapi marêm.

    Pårå kadang

    Ada kejadian “unik” ketika acara syukuran pernikahan, saya tidak tahu apa pengalaman berikut ini pernah dialami juga oleh sanak kadang lainnya.

    Begini ‘dongeng’nya:

    Perhelatan syukuran pernikahan diselenggarakan di salah satu gedung pertemuan yang terletak di kawasan Semanggi, di Senayan Jakarta Pusat. Di kawasan ini terdapat beberapa kelompok gedung pertemuan. Satu kelompok gedung pertemuan kita sebut saja gedung pertemuan Auditorium I dan Auditorium II.

    Bersamaan dengan hajatan wangsa Bayuaji di Auditorium II, ternyata di gedung Auditorium I berlangsung acara yang sama, pada hari dan jam yang sama. Uniknya nama panggilan pengantin putrinya sama, Lita.

    (Nama kedua mempelai dan nama kedua pemangku hajat biasanya dicetak di atas kertas tebal dan digantungkan di antara hiasan janur pénjor, di arah pintu masuk halaman parkir gedung).

    Jadi pada siang hari itu di kawasan yang sama, tapi pada gedung yang berbeda, ada dua pengantin putri yang bernama Lita. Salah satunya adalah pengantin putri, anak ketigaku.

    Beberapa tamu undangan sempat terkecoh. Salah satunya adalah paman si pengantin putri, yakni adik saya yang baru saja tiba dan tinggal di luar Jakarta, dia masuk ke Auditorium I, ketika masuk antrian barisan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin, dia sempat bingung, karena dari yang hadir tidak satupun wajah yang dia kenal. Maka bertanyalah kepada salah seorang panitia (nampak dari pakaian adat yang dikenakan.)

    [Dilalah (dilalahitu, Bahasa Indonesianya apa ya?) acara resepsi pernikahannya koq ya menggunakan acara adat Jawa].

    “Siapa nama pengantin putri,” tanya sang paman, dijawab oleh panitia: “Lita”.

    “Lita”, berarti benar, tapi selanjutnya, “Lita putri Bapak Aji (maksudnya Bayuaji), si panitia agak bengong, dan menggeleng.

    “Oh…. bukan Pak, ini E****t* Lita putri Bapak Dr. Ir. H. **** ****** MSc. ****** **** ***** (si anggota panitia tadi menyebutkan nama jabatan yang empunya hajat, seorang Pejabat Eselon Tertinggi dari suatu departemen/kementerian). Bapak pasti keliru, kalau yang Bapak maksud mungkin di gedung auditorium sebelah Pak”

    Dan angpao pun terlanjur masuk ke kotak ……“amal”……. [anggap saja beramal]….he he he he he he. Ternyata yang “kesasar” tidak hanya sang paman, ada beberapa tamu undangan mengalami hal yang sama.

    Lha ini “susah”nya, kalau punya hajatan yang berdekatan tempatnya dan bersamaan waktunya dengan pihak lain. Lebih “susah” lagi, jika pihak lain itu adalah seorang Pejabat Eselon dari suatu kementerian. Dan “sial”nya lagi, yang menjabat sebagai Pejabat Eselon Tertinggi itu koq bukan cantrik Bayuaji. Gitu lho ??? Ngarepin…..…….. hiks…..

    Tapi. Nggak lah, Bayuaji sudah sangat mensyukuri, bahwa Allah SWT mendaphuk Bayuaji menjadi seorang hamba, seorang kawulå, karena maqom yang ditakdirkan bagi Bayuaji bukan pejabat eselon tertinggi.

    Kalau jadi pejabat, apalagi pejabat tinggi, seperti Pejabat Eselon Tertinggi itu, cantrik Bayuaji harus “disiplin melaksanakan protap sebagai seorang pejabat tinggi”, penampilannya, jalannya, makannya, senyumnya, tertawanya, guyonnya, semua serba “teratur” dan diatur, serba “artificial”, dan cenderung kaku. Jaim [Jaga ‘imej’ (image)].

    Jadi nggak bisa guyon sa’kêpênaké, mbotên parêng ngguyu bantêr-bantêr, mbotên parêng gojégan sêru-sêru, mbotên parêng “dolan” sa’ênggon-ênggon, mbotên parêng jingkrak-jingkrak , dan mbotên sagêd lan mbotên pikantuk cuwawa’an (maaf), åpå manèh ogrok-ogrok rontal seperti di padépokan ini. hiks………..

    Nah begitu ‘dongeng’nya.

    Sumånggå. Lha trus………. ??? Tunggu unjal ambêgan ndisik, ngênténi dongèng candaké.

    Kepareng, cantrik Bayuaji mau sarapan bubur sumsum.

    Konon miturut dawuhing pårå sepuh, ing nguni, bila habis punya gawé mantu, agar capeknya cepet ilang, otot-otot bêbayu yang pegel-pegel kembali pulih seperti sediakala, maka dianjurkan agar sarapan bubur sumsum, agar sumsum yang terkuras habis kembali pulih seperti sediakala. Wallahu a’lam.

    Tapi yang jelas bubur sumsum sambil ditemani teh panas tapi bukan nasgitel, jan eunnnnaakk teunannn.

    Sugêng énjang pårå kadang.

    Nuwun

    cantrik Bayuaji

    • Bejane… kalau angpau dari Auditorium I kliru masuk Auditorium II……

    • Wah mantu kok ora ngundang2, tiwas kepengin je. Syukur alhamdulillah semuanya berjalan lancar Ki Bayu, …. baguslah ada yang nyasar jadi bisa untuk bahan ceritera. Nampaknya usia kita2 ini poro Cantrik Padepokan jatuh pada era mantu2an. Kemarin Ki Arema, sekarang Ki Bayuaji, dan suk emben siapa lagi ya. Kalo saya sih juga sudah kepengin ngepek mantu, ….. nagning bocahnya kok masih seneng dolan2 baen. Yo wis salam kangen kagem semuanya, ….. Bekasi tadi pagi jam 7 masih peteng dedet, …… tapi sekarang sudah terang cuma masih grimis rintik2.
      Hayooo siap macul maning!

  22. terimakasih..🙂
    tetap selalu ku tunggu lanjutannya,yg pasti tambah seru..😀

  23. Ku tunggu 3/3 nya …

  24. Assalamu’alaikum,wah bener2 sesuai jadwal wedar
    tapi seperti biasa “NYICIL” he5x
    Matur nuwun Ki Arema & P’Satpam
    Oh yach, Ki Is kondisinya sekarang bagaimana?

    • saweranku manteb tho miSS eN eN

      • muantep tenan, tapi kog yang
        pandan lintang sawukir ndak bisa tuch

        • yo kudu nggae FB ndisit…
          terus add PLS …..

          bar kuwi,…terserah kita baduo…xixixi

          • ..lari lintang pukang…

  25. kitab 12 sudah diterima…jadi puasa ki pak satpam ?

    • he he …

  26. sudah ikut ngundhuh. suwun.

  27. Ternyata sudah ada.

    • sudah ada ternyata,

      sugeng dalu Ni KP,
      kok belum mulai menyemarakkan suasana padhepokan seperti dulu lagi to….?

  28. Kula panci remen sanget kalih “ana tutugE” lho Ki Ajar pak Satpam.
    Matur nuwun.

  29. sakaw….pusing 13 keliling, ternyata ni ken padmi setia sama mahisa bungalan….

  30. Sugeng enjang Ki Arema,
    Sugeng enjang Ki Satpam
    Mau berangkat ke mesjid ternyata mulai hujan disertai petir lagi.
    Tetapi insya Allah sebentar lagi terang.

    • Lho…
      kulo sampun wangsul…
      eh…, iya ya iki wis jam piro
      he he …
      monggo Ki.

  31. Sugeng enjang poro kadang.
    Monggo siap-siap tindak makaryo (ngupoyo upo).
    Gek upone sepiro ?

  32. Lha kok ketiwasan durung ngaturake panuwun to iki mau.
    Matur nuwun Ki Arema, Ki Satpam, ingkang sampun kerso maringi tutuge.

  33. Sugeng enjang…

    Pagi yang gelap diguyur hujan di tlatah Bekasi Selatan, semoga membawa keberkahan juga untuk para sanak kadhang di padepokan PdLS

    Sowan malih, sak sampunipun absen sawetawis wekdal. Lha kok wes tekan seri 12? Ngebut… ngebut…

    matur nuwun P. Satpam, Ki Arema.

  34. ee….jebule wis diwedar…
    ee….kok ya nylempit..
    ee…matur nuwun

    • Eeee dayohe teka,
      Eeee gelarna klasa,
      Eeee klasane bedah,
      Eeee tambalen jadah,
      Eeee jadahe mambu,
      Eeee pakakna asu,
      Eeee asune mati,
      Eeee buangen kali,
      Eeee kaline banjir,
      Eeee buangen pinggir,
      Eeee pinggire jero??????
      NGEYELLL!

      • eeee…Ki Truno rawuh
        eeee…golekno lawuh
        eeee…mung ana waluh
        eeee…waduh-waduh
        ….

  35. isi daftar hadir…
    ibukota mendung….
    gerimis mengundang….

    • On 16 Juli 2010 at 08:11 bejo said:

      isi daftar hadir…
      ibukota mendung….
      gerimis mengundang……

      …….mengundang ?
      mengundang siapa Ki Bejo????

      Selamet pagi Ki Bejo

      • ..banjir…

        Selamet pagi Kisanak sedoyo..

        • Assalamu’alaikum, mbonceng ach..
          Gerimiss miss… miss…
          Betul itu KI Kartoj,
          tapi belum dapat kiriman dari bogorkan?

          • ..nanti saya kirim-i….sedikit..hiksss

        • Wa’alaikumsalam wr wb.
          Semangat Pagiiiiii!!!!

          • Selamat pagi Ki Trupod..
            Wah kalau dah mau mantuan undang2 yach

  36. Menurut guruku dulu, di Indonesia hanya ada 2 musim..
    wah ternyata guruku salah besar

    Ternyata ada:
    musim banjir
    musim longsor
    musim bakar-bakar
    dan musim-musim yang lain

    yang paling ditunggu adalah musim rontal…

    • ..dan musim kawin….

      • he he he, ndak jauh coment-nya

  37. Sugeng enjang menjelang Jum’atan.
    Ternyata gandok anyar durung dibukak

  38. poro kadang adbm, lanjutan api sudah keluar monggo di pun pirsani

  39. keokeokeo itu jurus ki sanak yang sedang berkunjung ke daerah cleopatra, ki…

    terima kasih, ki arema, ki ismoyo, ki pak satpam dan para bebahu padepokan sekalian…

    salam, sanak kadang cantrik dan mentrik semua…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: