PdLS-13

<<sebelum | awal | lanjut>>

.

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 9 Desember 2009 at 17:24  Comments (113)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/pdls-13/trackback/

RSS feed for comments on this post.

113 KomentarTinggalkan komentar

  1. antri kitab no 13.

    • 2

      • nomer 2 1/2..

  2. no.2

  3. no. 3

  4. Antre no. 13 buat rontal 13

  5. enyong nomer 4 ya

  6. Sambil menunjuk orang-orang yang ketakutan itu, Hantu yg berkedok itu berkata, “he.. antre yang tertib…!!”….

    • pokoe aku antri mburine ki Anatram

      • Kula nggih tak nderek antri.

        • Kula nggih tak nderek antri

  7. BACAAN RINGAN BUAT NUNGGU RONTAL 13.

    Pada akhirnya, untuk mengisi kegiatan sehari hari, Ki Gembleh mendirikan sebuah panti asuhan untuk anak2 terlantar.
    Suatu hari Ki Gembleh kehabisan dana untuk menjaga kelangsungan keberadaan panti (bukan panti pijat !)
    Satu2nya harta berharga yang tersisa adalah seekor kuda kecil yang biasa dia pakai untuk mencari uang sebaagai kuda tunggangan anak2 di tempat rekreasi. Apa boleh buat kuda itu harus dijual.

    Sambil menuntun kuda Gembleh berjalan bersama anak asuhnya ke pasar hewan. Ketika melewati padhukuhan Buduran, orang yang berpapasan bergumam sambil memandang Ki Gembleh dan anak asuhnya dengan sinis
    – Dasar orang bodoh, lha wong ada kuda kok cuna dituntun. Lha mbok anaknya disuruh naik kuda, dari pada kecapaian jalan kaki !-
    Mendengar gumaman itu Ki Gembleh merasa risi, anak asuhnya dia suruh naik kuda sedangkan dia berjalan kaki sambil memegang tali pengikat kuda.
    Ketika melewati padhukuhan Gedangan kembali orang2 yang berpapasan berdesis dengan nyinyir,
    – Dasar anak tidak tahu diri, orang tuanya jalan kaki malah dia enak2an naik kuda !-
    Mendengar desisan itu Ki Gembleh menyuruh anak asuhnya turun, gantian dia yang naik kuda.
    Ketika masuk ke tlatah padhukuhan Sawotratap, kembali orang yang berpapasan mencibir sambil berkata,
    – Dasar orang tua selon, anaknya disuruh jalan kaki dia malah enak2an naik kuda !-
    Ki Gembleh langsung menyuruh anaknya naik kepunggung kuda bersamanya. Jadilah kuda kecil itu menahan beban dua penumpang, jalan terseok seok.
    Sesampainya di Kademangan Jemursari, ki Gembleh langsung menuju ke pasar hewan. Orang2 di nJemursari yang melihat ada kuda kecil dinaiki dua penumpang pada melotot sambil mencaci,
    – Dasar orang tak punya rasa peri kehewanan, masa kuda sekecil itu dinaiki berdua ? Biadab ! –

    Mendengar itu Ki Gembleh langsung meloncat turun dan langsung berteriak penuh amarah,
    – Hai orang2, apa sih mau kalian sebenarnya ?
    Kami berdua berjalan kaki, dicemoh. Anakku naik kuda juga dicerca, aku yang naik kuda juga dicibir, kami berdua naik kuda dihujat.
    Ketahuilah hai orang2 pandir, saya ini orang yang baik. Bahkan saya punya panti asuhan, dan saya rela mengorbankan kuda yang saya sayangi ini dijual untuk biaya hidup anak2 di panti asuhan saya.
    Coba kalian pikir, hebat tidak saya ini ?.
    Kurang baik apa saya kok masih dicerca terus ?-

    Tiba2 ada orang yang menepuk pundak Ki Gembleh dari belakang, sambil terengah-engah menahan emosi dia membalik untuk melihat siapa yang berani menepuk pundaknya.
    – Eh, Adimas Kompor, kok ada disini ?-

    Orang itu, yang ternyata Ki Kompor tersenyum sambil berkata sareh,
    – Kakangmas Gembleh, kenapa harus marah2 mendengar komentar orang ?
    Apalagi Kakangmas sampai menyombongkan diri sebagai orang baik, hal itu sangat tidak elok dan akan mengurangi pahala atas perbuatan baik yang sudah Kakangmas lakukan.
    Kakangmas harus belajar pada Ki GD, Nyi Seno, Ki Ismoyo, Ki Arema, Ki Sukra, Ki Zacky yang tanpa pamrih selalu cancut taliwanda untuk membahagiakan para cantrik tanpa dibumbui dengan kesombongan. Bahkan apabila ada komen yang nylekit, mereka tetap sareh dan lembah manah tidak pernah duko !-

    Secara kebetulan Ki KartoJ yang sedang lewat di kademangan nJemursari melihat Ki Gembleh sedang dinasehati oleh Ki Kompor, langsung tertawa terpingkal pingkal kegelian.
    Yang lebih mengenaskan, Ki Pls yang mbeling dan kebetulan berada di lokasi juga nyeletuk,
    – Haiyah, padune ben rontal 13 ndang diwedhar wae ndadak nganggo nyindir2 barang, hiiksss-

    (cerita ini bukan diambil dari gandhok sendiri namun disadur dari mana ya ? mbuh wes )

    • kudu ngguyu mekekelen..

      keokeokeokeokeo..(sing nduwe trademark iki wis ra tau rawuh maneh)

      • Kulo ngguyu mekekelen…amergi nyawang ono wong dhodol Jaran koq teng Jemur sari !…mesti kudu nggowo sempritan karo diewangi Patwal..hiks.

        • hehehehhe…
          la aku sakben dina lwt jemursari kok ra ngerti ono ki gembleh nggowo jaran..hehehehhe

  8. Absen disik … dan siap rondha!

  9. Absen tengah malam….

  10. Absen isuk umun-umun, uthuk-uthuk…

  11. Absen pagi, nunggu rontal PdLS-13.
    salam,

  12. hadir…dereng kawedar ta?

  13. ngabsen, sambil duduk manis nunggu rontal di pajang.
    jangan jauh-jauh, ki. susah ngeliatnya🙂

    • Terima kasih retype PdLS-5 dan ADBM IV-2 nya Ki sunda.

      Maturnuwun…maturnuwun… :))

  14. Absen sekalian tanya :

    Adakah yg bersedia gotong royong membantu me-Retype ADBM IV sampai selesai ?
    Terima kasih.

    * seperti pada awal-awal dibukanya ADBM doeloe.

    • lha ya ayo! siapa takut? saya dijatah jilid berapa? info bisa ke ssanjoto@hotmail.com

      • Terima kasih kesediaan Ki Hartono untuk membantu menyelesaikan retype ADM yg tersisa.
        Saya coba konfirmasi Ki Sunda dulu Ki, katanya masih ada stock retype. Cuman saya belum tahu sampai jilid berapa.

  15. absen hadir sambil antri….

  16. Nunggu rontal Pdls-13 di Pajang….!!!

    sekalian mau melancong ke Mataram,
    mampir sebentar di Sangkal Putung,
    Nginap di Padepokan ki Widura…..

    Ki Senopati Pdls ber-nostalgia

  17. hadir, ngisi buku tamu, menunggu ransum! maaf kalau saya tidak terlalu sering mampir ke gandok ini…

    • gak apa2 ki..
      ki hartono ngisi buku tamu aja kami sudah senang koq..(hehehe..berasa yg punya ya gw)

  18. Slamat siang

    Wah huebat juga Akuwu Tunggul Ametung , menurut info para emban Sang Akuwu sebelum kenal Ken Dedes selama ini belum pernah kenal sama Gadis (kenal dalam arti sangat mendalam).

    Jabatan Akuwu kan seperti Adipati, seorang yang berkuasa di daerah tsb.Sabda pandito ratu, ibarat hanya menunjuk jari tangannya semua bisa terjadi.

    Kayaknya Sang Akuwu bukan Lelaki Metropolis bukan pula seperti Pangeran Cendana yang diibaratkan SENTIR DI kerumnuni Laron………… indahnya lidah api yang menyesatkan,saat laron berani mendekat tanggallah sayapnya lalu merayap dalam dinginnya lantai, bahkan terkadang bukan saja sayapnya, tubuhnyapun hanyut menghilang.

    Biasanya laki-laki yang seperti ini kalau sudah kadung tresno ,semua akan diserahkan ke pada pasangannya , baik harta maupun jiwa dg sepenuh hati, jeleknya kalau di cidrani akan muntab sampai seisi dunia diobrak-abrik.

    Inilah jalannya sejarah.
    Ini juga tentang takdir

    Melalui Sang Akuwu yang berangngasan namun jantan,kadang dikatakankan bodoh , namun dalam bertindak walau menuruti perasaan saat itu berani menanggung resiko tercoreng mukanya sampai beribu tahun kemudian.

    Akuwu Tunggul Ametung menjalani takdirnya menghantar seorang Berandal Kecu (pencuri,perampok dll) menjadi Maharaja.

    Semoga cerita Ken arok bisa menginspirasi kita,tak peduli siapa DIA asal bekerja dgn keras,memandang ke depan dgn optimis, apapun bisa terjadi .

    Suwun

  19. Kiye ceritane Panembahan Ismoyo sing lagi nglakoni tapa ngrame. Kanggone sang panembahan, apa bae sing katon kabeh ngelingaken maring Sing gawe urip. Sedawane dalan ora mandeg-mandeg sang panembahan ngucap, “Segalanya tampak seperti Engkau…..”
    Nyawang gunung, “Gunung yang indah…. Tampaknya seperti Engkau…”
    Angger weruh kembang, “Bunga yang cantik.., tampaknya seperti Engkau..”
    Angger ndeleng panorama, “Alam yang mengagumkan…. tampaknya seperti Engkau..”
    Ki Gembleh sing diam-diam ngetutna suwe-suwe dadi jengkel. Masa kabeh-kabeh “Tampaknya seperti Engkau!!”
    Akhire Ki Gembleh ora kuwat ngempet jengkele, terus takon maring Panembahan Ismoyo, “Panembahan, bagaimana kalau panjenengan melihat orang tolol?”
    “Tampaknya seperti engkau..” jawabe panembahan karo nuding Ki Gembleh.

    • akhirnya aku iso ngguyu ala padmiria…….

      suwun Nyi

    • ha….ha….haaaaaaa!!!!!…

      • Huuusssshh…!!!

        • his..his..his….kedekot ye….

          • Nek niku jaran2an rak’an Ki…

    • hehehehehhe…
      aku melu ngguyu ni kp…😀

      • Asli…lucu tenan

    • Biasane inyong sing ngenani Ni ken Padmi karo Ki Pandan, gentenan siki inyong sing dijedutna karo Ki Gembleh, sing gede pangapurane ya Ki Gembleh… he he he.

  20. Barusan saja nengok padepokan sepuh adbm. Ternyata masih ada 16 cantrik yang meguru disana. Tidak sepi sepi teuing lah kang ki Sunda mah.
    Disisu lain Ni Ken Padmi, Kang PLS,ki Karto J dan lainnya tetap setia menanti lontar PdLS 13.
    Saya juga ikut ngantri aaaach.
    Cuma heran aja kang PLS kok “lembut” amat mengomentari Ni KP. “akhirnya aku iso ngguyu ala padmiria……”
    Hmmmm gejala apa ini?

    • nyuwun sewu ki..
      sampun dipesenin : tong mbelink keneh akang …

      • mbelink oge teu naon-naon, barudak! Sok, mbelink!

        • matur suwun Nyi..
          sampun kerso udak2…

        • Euleuh..euleuh..eta budak mbelink deui ! kumaha ateuh geuning ?..tapina cek ceuk Ken Padmi teh ……..teuk Neon Neon !

          • nanaonan etah kang..?

            kumaha iyeu…? abdi teh sanes muridna Nyi KP..

            walah…… iki pada ngomong apa to? kadit itreng aku

          • Ari neon teh..lampu !!

          • Weh…Ki Senopati rawuh….anu Ki sami dho kadit raijo dados dho ngisup sedoyo…ngrantosi batik…skih.

          • Ki Zakcy…!!
            tolong dong, aku gak ngerti iki..?

          • aku melu bingung..hiks..

          • yo wis…tak melu bingung, nderek ki Senopati

          • Bingung ra po2…….asal ojo mbingungi.!

        • Yang dimaksud oleh Ni KP secara benar adalah :
          Waktu Ki Pls bertanya pada Ki Ismoyo, kalau melihat orang ganteng apa yang mau dikatakan.
          Tanpa berpikir panjang Ki Ismoyo kontan menjawab ” nampaknya seperti engkau ” sambil menunjuk Ki Gembleh yang ada disebelah Ki Pls.

          • ngestoaken ki…

            kulo ngakeni kalah mpun

            ki Gembleh dilawan

          • kayane bener apa ora ya, hiks.

  21. yang mbaurekso Padepokan binggung…..hiks

    sama ki SENO,…..saya juga ga ngerti maksude
    ki KP…mbok saya dikasih krepek-an boso londone

    Iya ki, saya ngertinya seperti yang ada di TV itu: Ini teh Susu

    • Bukan ini mah susu….
      iya ini teh susu……

      Bukan ini Mah susu….
      iya ini teh susu akang….

      Bukan 3x

    • Ati-ati ki, ojo kleru susu teteh blaik deh

  22. Inilah guyonan ala adbm yang ga ada ditempat lain sampai sampai Ki Senopati-nya turun gunung sambil nunjuk initeh susuna saha?????
    Nuwun sewu Ki ditambahin sedikit biar rame.

    • hiksss……..

      initehsususanasahaanumenisemelohe……

    • Rame oke, tapi rusuh..?

      • aku ra meh melu2…

        sing rumongso “nduwe” meh nesu tenan koyone…

        • Hiksss……

        • Wis jan pancen mBeling tenan.

  23. Hem heem heeem…….!!!
    Muka merah tanda2 ada kemarahan yang tertahan, ki SENO memanggil cantrik yang leyeh2 dekat pintu gandok Pdls-13.
    “kamu siapa” tanya ki Seno
    “yudha ki…” si cantrik muda menjawab sambil berjalan mendekati ki Senopati.
    “kenapa kamu diluar” kembali ki Seno bertanya,
    sambil membuka buntelan yang ada disebelahnya
    “didalam penuh Ki,saya sendiri terlambat masuk gandok” dengan jujur si cantrik menjawab.

    Ishoma dulu……..hiks

    “kamu tau apa yang ada di tangan kanan ini”
    kembali ki Seno bertanya.
    “belum tau ki…” ki Seno melanjutkan “bawa
    ini rontal,simpen baik2,…kamu boleh baca
    dulu isinya,ingat sendiri” dengan senyum tipis
    si cantrik menerima rontal Pdls-13….asiik2.
    “tunggu dulu,…selesai baca kamu taruh itu
    rontal dipajangan dekat pintu gandok,ngerti”
    njih ki……si cantrik menjawab.

    (10/12/’09 kutipan dari gandok sebelah)

    dalam hati ki SENO berkata “jangan2 dibawa
    pulang tuh rontal……bisa berabe”.

    • mbok aku dikirimi ki tumenggung……….

      • Sstt……ki Seno bilang, selesaikan
        dulu baru boleh kirim itu rontal….

        saya mau pulang dulu ya ki…nanti
        saya kirim via Email (hiks2) permisi,

        • ki Tmg. urikan

          • Gak po2 Ki….Ki Tmg. gak tau nek rontal-e sing di gembol niku isin-e…..buku nyanyian…ben diapalno !

          • lagu turi2 putih yo ki…..

          • kutut manggung ki,
            sehari 2x hihihi…..

  24. tak sawang2 soko kadohan,..ki Senopati nembe mesam-mesem mergo cantrik2e podho gegojegan nganggo boso kawi…

    sajake meh mbukak gandhok anyar kae…
    luwih becik aku dak nginjen neng pakiwan tengen sek..

    • Halaman 2 :

      Tetapi, janjinya memang rontal diwedar dua hari sekali, belum waktunya. he he …..

      Koyone biyen janjine sehari-selontar,…koyo ulo2 ada cover ada harapan

      hikss…..

      • engkang leres punopo dua kali sehari njih ki Seno?

        • Leres Ki ….sebab nek tiga kali sehari meniko …ngunjuk obat !

          • Leres Ki….sebab nek lima kali sehari meniko… manten anyar !

          • nek sehari sekali niku jatahe ki Senopati

          • 2x sehari ki……….
            jarang2 sehari 1x hiks

            mboten parenk nesu
            njih,

  25. Guyonan gandhok sebelah, sekedar menghibur sambil nunggu wedaran sapi..eh..kitab..

    Pada suatu kunjungan di sebuah peternakan yg dilakukan oleh rombongan pejabat beserta istri, seorang pemandu acara menceritakan bhw sapi di tempat tsb sangat sehat dan kuat-kuat..

    Pemandu: “Bapak dan Ibu, ini sapi dari New Zealand sangat kuat, sehari bisa 3 kali berhubungan dengan sapi betina”
    Ibu-ibu sambil nyenggol suaminya: “Tuh.. Pak 3 kali sehari, bisa nggak..?”

    Trus lanjut lagi – Pemandu: “Bapak dan Ibu, ini sapi Australia lebih kuat lagi, sehari bisa 5 Kali..”
    Ibu-ibu nyenggol lagi suaminya: “Tuh.. pak 5 x bayangin..!!”

    Bapak-bapak semakin panas dan tanya kepada pemandu, “Pak… itu 5 kali dengan betinanya yang sama apa enggak…?”
    Pemandu: “Ya…. beda-beda dong Pak..”
    Bapak-bapak: “Tuh…… Bu, betinanya beda-beda..

    Tancep kayon…

    • Terus ibu ibu nyenggol suaminya lagi :” wis gak po2 Pak…5 hari sekali kitakan dari Mataram….

    • Ki Anatram iso . . ae, Nyaiku ngguyu kekelen.

    • Nyaiku ra iso ngguyu…

      • Arep ngejak ngguyu nyaine kudu ke penghulu sik…

      • On 10 Desember 2009 at 17:43 anatram Said:

        Arep ngejak ngguyu nyaine kudu ke penghulu sik…..

        pulang dari penghulu,mampir nonton
        srimulat ki……

        • Ora, Ki..mulih dari penghulu, nyaine di gelitiki…ben ngguyu..

  26. Alhamdullilah, matur nuwun Ki Kitab sampun kelacak lan sampun kulo unduh.

    • nganggo kiai koco benggolo….

      • yang ini belum termasuk “BONUS” ya ki,

        selamat buat Padepokan Adbm…sampai
        juga akhirnya (4.000.000 klik)

      • Saya sudah belajar main jathungan kok Ki, dadi rasah nganggo kiai koco benggolo wis ketok . .

        • sajake biasa nginjen..lah wong cuilik banget koq yo katon…

        • Maturnuwun sasmitanipun, Ki Gendut.
          Langsung ketok…ipun.

  27. Matur nuwun Ki Arema….rontal sampun kulo pendet saking warung Pojok !!!

  28. Nuwun sewu Ni KP, andheng-andhenge kulo dumuk sekedap….

    • Maturnuwun Ki Arema, lha kok didelehke nggon andheng-andheng…

      • mancing2 kembang matraman

        • Matur nuwun ki Arema pdls-13.pptx sampun dipun-unduh. Kulo mboten wantun mancing2 kang. Ajrih saestu.

  29. Sugeng ndalu

    Matur sembah nuwun Ki Arema lan bebahu lainnya, sampai TIMBILEN nggone ngintip.

    Sywyn

  30. matur nuwun ki kitabe sampun di donlot

  31. On 10 Desember 2009 at 17:37 yudha pramana Said:

    yang ini belum termasuk “BONUS” ya ki,

    selamat buat Padepokan Adbm…sampai
    juga akhirnya (4.000.000 klik)

    Ada sedikit bocoran dalam rangka ucapan selamat Padepokan ADBM mencapai 4.000.000 juta klik, yang biasanya PdLS wedar 2 hari sekali, kemungkinan besok jum’at Ki Senopati medar PdLS-14 sebagai bonus.

    Ngapunten Ki Arema…..

    Njih Ki, ngestokaken…….

    • setujuh puluh…nopo maleh nek kembali ke pakem ADBM…satu hari satu kitab

      • melu barisan setujuh puluh…..

  32. Dan MAd_BB-03 pun sudah bisa dicermati.

    • matur nuwun ki,
      maen gunungan lagi ahh,mumpung Panembahan
      ga ada di Padepokan……!!!

  33. Matur nuwun KI, kitab pdls-13 sampun kapundut.
    salam buat semua,

  34. maturnuwun ki Arema, ki Ismoyo dan ki GD … sudah ikutan ngunduh dengan lancar …

  35. tiwas nginjen semua bagian bagian cover, nyari andheng-andheng. eh, jebule andheng-andheng di luar cover. terima kasih, langsung disedot…

  36. Komen Ki Gembleh udah gue raba perkata kayak orang buta baca hurup braile (kalo enggak salah tulis), ternyata tertipu awak……
    Tankyu untuk permainannya…asyik gilaaaaaa…..
    (ini akibat malu bertanya sesat di gandhok)

  37. hadir menjelang dini hari. hatur nuhun. langsung disedot.

  38. Nyuwun ngapunten, mbok bilih wonten sedherek sadaya ingkang kersa paring sasmita, rontal 13 wonten pundi nggih? Nuwun.

  39. he he …
    panjenengan padosi bintik alit wonten pojok nginggil.

  40. Matur sembah nuwun, Ki Arema. Rontal 13 sampun kapundut.

  41. Wadalah Ki Arema…wonten titik cemeng wonten pojok nginggil lap top kulo dipun dhudhul mboten kawedar…kulo trawacak aken jebul cipratan umbel…blaik tenan

  42. Salam semua, ngebut bacanya, baru sampai sini… sampai lupa “kulo nuwon” … ilmu-ilmu tua keluar lagi nih…

  43. Hem….pdls.13…. tkpnya disekitar rumahnya pak risang….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: