PBM-20

sebelum>>| awal>>| lanjut>>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 30 Juli 2010 at 13:01  Comments (57)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/pbm-20/trackback/

RSS feed for comments on this post.

57 KomentarTinggalkan komentar

  1. s.e.l.a.m.a.t.s.i.a.n.g
    Sugêng siyang pårå kadang sutrésnå padépokan pêlangisingosari.

    • Sugeng siang Ki Bayu
      Monggo dipun sekecaaken.
      He he…, kadingaren kok gasik, rawuhipun.

      • Selamat SIANG ki Bayu
        Selamat Sore pak LIK satpam

        HADIR nomer SIDJI….!!!

        • Wah selamat yach…..

          • sugeng sonten Ni NoNa,

            kok dewe-an ki Juragan
            lagi kemana njih…??

          • kursi DEPAN isih kosong
            SATU ni,….he5x

          • Matur Nuwun,
            Ada sisa kursi satu …
            Nomer Sidji!..

  2. Sugeng siang Ki Bayu, Ki Satpam, sanak kadang cantrik sedaya.

  3. Walah….
    Ngapunten…., drat untuk halaman 3 masih belum sempat di edit.
    Tetapi, memang aslinya begitu, urutan ceritanya tidak keruan, loncat sana-sini.
    Tadi sempat mereka-reka urutannya, tetapi belum sempat susun kembali. eh… sudah keburu diwedar.
    Nanti malam sajalah, naskah tersebut (yang ada di halaman 3) diganti dengan hasil editan.

  4. sugeng siang ki djojosm, sugeng siang ki si_tole.
    lapur, … akhirnya saya sudah berhasil bermigrasi dari jendela ke linux blankon ombilin.

    awalnya mencoba untuk dual-boot win-ubuntu 10.04, tetapi beberapa kali dicoba tidak berhasil.

    atas saran teman saya yang buka toko & servis komputer, untuk mem-format/resize partisi c: saya memakai acronis. program ini sangat mudah diikuti, cepat dan aman. risiko kerusakan data akibat perubahan partisi sangat kecil jika dibandingkan dengan partition magig-8.

    untuk browsing, musik dan video sudah hewes-hewes. sekarang sedang cari informasi caranya nambah/install program lainnya. ternyata harus belajar menghafal “command line”.

    nuwun.

    • Sugeng siang Ki Sukra,selamat atas migrasinya yang sukses. Mengenai partition magic 8 saya telah menginstal puluhan kompi dan alhamdulillah belum pernah gagal. Saya kira semuanya tergantung familiar engganya kita dengan sofware tertentu. Dulu saya pernah pake mandrake 9 untuk cluster computing sampe ke mandriva 10, semua itu mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri.
      Memang kalo mau menguasai linux “command line” kayanya merupakan keharusan, jadi sekali lagi selamat.
      Mohon pencerahan dari para pakar, adakah software tambahan untuk menulis Al Quran di ubuntu seperti seperti MS Word????

      • sugeng siang ki, …

        jujur saja hanya karena dalam ketidaktahuan saya mempunyai pengalaman buruk bermain-main dengan partisi. sampai sekarangpun masih “trauma”. keberhasilan dengan hd-baru mudah-mudahan bisa manghapus trauma itu.

        saya belum bisa matur banyak, karena masih level “belajaran”.

        natur nuwun.

    • Sugeng sonten Ki Sukra….

      Selamat, sudah berhasil bermigrasi ke open source, yang sudah jelas bebas dari acara bajak-membajak🙂.

      Wah, kalo saya pribadi belum nyobain yang blankon Ki Sukra, kados pundi raosipun??

      Kalo setau saya, Blankon merupakan turunan dari ubuntu. jadi untuk penambahan software mestinya tidak akan jauh berbeda. Tinggal ditambahkan daftar repository-nya saja ke /etc/apt/source.list. Hanya masalahnya, untuk blankon 6 ombilin, basenya diambil dari ubuntu berapa, saya kurang tahu, atau bisa juga diambil ke repository blankon yang ada di beberapa server.

      Masalah ‘command line’, sepertinya makin ke sini, penggunaan ‘command line’ bisa semakin diminimalisir kok Ki… dah semakin mirip sang Jendela. Semua bisa dilakukan lewat drop down menu yang tersedia. Tapi memang, kalo sudah terbiasa menggunakan ‘command line’, akan terasa lebih cepat🙂.

      • Hikss….
        ternyata kemampuan/ketrampilan TI sanak kadang Pelangisingosari hebat-hebat.
        Saya yang sudah mengenal komputer sejak tahun 80-an sudah tertinggal jauh.
        hikss….
        Baguslah.., biar dapat meninggalkan kebiasaan bajak membajak program.
        Kapan-kanan, biarlah diskusi ini disimpan pada gandok tersendiri oleh Pak Satpam agar bisa dibaca lagi oleh sanak-kadang lainnya.

        • matur nuwun kalau keinginan untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap “monopoli” sistem operasi tertutup berlabel jendela ini diwadhani ki.

          ternyata lepas dari ketergantungan (penjajahan ?) itu indah.

          nuwun.

      • sugeng enjang ki, …

        mengendarai mobil kelas 2000-an cc di kompleks permukiman dengan di jalan toll sangat berbeda rasanya. begitulah kira-kira yang saya rasakan selama memakai blankon.

        konon, blankon 6/ombilin berbasis ubuntu 10.04. semua yang bisa berjalan di ubuntu bisa dijalankan di blankon. kalo ngersakkaken buku petunjuknya, mangga, e-book versi pdf-nya <a href=http://www.4shared.com/document/mAz5yWpb/buku-panduan-ombilin.html"bisa diundhuh di sini.

        sedikit-sedikit mulai mengerti ‘command line’ ki, walaupun sering jumbuh dengan dos.

        matur nuwun atas supportnya.

        • —http://www.4shared.com/document/mAz5yWpb/buku-panduan-ombilin.html—

        • Leres Ki Sukra…. setelah kemarin saya ngintip ke website blankon, dari keterangan di sana, secara implisit nampak bahwa basis yang digunakan adalah ubuntu 10.04.

          Jadi menurut saya, kalau mau nambah software, mestinya bisa digunakan repository 10.04, walaupun kemarin saya sempet nyari2, untuk repo blankon ombilin sendiri sudah ada.

          Bisa diunduh di http://kambing.ui.ac.id/iso/blankon-repository/

          Waduh…. ebook pdf nya kok ngga bisa diunduh nggih Ki… Menawi nyuwun dipun kintun mawi sendaren kados pundi? matur nuwun sanget.

          Kagem Ki Arema, P. Satpam, matur nuwun titipanipun. sampun katampi kanthi sae.

  5. Nuwun

    Sugêng siyang. Sugêng pêpanggihan pårå kadang. Atur pambagyå raharjå dumatêng pårå kadang sutrésnå padépokan pêlangisingosari ,ingkang dahat kinurmatan:

    Cantrik Bayuaji marak ing paséban, ngêndit rontal:
    DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI © 2010. [Rontal PBM 20]

    Dongèng ing samangké kasêrat ing dintên Sukrå Wagé, Wuku Uyé Ingkêl Manuk; Srawånåmåså, mångså Kaså 1932Ç; 30 Juli 2010M; 18 Ruwah 1943 – Dal; 18 Sya’ban 1431H

    Kerajaan Sunda (581-1501 Ç atau 669-1579 M).

    Kerajaan Sunda diyakini oleh para ahli sejarah adalah kelanjutan Kerajaan Tarumanagara.

    1. Prasasti Pasir Muara.

    Rujukan awal nama Sunda sebagai sebuah kerajaan tertulis dalam Prasasti Pasir Muara. Prasasti itu ditulis dalam aksara Kawi, namun, bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu Kuno.

    Prasasti Pasir Muara ditemukan di tepi sawah, tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya.

    Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane, Cianten dan Ciaruteun. Sampai abad ke-19, tempat itu masih disebut dengan nama Pasir Muara. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang, Bogor.

    Dahulu merupakan sebuah “kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi.
    Prasasti pasir Muara bertuliskan:

    ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji sunda

    [Ini tanda peringatan ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun kawihaji panca pasagi, kekuasaan pemerintahan negara dikembalikan kepada raja Sunda].

    Tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4), Angka tahun bercorak “sangkala” dan jika mengikuti ketentuan “angkanam vamato gatih” angka dibaca dari kanan, maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Ç atau 536 M. Namun bila mengikuti rumusan angka dibaca dari kanan, sangat janggal. Adalah tidak mungkin Kerajaan Sunda telah ada pada tahun 536 M sejaman dengan Kerajaan Tarumanagara (358 – 669 M). Tahun prasasti tersebut harus dibaca sebagai 854 Ç (932 M).

    Rakryan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang Pejabat Tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut.

    Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda?

    Nama Sunda mulai digunakan oleh Maharaja Purnawarman dalam tahun 397 M untuk menyebut ibukota kerajaan yang didirikannya. Sumber prasati memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya.

    2. Prasasti Jayabupati atau Prasasti Cibadak

    Rujukan lainnya kerajaan Sunda adalah Prasasti Jayabupati atau disebut Prasasti Cibadak yang ditulis pada 4 buah batu terdiri dari 40 baris.

    Keempat batu bertulis itu ditemukan pada aliran sungai Cicatih di daerah Cibadak. Tiga ditemukan di dekat kampung Bantar Muncang, sebuah ditemukan di dekat kampung Pangcalikan, Sukabumi.

    Keunikan prasasti ini adalah disusun dalam huruf dan bahasa Jawa Kuno. Keempat prasasti itu sekarang disimpan di Museum Nasional Jakarta dengan nomor kode D 73 (dari Cicatih), D 96, D 97 dan D 98.

    Isi prasasti:

    [D 73]:
    //O// ”swasti shakawarsatita 952
    karttikamasa tithi dwadashi shuklapa-
    ksa. ha. ka. ra. wara tambir. iri-
    ka diwasha nira prahajyan sunda ma-
    haraja shri jayabhupati jayamana-
    hen wisnumurtti samarawijaya shaka-
    labhuwanamandaleswaranindita harogowardhana wikra-
    mottunggadewa, ma-

    [Selamat. Dalam tahun Saka 952 bulan Kartika tanggal 12 bagian terang, hari Hariang, Kaliwon, Ahad, Wuku Tambir. Inilah saat Raja Sunda Maharaja Sri Jayabupati Jaya-manahen Wisnumurti Samarawijaya Sakala-buwana-mandaleswaranindita Haro Gowardhana Wikramottunggadewa, mem-]

    [D 96]:
    gaway tepek i purwa sanghyang tapak
    ginaway denira shri jayabhupati prahajyan
    sunda. mwang tan hanani baryya baryya cila. i
    rikang lwah tan pangalapa ikan sesini iwah.
    makahingan sanghyang tapak wates kapujan
    i hulu, i sor makahingan ia sanghyang tapak
    wates kapujan i wungkalagong kalih
    matangyan pinagawayaken pra-
    sasti pagepageh. mangmang sapatha.’

    [buat tanda di sebelah timur Sanghiyang Tapak. Dibuat oleh Sri Jayabupati Raja Sunda. Dan jangan ada yang melanggar ketentuan ini. Di sungai ini jangan (ada yang) menangkap ikan di sebelah sini sungai dalam batas daerah pemujaan Sanghyang Tapak sebelah hulu. Di sebelah hilir dalam batas daerah pemujaan Sanghyang Tapak pada dua batang pohon besar. Maka dibuatlah prasasti (maklumat) yang dikukuhkan dengan sumpah].

    [D 97]:
    sumpah denira prahajyan sunda iwirnya nihan

    [Sumpah yang diucapkan oleh Raja Sunda lengkapnya demikian].

    [D 98]:
    indah ta kita kamung hyang hara agasti phurbba
    daksina paccima uttara agniya neri-
    ti bayabya aicanya urddhadah rawi caci patala jala
    pawana
    hutanasanapah bhayu akaca teja sanghyang mahoratra
    saddhya yaksa raksa-
    sapicara preta sura garuda graha kinara mahoraga
    catwara lokapala
    yama baruna kuwera bacawa mwang putra dewata pan-
    ca kucika nandiwara mahakala du-
    rggadewi ananta surindra anakta hyang kalamrtyu
    gana bhuta sang prasidha milu manarira
    umasuki sarwwajanma ata regnyaken iking sapatha
    samaya sumpah pamangmang na lebu ni pa-
    duka haji i sunda irikita kamung hyang kabeh …….
    paka-
    dya umalapa ikan …….
    i sanghyang tapak ya
    patyananta ya kamung hyang denta
    t patiya siwak kapalanya cucup uteknya belah dada
    mya imun rahnya
    rantan ususnya wekasaken pranantika ……
    …… i sanghyang kabeh
    tawathana wwang baribari cila irikang Iwah i
    sanghyang tapak apan
    iwak pakan parnnahnya kapangguh i sanghyang …
    ….. maneh kaliliran
    paknanya kateke dlaha ning dlaha ….
    …. paduka haji sunda umade-
    makna kadarman …. ing samangkana wekawet
    paduka haji sunda sanggum
    nti ring kulit kata karmanah ing kanang …
    … i sanghyang tapak makatepa
    iwah watesnya i hulu i sanghyang tapak i ….
    …… i hilir mahingan i-
    rikang ….. umpi ing wungkal gde kalih.

    [Sungguh indah kamu sekalian Hiyang Syiwa, Agatsya, timur, selatan, barat, utara, tenggara, barat daya, barat laut, timur laut, angkasa, bumi patala, matahari, bulan, debu, air, angin, sadhya, yaksa, raksasa, pisaca para peri, sura, garuda, buaya, Yama, Baruna, Kuwera, Besawa dan putera dewata Pancakusika, lembu tunggangan Syiwa, Mahakala, Dewi Durga, Ananta sang dewa ular, Surindra, putra Hyang Kalamercu, gana mahluk setengah dewa, buta raksasa, para arwah semoga ikut, menjelma merasuki semua orang, kalian gerakanlah supata, janji, sumpah dan seruan raja Sunda ini].

    Sumpah itu ditutup dengan kalimat seruan,

    [D 98]: “i wruhhanta kamung hyang kabeh

    [Ketahuilah olehmu para hyang semuanya].

    Batu prasasti keempat (D 98) berisi sumpah atau kutukan Sri Jayabupati sebanyak 20 baris yang intinya menyeru semua kekuatan gaib di selruh penjuru jagad dan di surga agar ikut melindungi keputusan raja. Siapapun yang menyalahi ketentuan tersebut diserahkan penghukumannya kepada semua kekuatan itu agar dibinasakan dengan menghisap otaknya, menghirup darahnya, memberantakkan ususnya dan membelah dadanya.

    Kehadiran Prasasti Jayabupati di daerah Cibadak sempat membangkitkan dugaan-dugaan. Pertama, bahwa Ibukota Kerajaan Sunda terletak di daerah itu. Namun dugaannya tidak didukung oleh bukti-bukti sejarah lainnya. Isi prasasti hanya menyebutkan larangan menangkap ikan pada bagian sungai (Cicatih) yang termasuk kawasan Kabuyutan Sanghiyang Tapak. Sama halnya dengan kehadiran batu bertulis Purnawarman di Pasir Muara dan Pasir Koleangkak yang tidak menunjukkan letak Ibukota Tarumanagara.

    Kedua, Isi prasasti itu dalam segala hal menunjukkan corak Jawa Timur. Tidak hanya huruf, bahasa dan gaya, melainkan juga gelar raja yang mirip dengan gelar raja di lingkungan Keraton Darmawangsa.

    [Sangat disayangkan, hingga saat ini sepanjang yang diketahui belum ditemukan adanya kaitan yang lebih rinci antara Kerajaan Sunda dan kerajaan-kerajaan di Jawa Timur, andaikatapun ada, maka sumber sejarah dimaksud, sangat diragukan keabsahan data kebenarannya. Cantrik Bayuaji bersama beberapa pecinta sejarah tengah menelisik data sejarah dimaksud].

    Tokoh Sri Jayabupati dalam Carita Parahiyangan disebut dengan nama Prebu Detya Maharaja. Ia adalah raja Sunda ke-20 setalah Maharaja Tarusbawa.

    Telah diungkapkan sebelumnya, bahwa Kerajaan Sunda adalah pecahan Tarumanagara. Peristiwa itu terjadi tahun 670 M. Hal ini sejalan dengan sumber berita Cina yang menyebutkan bahwa utusan Tarumanagara yang terakhir mengunjungi negeri itu terjadi tahun 669 M. Tarusbawa memang mengirimkan utusan yang memberitahukan penobatannya kepada raja Cina dalam tahun 669 M. Ia sendiri dinobatkan pada tanggal 9 bagian-terang bulan Jesta tahun 591 Saka (kira-kira bertepatan dengan tanggal 18 Mei 669 M).

    Sebagaimana sering cantrik Bayuaji paparkan, bahwa kebenaran sejarah adalah kebenaran yang bersifat hipotesa, boleh jadi apa yang dianggap benar di masa kini, akan berubah nantinya bila ditemukan data sejarah yang lebih lengkap.

    Dongeng arkeologi dan antropologi tentang Kerajaan Sunda, dicukupkan hingga di sini. Selanjutnya kita kembali ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mendongengkan kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara, di antaranya dongeng tentang Kerajaan Kalingga dan Kerajaan Kanjuruhan, suatu kerajaan yang sudah ada sebelum Kerajaan Singosari, Kerajaan Kadiri (Daha, Janggala), bahkan sebelum Kerajaan Mataram Lama.

    ånå tutugé atawa to be continued

    Nuwun

    cantrik Bayuaji

    • Wah Ki Bayuaji, ikut2 Ki P’Satpam aja
      “Ana Tutuge” he5x

    • Matur suwun Ki Bayu
      telah ikut menyemarakkan padepokan ini.
      Sayangnya, Pak Satpam masih malas memindah beberapa episode ke gandok Arkeologi.

  6. Sugeng siang menjelang sore
    Lama tak sambang padepokan, maksudnya lama tak urun komen. Biasanya hadir dengan sembunyi2, ambil rontal terus mblayu..
    salam kenal miss nona..

    • Salam kenal Ki Giendeng

  7. Cangkeman

    cangkem opo sing lambe thok ???

  8. Lho kok nyerah P. Satpam.
    Matur nuwun kari nunggu tutuge, la yen kesel rakyo kari nyantolake wedaran to yo.

  9. Sugeng dalu poro kadang sedoyo.

  10. Begitu melompati seketheng gandhok 20, langsung kuterjang pintu sethong 4 untuk menghajar dengan jurus Gundala Sasra sang Ana Tutuge yang kukira sedang bersemadi di dalam senthong 4.
    Ternyata pukulanku hanya mengenai angin kosong, tetapi sayup2 terdengar rintihan yang manyayat hati :
    Ampun…., tutuge kersanipun dipun lajengaken sanesipun.

    he…he…he….menyerah sakdurunge dadi bubrah.
    Sugeng dalu Ki Ajar pak Satpam.

    • mau mencoba memunculkan kalimat sing “mbencekno”, tapi ternyata kok ya uabot tenan.

      ampun deh, kalau diminta retype.
      Tetapi karena sudah kadung, meskipun hanya separuh ya dipasang saja.

      ternyata, enakan pegang kunci saja.

      he he …..

      • Kata Ki Ajar pak Satpam :

        ternyata, enakan pegang kunci dan setiap hari pasang cantholan saja……

        yo mesti…..ora mBencekna….!

        • mbencekno nanging ngangeni nggih

          he..he…he….he…..he……he……………….he ……………………. he ………………………… he (makin lama makin jarang, makin lemah terus tertidur)

          • Pak Satpam ini memang hebat, sambil tidur masih bisa mencetkomentar tulisan, untung nggak salah pencet…….

      • Sudah dikirim tu doc 20

  11. Sugeng enjang P. Satpam.
    Sugeng enjang Ki Arema
    Sugeng enjang kadang sedoyo

    • Sugeng enjang Ki Honggo.
      Sugeng enjang sanak kadang Pelangisingosari sedoyo kemawon
      Lama tidak menyapa sanak-kadang Pelangisingosari.
      Urusan kebun dengan musim yang tidak menentu ini sangat banyak, sehingga memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi.
      Alhamdulillah, P. Satpam cukup tangkas menggantikannya.

    • Sugeng enjang Ki Honggo…
      Sugeng enjang poro kadhang…

      Pagi yang cerah… mudah2an membawa kecerahan di hati kita semua. Selamat beraktivitas…

  12. Selamat pagi….

    ternyata pak satpam semakin pinter, feeling ki Arema ternyata hebat, karena pak satpamnya mrantasi gawe

    salut….

  13. Sugeng enjang Ki Arema
    Sugeng enjang Ki Pangeran Panji Satpam..
    Sambang padhepokan sejenak…
    sugeng enjang kadang PDLS..

    laporan cuaca
    Belambangan berawan…

  14. terima kasih ki arema, terima kasih ki satpam.
    terima kasih ki si_tole atas kesediaannya meminjamkan blankon-nya.

    • Blankon, usus buntu, mandaraka…we lah …ketinggalan tenan anggonku ngangsu kawruh

  15. Barusan saya mendapat bisikan aji pameling dari Ki Arema yang memberitahukan bahwa beliau (Ki Arema) mendapat panah sendaren dari Ki Ismoyo yang mana isi dari panah sendaren tersebut adalah memberitahukan bahwa rontal PBM-21 boleh diwedar malam ini.

    Kemudian daripada itu, bahwa saya terus pergi ke padepokan untuk melihat apakah kiriman rontal sudah datang ataukah belum. Ternyata di bangsal pustaka sudah berjejer rontal-rontal PBM yang dikirimkan oleh Ki Ismoyo.

    Berhubung karena itu, maka bilamana sanak-kadang Padepokan Pelangisingosari tidak berkeberatan, maka PBM-21 akan diwedar malam ini sebagai bonus dari Ki Ismoyo.

    Eh…, berhubung ini bonus (dari Ki Ismoyo), maka berkeberatan atau tidak berkeberatan, maka rontal PBM-21 tetap akan diwedar juga.

    Iki pengumuman opo to yo, kok gak jelas
    Begitulah, pokoknya nanti malam sanak kadang Padepokan Pelangisingosari boleh begadang untuk mempelajari Rontal PBM-20 yang diwedar siang tadi dan PBM-21 yang diwedar malam nanti.

    • Tinimbang ki Ismoyo setiap saat ngecek lan tinimbang astane ki Ajar Satpam kamigatelen anggone meh nggae cantolan, mending 20-21 diwedar saiki wae…

      Cangkem sing lambe thok : sumur/genthong……

      • Maksud inyong 21-22-23….kayak kuwek…kepriben kiyek…hiks

        • Setuju 100% Ki. Soale menurut sendaren, Ki Dukut Pakering telah tertangkap d dukuh Pring Kerep. Tugas Mahesa Agni tinggal melamar Ken Padmi untuk……..

          • Loh…mpun lamaran tho ki…
            Pantesan jarang mecungul…

      • Gak ono sirahe ning ono kupingi
        gak ono untune ning iso nyokot

        opo hayoo……

        • 1. Cangkir
          2. Macan ompong

          • Nomer 2 ki Ajar saru ah…

          • nJenengan wae sing wis kesuwen ndik alas, dadi “ngeres”

            Kuwi lawang ki.
            Biyen, yen arep mangan kedondong, dicokotne lawang disik.

            he he ….

          • Niku nyepit ki….

            Tambah ngeres….ra nduwe untu iso nyepit…hikssss

          • Hadu….
            gak ngerti aku…,
            sing ngerti mung sing wis sepuh yake.

    • Ki Ajar Satpam, yang prigel bisa aja…..hiks.

      • Wah….
        Ki Ismoyo rawuh
        Monggo Ki, katuran pinarak.
        (ndredeg iki, dicek karo Panembahan, padahal gandok 21 baru dicet)

        • Lah rak tenan tho…wis kit mau ki Panembahan ngecek kuwi
          ..Ayo ndang diwedar

          • Isih di cet Ki, ben garing disik, mengko nek usel-uselan gek belang bonteng temboke.

  16. Wah, blangkone sI_TolE ternyata bau rontal, suwun Ki, sampun ngundhuh.

  17. terima kasih, ki arema, ki ismoyo, ki pak satpam dan para bebahu padepokan sekalian…

    salam, sanak kadang cantrik dan mentrik semua…

  18. terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: