PdLS-23

<<sebelum | awal | lanjut>>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 24 Desember 2009 at 18:50  Comments (56)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/pdls-23/trackback/

RSS feed for comments on this post.

56 KomentarTinggalkan komentar

  1. Ndherek Antri……

    • nomer 1

      • nomer… 8

        • Nomer lora …… lumayan …. telat

          • pokok entuk nomor

          • PdLS-23 dibawa Ki Pandanalas ke sawahe tonggo, monggo dipadosi sak meniko kemawon.

  2. PdLS-23

    SELAMAT HARI NATAL
    Bagi ki sanak yang merayakannya

    ni sanak mboten diselamatin ki

    repot…, sinten malih?
    hikss…

  3. bonos natalan kie

  4. selamat merayakan natal dan menyambut tahun baru 2010

    • wah sepi banget, aku ijen kadhemen ki.

  5. Hangaturaken SUGENG NATAL katur para kadang yang merayakannya.
    Matur nuwun rontalipun (maksudnya rontal 22).

  6. Whaduh betul2 penasaran. Siapa ya yang datang?
    Nebak2 boleh dong daripada penasaran terus.
    Sumpah saya belum tau ceriteranya lho, ini ngarang aja jadi kalo cocok jangan ada yang sewot.

    PDLS 23
    Cahaya obor itu kemudian berjalan kembali semakin mendekati perkemahan orang2 Panawijen tersebut. Ki Buyut yang memegang tombak pendek nampak duduk di sebuah batu di pelataran perkemahan. Sementara orang2 Panawijen bergerombol ketakutan dalam kebimbangan antara melarikan diri ataukah tetap bertahan di perkemahan itu.
    Sementara Patalan yang masih pingsan terus dikipasi-kipas oleh Sinungsari, dan Djinan memborehi perut Patalan dengan bawang merah yang dibejek dalam minyak klentik.
    Perlahan-lahan Patalan pulih kesadarannya, kemudian Patalanpun tersenyum. Sinungsari dan Djinan menggoncang tubuh Patalan sambil bertanya : He,….. apa yang terjadi dengan Mahisa Agni dan Pamannya, Patalan?
    Mendengar pertanyaan Sinungsari yang cukup nyaring, maka orang2 yang bergerombol itupun mendekat ke perkemahan Patalan. Demikian juga Ki Buyut segera bergegas mendekat ingin mendengar sendiri jawaban dari mulut Patalan.
    Tetapi patalan hanya tersenyum saja, bahkan kemudian ia bangkit duduk dan minta air minum. Minum, …… minum, …. aku haus sekali.
    Segera saja seseorang memberikan lodong bambu kepada patalan. Dengan rakusnya ia menenggak air dari lodong bambu itu, ………. kemudian disapunya mulutnya dengan punggung tangan, menghapus bercak air yang membasahi dagu dan pipinya.
    Sementara itu Ki Buyut sudah berjongkok di samping Patalan, sambil bertanya : Bagaimana ngger, kamu sudah tenang? Coba katakan apa yang telah terjadi dengan Agni dan Pamannya.
    Ki Buyut, dan saudara2 semuanya, ternyata Yang Maha Agung telah memberikan anugerah yang tiada tara kepada kita semua!
    He, ……. apa kau sudah berubah ingatan Patalan? Apa kau ketemu hantu Karautan, atau kamu bukan Patalan, tapi hantu itu? Teriak Djinan.
    Mendengar kata2 itu maka orang2 yang mengerumuni Patalan tiba2 mundur kecuali Ki Buyut yang tetap tenang.
    Bahkan kemudian Ki Buyut bertanya lagi kepada Patalan : Jadi nampaknya yang datang itu bukan orang jahat ngger? Tapi siapa?
    Ki Buyut, ……… ternyata yang datang itu rombongan prajurit Tumapel yang membawa bantuan dari Akuwu Tunggul Ametung.
    He, ………..kau berkata sebenarnya?! Semua orang terkejut dan bersorak hampir bersamaan. Kemudian bergemalah suara gaduh bagai di sarang tawon karena masing2 orang mempunyai pendapatnya masing2 tentang kehadiran orang2 Tumapel.
    Maka serentak orang2 itupun keluar berhamburan ke pelataran memandang iring2an yang ternyata sudah semakin dekat.
    Dengan hati berdebar-debar orang2 menunggu rombongan itu. Namun debar di hati orang2 Panawijen itu berbeda dengan debar semula. Kini mereka berdebar-debar gembira, karena ternyata yang datang adalah karunia dan bukan petaka seperti yang semula mereka khawatirkan.
    Patalan, Sinungsari, Djinan dan Ki Buyut bahkan ikut keluar halaman menunggu iring2an obor yang semakin dekat. Rasa bahagia tidak dapat terhapus dari pancaran wajah mereka, termasuk orang2 yang semula sudah bersiap-siap untuk meninggalkan perkemahan itu.
    Kini rombongan itu sudah semakin dekat, dan dalam cahaya obor maka nampak Mahisa Agni dan pamannya berjalan paling depan bersama-sama dengan pimpinan prajurit Tumapel. Di belakang mereka nampak gerobak2 sapi yang syarat muatan, dikawal oleh ratusan prajurit berjalan kaki dan beberapa yang lainnya menunggang kuda.
    Akhirnya oleh Mahisa Agni rombongan itu diarahkan menuju sebuah lapangan yang agak luas, dan gerobak2 itu dikumpulkan berderet di tengah2 lapangan, para prajurit berdiri berjajar di kiri akanan gerobak2 tersebut. Kemudian dilakukanlah sebuah upacara singkat, …………. seorang pimpinan parajurit Tumapel yang ternyata adalah Witantra, memberikan sesorah didampingi oleh Mahisa Agni dan Pamannya.
    Kemudian Mahisa Agnipun menyambut dengan sesorah pula sebagai ucapan penerimaan pemberian bantuan dari Akuwu di Tumapel kepada rakyat Panawidjen. Namun kemudian Mahisa Agni teringat kepada Ki Buyut yang ada juga di tempat itu, sehingga kemudian dipersilahkannya Ki Buyut untuk memberikan sambutan atas nama masyarakat Panawijen.
    Dari sesorah Witantra maka ternyata bahwa rombongan itu membawa 25 gerobag yang masing2 ditarik oleh 2 ekor sapi, yang masing2 gerobak berisikan bahan2 makanan berupa beras, jagung, kopi, gula kelapa, untuk keperluan jaminan hidup 50 orang selama enam bulan. Selain itu gerobag itu juga memuat berbagai pealatan untuk membuat bendungan dan juga alat2 pertaniannya. Selain itu juga disediakan hewan2 piaraan beberapa pasang seperti kambing, ayam, itik, dan kerbau. Kemudian dari sesorah Witantra juga ternyata untuk sementara diperbantukan 20 orang prajurit dipimpin oleh seorang lurah untuk ikut menyelesaikan pembuatan bendungan. Selain itu mengingat adanya laporan bahwa beberapa kali terjadi gangguan keamanan di Padang Karautan, maka ditempatkan beberapa perwira prajurit berkuda Tumapel untuk mengamankan wilayah tersebut, yang dipimpin oleh Ken Arok.

    • Dilanjut sampai tamat, juga gak papa… Ki🙂

    • Biar Ki Gembleh aja yang nerusin.

    • Kalo Ki Gembleh yang nerusin, nanti akan muncul pendekar wanita yi Ni Ken Padmi, putri dari Empu Gandring yang menyusul bersama seorang teman pria.

      • Jebulane sedulurku siji pinter nulis cerita juga yah.
        Monggo dilanjut ki Truno, nuwun tulung disisipi kisah pendekar petani atau petani pendekar sing pengen ngluku sawah tapi ora nduwe sawah. Arep ngluku sawahe wong dekne wedi dikemplang pacul tonggone. Mesakne. Yen gelem saba nang Bekasi tak wenehi sawah sing lagi diolah para mentrik.

        • kadose koq menarik nek didamel cerbung..

          niku pengalaman pribadinopo karangan kemawon ki…

          • Niku pengalaman sederek kulo ki namung piyambekipun mboten teng Bekasi, merantau Riau daratan nopo Riau Kepulauan. Kesupen kulo.

          • berarti ki Senopati Gagak Seta njih ki…

  7. golek sisik melik tengah wengi…
    meh ngluku koq yo ra nduwe sawah dewe..
    meh ngluku sawahe tonggo,..jebul gek dipaculi sseng nduwe..

    hiksss

  8. PdLS-23

    SELAMAT HARI NATAL
    Bagi ki/ni/nyi sanak yang merayakannya

    hiksss…mboten parenk duko ki Seno…

    • mboten duko, namung ngedumel.
      hiks…

    • Ki Pandan berharap kata pembukanya jadi tautan, hari ini juga, waktu ini juga.
      He he he, ……….. ojo nesuuu!

      • Sugeng enjing Ki Truno.
        Lebah Madu libur to Ki.

        Taksih dereng wancinipun wedar Ki.
        Ingkang mboten Natalan, supados mbiyantu reresik griya rumiyin.
        Mangke menawi suryo sampun mulai lingsir mangilen.

        • Matur suwun Ki Arema ….
          Sambil lek-lekan …. bisa menikmati PdLS-23, 24 dan 25 sekaligus … (Terusannya Hari Ibu (Mentrik)12/22, Hari Cantrik 12/23, 12/24 Hanukah dan 12/26 Hari Natal …

          • Eh …. 12/25 Hari Natal. Sedangkan PdLS-26 diwedar tanggal 26, untuk menghibur keluarga korban bencana Tsunami beberapa tahun lalu.

            hikss…

        • nek lingsire mangetan..kiamat ki…

          • Mpun diunduh kemawon, sampun wedar kok, haiya…

          • ngestoaken ki…
            punopo gandok sebelah mpun saged diunduh ki…?

    • hiksss…mboten parenk duko-ngedumel-nggruntel ki Seno…

  9. Jebul wis sore…Sugeng sonten !
    ..dho nang ndi kabeh tho yoo…

    • wonten kula Ki, nembe negga mendung supados jagad dados peteng, supados Ki Senopati gragapan pun wastani dinten sampun dalu terus panjenenganipun ngwedhar rontal 23.

      • Sugeng sonten….mboten tindhakan Ki….libur panjang ?

        • pangestunipun mBoten libur Ki,
          wonten sabin nembe wayahipun panen dados kedah dipun tenggo supados pantunipun mboten dirayah peksi manyar.

  10. Wuiiih, sampun dipun wedar PdLS-23……ra nganti nunggu srengenge mangilen, baru ashar malah, hiks,
    ndang diunduh……he he he.

  11. matur nuwun Ki Panembahan, Ki Senopati.
    rontal 23 sampun kawula unduh, mboten sah nenggqa lingsir dalu. nuwun.

  12. matur nuwun, kali ini saya undhuh langsung dari gandok ini karena di gandok ADBM belum ada tautannya. wuih, guampang ngundhuhe…

  13. sampun ngundhuh.. guampang banget… kali ini saya nggak perlu ke gandhok adbm dulu (belum ada tautannya sih…)…

  14. kayaknya lalu lintas sepi, … mak wussss, … 10 detik wis ke-unduh.

    matur nuwun, …

  15. Jam telu sore, PdLS-23 diwedar,
    Jam enam sore, PdLS-24 diwedar,
    Jam sembilan malam, PdLS-25 diwedar,
    Jam duabelas tet, PdLS-26 diwedar.

    Monggo Pesta akhir tahun 2009

    • Ki Zacky,
      Monggo JdBK-39 diwedar sak meniko …
      Moso nJenengan kalah kalih Ki Arema ….
      nJenengan kan Senopati termuda dalam jajaran Telik Sandi asal Madiun ..?

      Ora parenk duka ….

      • Ki gagak Seta,
        Monggo MAd_BB-14 diwedar sak meniko …
        Moso nJenengan kalah kalih Ki Arema ….
        nJenengan kan Senopati aspiratif-akomodatif dalam jajaran Telik Sandi asal Madiun ..?

        Ora parenk duka-nggrundel ….

      • Wah … ternyata MadBB-14 juga giliran Ki Zacky / Ki Lazuardi ..

      • MOngo dipilih ki mau jdbk 39 apa mad_BB 14 …..

        • pengin dua2nya…

        • Wah Ki Widura …. Wah kemana neh ? Hiks

          • Baru bangun Ki Zacky, sudah nunggu sampai jam 3 pagi ..

        • Sabar Ki …..

  16. matur nuwun ki sampun diundhuh kitabipun

  17. matur nuwun ki Senopati Arema ,,,,,,,

  18. Matur nuwun ki Arema ….

    • ikutan di belakang ki Zacky … suwun ki Arema dan ki Ismoyo …

  19. matur suwun

  20. Matur nuwun ki Arema

  21. Matur nuwun Ki,..diundhuh kitabipun

  22. wah matur nuwun ki Zacky kagem MAdBB 14 ipun.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: