PdLS-46

<<sebelum | awal | lanjut>>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 4 Februari 2010 at 06:00  Comments (104)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/pdls-46/trackback/

RSS feed for comments on this post.

104 KomentarTinggalkan komentar

  1. ya wis, tak angler ndisit…

    • oh, iya, pagi ini masih mendung, hanya semangatnya yang masih cerah…:mrgreen:

      • Selamat pagi para kadang, apa kabarnya Ki Ismoyo ? Semoga dalam keadaan sehat demikian juga dengan kami. Meskipun pagi ini mendung yaaa jangan lupa jaga kesehatan … gitu aja dulu dan disambung besok untuk ketemu lagi.

      • Nginthil .NOMER SIDJI… ning mburine Ki Banuaji …

        • Absen untuk Ni Ken Padmi ….
          ben cepet sembuh ….
          Nanti bisa ke Mal lagi …. hiksss

          • Nginthil NOMER LORO….
            ning mburine Ki Banu…
            ki Widura….
            ni Ken Padmi…

          • Yo wis lah, nderek ndlosor dateng mriki kemawon….

          • ..nomer loro…..

        • ..nomer loro…

    • ..nomer loro..

  2. Hadir di pagi hari,
    Semoga kesehatan dan keselamatan selalu tercurah dari Allah SWT utk saudara-saudaraku semua.
    Bagi yg sedang terkena musibah semoga segera disembuhkan.
    Amiin.

  3. assalamualaikum.wr.wb
    selamat pagi saudaraku sekalian..
    kabar ki ismoyo gimana, apakah sudah ada titik terang?

  4. hadir…
    laporan cuaca pekanbaru.. grimis cilik cilik… uadhemm

    • neng nggonaku udan deres…

      neng nggone ki wie udan grimis..opo udan lokalan yo..opo malah ngudani tonggone

      • Udan-udan kok malah ngudani tanggane, opo yo ora kademen…
        Hiksss…

        • mang tangkled ki Wie…

          nek kulo dereng nate ngudani tonggo

          • Ngudani awake dewe saben dino, nJih?
            Sampun nate diudani, Ki?
            DERENG ……. dereng nate nolak … hiks,

          • wah nek ngudani tanggane mangke malah dilaporke ki PA…repot … ndak melu melu… hixxx…hixxxx…

  5. cuplikan dari gendhak sebelumnya

    On 3 Februari 2010 at 23:13 kompor Said:

    Sambil nunggu informasi kesehatan Ki Ismoyo serta kabar terkini dari adik KenPadmi, kembali saya wedarkan kitab Kertagamanagari rusuh jilid 369 babad Surya paloh membuka Padang Kerautan sejarah reformasi jilid 2, selamat seneng yang seneng, selamat kecewa yang kecewa, apapun politiknya, gue tetep baca pelangi dilangit singosari.(sambil bergaya seperti Ki TP, tangan menjura didepan monitor)

    Panas pagi memang belum begitu membakar padang Kerautan. Akan tetapi peluh mengucur deras disseluruh badan Adi Pandanalas. Dibawah pohon preh dia mencoba duduk bersandar, berharap meneduhkan rasa cemas yang terus-menerus mengguncang dadanya. Ditariknya napas dalam-dalam. Dicobanya untuk melepas nalar akal dan budi dan menyatukan hatinya dalam kepasrahan hidup dengan menggantungkan segalanya kepada Yang Maha pencipta.
    –Benar juga apa yang di bilang Empu SMH, dengan memasrahkan diri kepada Yang Berkehendak, perasaan ini jadi adem–. Berkata Adi Pandanalas jujur di dalam hati.
    –Aku ini orang pilhan—berkata Adi Pandanalas sambil terus berusaha mebendung rasa cemas yang selalu datang menggangunya, apalagi disaat mata wadaknya memandang semak-semak belukar dan ilalang yang begitu luas di padang kerautan. Lamunannya melambung jauh ketika ia dinobatkan sebagai pemenang dalam sebuah acara televisi terkenal ADBM-TVONE dalam acara khusus : MENCARI MANUSIA SAKTI PILIHAN PEMIRSA. Adanya siaran ini, ADBM-TVONE benar-benar seperti kebanjiran rejeki, rating siaran betul-betul puncak, ibu-ibu dan bapak-bapak yang punya anak perempuan, dari musim duren sampe musim rambutan terus mengikuti siaran acara ini. Dan bintang kemujuran sedang berpihak kepadanya. Adi Pandanalas terpilih dari seribu orang peserta. Kunci dari kemujuran ini sebenarnya adalah akal-akalan teman setianya yaitu Ki Bukan_SMS, lewat FB digalangnya semua pembaca setia ADBM-MERS, PDLS-SER,GAGAKSETA-TER diseluruh belahan dunia untuk rame-rame kirim SMS sebanyak-banyaknya . AKHIRNYA, Adi Pandanalas terpilih sebagai MANUASIA SAKTI PILIHAN PEMIRSA.
    Daun preh kering jatuh dipangkuan Adi Pandanalas, membuyarkan lamunannya. Dinanarkan pandangannya kesetiap sudut pandangnya, padang Kerautan masih begitu sepi mencekam. Tiba-tiba terlintas bayangan Kakang Gembleh sahabatnya yang tidak setuju dan tidak sependapat tentang misi merubah sejarah.
    “Tuhan tdak pernah salah”, berkata Kakang Gembleh menasehati.”sejarah adalah lakon maha-karya dari Sang Ilahi”.”Tidak ada yang berubah dan tidak ada satupun yang dapat mengubah kehendaknya”.
    “Ken Angrok tidak pernah bermimpi untuk jadi raja”. “Ken Angrok juga tidak pernah berkata dalam candanya sekalipun bahwa namanya akan dicatat dalam sejarah ini”. Sekali lagi Kakang Gembleh memberi pencerahan kepada Adi Pandanalas agar mengurungkan niatnya berangkat ke masa silam.
    “Adi Pandanalas sing waskita, seruwet apapun jaman kalabendu, orang jawa punya pegangan berupa kalimat yang sering diucapkan orang yang tertindas untuk menentramkan hati , kalimatnya sederhana, GUSTI ORA SARE”. Ucapan Kakang Gembleh kali ini begitu pelan, tapi Nasehat Kakang Gembleh sepertinya menusuk jauh kelubuk hatinya, mengalir dan meresap seperti minum larutan cap kaki tigo. Adi Pandanalas yang biasanya suka “mblink”, tiba-tiba wajahnya redup penuh kealiman layaknya ustad yang baru keluar dari surau.
    Brenti dulu ah ceritanya, lakon selanjutnya duel sengit Adi Pandanalas sing emblink dengan senjata seribu panahnya mencoba mengalahkan Ken Angrok di Padang Kerautan.


    hiksss…pirso wae nek kulo ra wasis ngarang..[lah dasare ancene kulo niki senenng terus terang mbloko-sutho]….coba nek didapuk sing dadi lakone kuwi si Padmi, mesthi langsung dicounter pake “cerjentil” (cerita jenaka menyentil)…koyo demo tandingan pemakzulan raja negeri entah berapah….

    • Ki PLS, Gendhak kok dipadhakke Gandhok? Apa persamaannya ya? ..Mumet.

      • persamaane gendhake Ki PLS dilebokne Gandhok ban ra konangan.. hihi..
        ra parenk duka lho…. hikss

        • Gendhuk-e gendhak dilebokne gandhok didhadekne gundhik !

      • Ada lagi,
        Ki PLS biasa nyenggek gandhok supaya segera diwedar
        Karena kebiasaannya, Ki PLS juga nyenggek gendhak supaya segera keluar
        hi3…….
        mboten parenk nesu…

        • niku rak hasil pelajaran sangking ki Ajar..

          hikss..ihiksss…mboten parenk duko

  6. Sugeng enjing para sedulur sapadepokan kulo tumut gojegan sianambi nenggo wedarn kitab

  7. Nuwun.

    Cantrik Bayuaji kepareng marak, sumelo atur, nderek ndusel karo ndongeng:

    DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI [dongeng kaping-5)

    PAMBUKA

    .. dipindah ke gandok ..

    ana candake

    Nuwun

    cantrik bayuaji

    • Kira-2 kapan ya dongeng arkeologi Ki BayuA akan sampai pada kisah Sabdopalon dan Nayogenggong ?
      Kula rantos kanthi tuhu Ki, suwun.

      • Nuwun,

        He he he

        sabdapalon nayagenggong ????

        nyebar godong kårå sabar sawetårå

        daripada itu kalau diijinken juga oleh daripada yang bahurekså padepokan.

        Sugeng enjing Ki.

        Jelang akhir pekan bade tindak pundi Ki.

    • Matur nuwun,

      Untuk selanjutnya “DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI” ber”mukim” di Relung PasamadianDONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI Gandok JEJAK MASA LALU

      Selamat bergojeg

      Nuwun

      cantrik bayuaji

  8. Bukan cuma Ken Padmi, tapi seluruh keluarga merasa bahagia dan terharu mendengar komen-komen para kadang cantrik yang saya bacakan untuk kakak saya tercantik eh.. tercinta itu. Terimakasih atas perwujudan cinta yang panjenengan semua basuhkan bagi kami. Terimakasih.
    Kami percaya, semua itu adalah bekal berharga yang akan menguatkan dan menabahkan sepanjang jalan, bukan hanya untuk cobaan kami kali ini, tapi juga untuk hidup kami selanjutnya. Terimakasih.
    Ini sebuah rahasia: Mbokayuku yang narsis tapi nyata itu, menangis waktu mendengar komen-komen panjenengan saya bacakan. Mbakyuku itu memang (kata orang tegal) mata-yuyu, gampang sekali meneteskan air mata, meskipun selera nangisnya agak aneh menurut saya. Waktu nonton Laskar Pelangi, bukan kematian Paman Bu Mus yang membuatnya meneteskan air mata, tapi malah kegembiraan Mahar yang berhasil membawa teman-temannya menjadi juara karnaval 17-an.
    Betul, nama saya Savitri. Tapi nama kakakku bukan Padminingsih. Jangan menuduh ortu kami nggak adil dong! Kalau namaku semanis ini, masa nama kakakku sewagu itu?
    Betul juga dia sedang mempersiapkan blog. Di laptopnya ada folder berjudul konten wp. Isinya setumpuk file yang mungkin sudah lama ditulisnya, dan mungkin akan diposting ke blognya yang sayangnya sampai sekarang masih under construction dan terbengkalai itu. Nanti, kalau kira-kira sudah cukup aman baginya untuk mengingat-ingat mana yang sudah siap dan mana yang masih akan dieditnya, saya akan minta ijin untuk ikut membantu mempersiapkan blog dan mengunggah file-file itu.
    Sayang sekali, saya tidak berselera silat seperti kakak saya yang sering menuduh saya slewah padahal dirinya sendiri yang aneh itu. Dalam hal selera bacaan, cuma satu buku yang sama-sama kami sepakati keluarbiasaannya: Burung-Burung Manyar-nya Romo Mangun. Itulah mungkin yang membuat kami (kata orang-orang) punya keanehan yang sama: senang membuat kalimat panjang-panjang seperti JB Mangunwijaya dalam novel-novelnya. Nah kan, malah ngelantur. Padahal tadi saya pengin bilang, saya tidak berminat thd cerita silat. Tapi akan saya coba hanging arround di sini. There’s nothing to lose, yet there are a lot to gain: your love and compassion. (sorry, yang ini adalah pemberontakan adik terhadap hegemoni kakak yang nggak punya selera multikultural blas, benci setengah mati melihat orang menggunakan bahasa asing untuk mengungkapkan semua yang bisa diungkapkan dengan bahasa sendiri) Jadi gimana mbak? Ternyata ada juga tuh komen Ken Padmi yang bertebaran kata-kata asing! He he he.. Nggak papa. I know the risk. That’s ok. I’ll take the chance! So be it! and last but not least: you can’t do anything about it, unless you get yourself out of this misery first, my dear sister! Get better! Recover! Then you can hit me in the cheek. With your lips. Slowly.

    • moco tulisane SAVITRI…….serasa menikmati olah-kata gaya-bosone PADMI……ora slewah babar-blas

      opo mungkin sak iki gek mateg aji hiperbolik-simbolik…?

    • Wah..tepak !…mbak Savitri hobbynya baca perihal burung!….kebetulan mbak, cantrik2 disini juga banyak yang tahu perihal burung…pokoknya burung apa aja pasti banyak yang tahu !

      • cangkriman…

        burung opo sing swiwine ora nempel neng awak, tapi nempel ning sikil….???

        • Burunge ki pandan kepidak ki kartojudo

          • hua..ha..ha…aku ngguyu mekekelen tenan iki,..nganti wetengku kram….

            koq pirso2ne aku nduwe burung…wis yakin tenan po?

          • Lha jelas pirso tho Ki ….panjenengan rak nathe ngendikan perihal Menchungul !..lha sakniki metu terus kepidak !….xixixi..

          • tapi pas mechungul dek biyen, gendhuk savitri ra melu ngrubung je…

            dadi…??? opo padmi yo crito marang savitri bab kuwi yo

          • Lho..Ya jelas crita tho Ki….kan sama2 suka mbahas perihal burung !

          • penggemar burung…

            opo pemburu burung

    • Nah !…betulkan mbak…sudah ada bahasan perihal manuk…sekarang baru mbahas cangkriman dulu…nanti kalo cangkrimannya sudah ke bledek..nanti mbahas manuk2 yang lain lagi….sabar yaa..

      • kuwi cangkriman saestu..ora mbelink tur ora rusuh

        • Manuk nopo niki Ki?

          • manuk kepidak !

          • huahaaahaaahaaa…
            lucu tenan…
            ana manuk kepidak sikil.. hi hi hi…

          • Wis mesti mblenyek kuwi..!

          • Kinten-kinten sing kliru sikile nopo njih?

          • Nek pendapete cantrik mesti sikile…tapi nek pendapete mentrik mesti…..xixixi..

  9. nggih ki enyong tetep sabar…

  10. Selamat Siang Ki Arema dan kisanak semua,
    tetap sabar menanti rontal dan juga kabar baik dari Ki Ismoyo. Semoga Ki Ismoyo mendapatkan kesembuhan dengan segera dan semoga beliau tidak kaget dengan perilaku dokter-dokter di Malaysia, terutama waktu menyuntik pasien. Semua dokter di Malaysia akan menyuntik pasien di punggung bukan di p*nt*t seperti di Indonesia…

    (sekedar informasi : kata “punggung” dalam bahasa Malaysia adalah berarti p*nt*t dalam bahasa Indonesia, sedang kata “p*nt*t” dalam bahasa Malaysia adalah berarti alat k*****n wanita dalam bahasa kita, piye…mbingungi tho? ati-ati kuwalik kuwalik… yen ning Malaysia)

    • aku pengin neng malaysia….ben iso kelawik

      • yen nyuntik-e nganggo “jarum coklat”, aku yo gelem kuwalik Ki…

        • kerso disuntik ngangge “jarum coklat” tho ki

          nek kulo purune nyuntik kulawik

        • bentuknya mirip….

          • wah malah mbahas jarum ‘cokelat’ nek disensor piye… kan durung jam 21.30…

          • sakjane sing seneng jarum coklat kuwi cantrik2 opo mentrik2 tho ki?

          • welah…lha isuk-isuk uthuk-uthuk mau wis ono sing mbukak “pasar manuk” je….dadi-ne pengin melu-melu….hiks…

  11. Assalamualaikum

    Waaahhhhh wes rameeeee tenan
    He. he. he. he

    Hadir nya di rapel heheheh
    Apa kabar KI Is, Ki Arema, Ki Widura, Ki AM, KI PA para sesepuh, sedulur yg sudah dikenal maupun yang akan di kenal kangen juga lama g’ nginguk padepokan
    wasalam

    • Waalaikumsalam,

      ki Adji tuambah lemu….
      suwe ra ketemu……….

    • sae kemawon ki…

      hot issues : padepokan disana-disini dan disono gek seneng mbahas bab BURUNG

      • Burung masuk sangkar punopo
        “SANGKAR” kemasukan burung
        njih…???

        • nek niki kulo mboten ngertos ki…
          engkang wasis tot-bohoso meniko namung senopati PdLS

          • Tergantung manuke….manuk puter sing ngantukan nopo cucak rowo sing trengginas !

          • nek iki aku ra melu-melu
            sek kelas nol cilek

          • Ki Yudo, masak lemu sich wong KURU (kurukan daging melulu) hahahah
            KI PA, emange Manu’e Lepas to. nggolek sangkar baru kali
            wkkakakaak

            Ki Kartojudo dan Ki Kentrung
            Manu’ e cucak rowo memang perlu di lestarikan dan dijadikan PUSOKO
            hahaah

  12. Dino iki Ki Pandanalas temen-temen dadi lurahe piket ndek padepokan, lha tak itung wis ngirim komentar kaping 15, monggo dietung :

    On 4 Februari 2010 at 08:12 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 08:28 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 08:46 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 10:42 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 10:50 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 11:18 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 11:29 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 11:34 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 12:09 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 13:31 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 13:59 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 14:07 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 14:18 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 15:38 pandanalas Said:
    On 4 Februari 2010 at 16:27 pandanalas Said:

    Nyuwun sewu Ki, lha nopo dinten niki prei nyambut damel, nopo ngisi komentar sinambi nyambut damel, nopo nyambut damel sinambi ngisi komentar, kulo tingali mulai jam 08:12 ngantos sak niki mboten wonten pedhote.

    Sampun duko lho Ki, piissss…!!
    He.. He.. He…

    • lah wong gaweane nunggoni jagung..nggusahi manuk2…

      e lah…. tekan manuk maneh…

      • Usul Ki Senapati, akhir tahun dipun adaaken pemilihan “man of the year” versi PdLS, kriteria : yang paling banyak ngisi komentar selama satu tahun..!!

      • Saya setuju dengan usul Ki JogoT,
        selain sebagai cantrik paling aktif, Ki Pls juga berhasil mempopulerkan kata yang khas padhepokan kita ini :

        – nJAGONGi manten
        – perMANUKan
        – perGENDHAKan
        – hiperbolik simbolik
        – pasif intuitif
        – nyenggek2 / ngogrok ogrok
        – perMECHUNGULan
        – mboten pareng duko

    • lha wong sakjane ngono ono sing dienteni…

      • Sing dienteni kang Pls niku komene kulo sareng sing kinyis kinyis lewat.

  13. kok yo sepi…..
    iihhhh…. sereeeemmmmm
    njebol telo disek wae….

  14. Tak tunggu nganti wis bengi …. rontale kok dereng menCHUNGUL nJih …. sing menCHUNGUL justru ingkang nembe KEPIDAK….. Kuat tenan …. bahane soko opo ya?
    Ya wis tak ngliyep disik …… nguantukkk puuoolll.

  15. Belon ade cantolan.
    Biar enggak ngantuk, mohon ijin melanjutken kitab KERTAGAMANAGARIRUSUH babad PANSUS anggota dewan melaksanakan cek dan recek tentang adanya dugaan bocornya anggaran proyek bendungan Padang Kerautan. Bango Samparan diduga “bermain” dan dikaitkan dengan dana kampanye Ken Angrok menggulingkan Kekuasaan yang sah Tunggul Ametung.
    TREK-TEK-TEK-TEK-TREK (OKELAH KALO BEGITU)

    Langit pagi yang cerah memayungi padang kerautan, alang-alang yang jangkung bergoyang ditiup genitnya angin. Adi Pandanalas masih duduk bersandar pokok batang pohon preh. Wajahnya yang mbelink tiba-tiba tersenyum, rupanya ia teringat seorang wanita yang diam-diam dicintainya setengah hidup(bukan setengah mati), diam-diam dia pernah buka FB sang idola.Ada sebuah coretan dari sang idola yang sangat berkesan didalam hatinya, dalam tulisan pendek sang idola menulis seperti ini:
    Aku, adalah dalang yang oleh Tuhan dititipi sebuah boneka wayang yang oleh Ibu Bapakku diberi nama Ken Padmi. Dengan sosok Ken Padmi aku hadir dalam maha pergelaran Cinta. Cinta, karena kehidupan memang perwujudan cinta Allah subhaanahu wa ta’alaa.
    Maka wayang Ken Padmi harus kumainkan dengan sepenuh kesadaran: jika tiba saatnya lakon Ken Padmi harus berakhir, boneka wayang yang cantik ini lenyap dari layar dan muncul di dalam kotak yang gelap gulita, segalanya belum berakhir bagiku: sang dalang harus menghadap Sang Maha Penggelar Kehidupan untuk mempertanggungjawabkan bagaimana boneka Ken Padmi aku mainkan.

    Seperti Vaseer, sang komandan pasukan Kristen yang mendapatkan pencerahan di tanah Yerusalem, Adi Pandanalas pun sepertinya tengah diliputi pencerahan hati ditengah-tengah luasnya padang kerautan yang sepi dan begitu terasa mencekam. Dalam kesunyian diri, Sang Pencipta sepertinya hadir begitu dekat. Cahaya sepertinya menyelimutinya wadaknya, tidak terasa dirinya seperti ada dalam dimensi lain meski wadaknya masih ada didunia nyata. Wajahnya sudah tidak mbelink lagi, tapi penuh senyum sareh dan pandang matanya penuh kasih sayang.

    “aku ini pelakon yang diwarisi oleh Sang pencipta sebuah cerita pendek”. Berkata Adi Pandanalas dalam hati.”Pelakon yang baik harus selalu mengikuti suara Sang pencipta pagelaran maha-cipta-cinta”.

    KAPAN BERANTEMNYE ??? (KOMENTATOR)
    OKELAH KALO BEGITU (PENULIS)

    Tiba-tiba saja dari gerumbul semak-semak muncul sesosok manusia bertelanjang dada, rambutnya terurai, matanya tajam menusuk jantung. Langkahnya begitu cepat dan “jreng”, berdiri dihadapan Adi Pandanalas.
    Jagoan kitapun langsung berdiri dengan sigap, siap menghadapi apapun yang terjadi, tidak ada rasa takut secuilpun didalam hatinya. Seandainya yang mengalami ini adalah Kakang Gembleh, pasti sudah langsung lari “wess..”ngibrit entah kemana.

    LANGSUNG AJE BERANTEM, JANGAN BANYAK OMONGAN (KOMENTATOR)
    OKELAH KALO BEGITU (PENULIS)

    Selanjutnya adalah sebuah copy paste setting barantem yang diambil dari kisah BUKEKSIANSU, (inilah salah satu kenyamanan cara menulis yang gampang dijaman serba KLIK)

    ADI PANDANALAS memperlihatkan gendewanya. “Inilah senjataku !!”.
    “Senjata ini kurang praktis untuk pertandingan jarak dekat dan terang-terangan.”.Berkata sang hantu kerautan.
    ADI PANDANALAS mengerutkan alisnya, akan tetapi bibirnya tetap tersenyum manis.
    “Dengar baek-baek, dengan gendewa ini aku dapat merobohkan musuh dalam jarak seratus langkah, biarpun musuh itu menggunakan senajta apapun untuk melindungi dirinya. Aku dapat melepaskan anak panah terus-menerus dan bertubi-tubi sampai puluhan batang!”
    “Hemm, mungkin berhasil merobohkan segala burung dan manusia yang bodoh saja.”
    “Wah….!” ADI PANANALAS membelalakkan matanya. “Apakah di dunia ini ada orang yang sanggup menyelamatkan diri dalam jarak seratus langkah dari gendewaku?”
    “Boleh kaucoba. Aku bersedia.”
    “Eiiiihhh, jangan, sobat! Aku akan menyesal selama hidupku kalau sampai melukaimu, apalagi
    membunuhmu!”
    “Tidak perlu khawatir, aku malah akan menghadapi hujan anak panahmu itu dengan tangan
    kosong!”.
    “Mustahil!”Berkata ADI PANDANALAS merasa diremehkan.
    Dengan tenang KEN ANGROK melangkah sambil menghitung sampai seratus, langkah
    pendek-pendek saja, kemudian membalik dan menghadapi PANDANALAS dengan mata tak berkedip.
    “Wah, terlalu dekat….! Terlalu dekat sekali! langkahmu begitu pendek-pendek, sohib. Ini hanyalah lima puluh langkah, tidak ada seratus!” PANDANALAS berteriak sambil melangkah mundur sampai lima puluh langkah. Diam-diam SANG HANTU KERAUTAN memuji kejujuran dan niat baik di hati orang didepannya yang memanggilnya dengan sebutan sohib.”Terserah kepadamu. Nah, aku sudah siap.” katanya.
    PANDANALAS ragu-ragu, mukanya agak pucat. “Tapi…… tapi, setidaknya kau harus membawa pedang untuk menangkis atau sebuah perisai.”
    “Tidak perlu. Seranglah!”
    PANDANALAS lalu memasang lima batang anak panah di gendewanya, dan masih ada puluhan batang di tempat anak panah yang siap untuk disambar tangan kanan menyusul rombongan anak panah terdahulu. “SOHIB, siap dan hati-hatilah!” teriaknya dan terdengar suara menjepret ketika tampak lima sinar berturut-turut meluncur ke arah SOHIB HANTU.
    KEN ANGROK melihat betapa lima batang anak panah itu meluncur disekeliling tubuhnya. Tahulah dia bahwa orang itu memang amat hebat ilmu panahnya akan tetapi juga amat lembut hatinya terhadap dirinya sehingga sengaja membuat anak panah rombongan pertama nyeleweng. Dia diam saja tidak bergerak membiarkan lima batang anak panah itu lewat. Anak panahnya itu hanya sedikit saja selisihnya dari kulit tubuhnya dan dengan tenang saja berdiri diam tidak
    bergerak!
    “Tidak perlu sungkan, bidik yang tepat!” Ken Angrok berkata setelah dia merasa yakin bahwa
    luncuran anak panah itu dapat diikuti dengan pandang matanya sehingga mudah bagi dia untuk
    menjaga diri. Lima batang lagi anak panah sudah berada di gendewa Pandanalas dengan cepat bukan main dan kembali terdengar suara menjepret ketika lima batang anak panah itu menyambar seperti kilat ke arah Ken Angrok yang dengan jelas melihat betapa lima batang ini menyambar ke arah kakinya semua, maka dia mengerti bahwa Pandanalas masih saja khawatir kalau-kalau mencelakainya, maka dia meloncat dan sekaligus menendang ke bawah sehingga dia bukan hanya mengelak, bahkan berhasil menendang runtuh semua anak panah itu!
    Pandanalas mengeluarkan seruan kagum dan kini dia pun tidak ragu-ragu lagi akan kehebatan hantu kerautan itu. Anak panahnya meluncur bertubi-tubi seperti hujan derasnya, susul menyusul ke arah tubuh Ken Angrok yang dengan lihai mengelak berloncatan ke sana-sini, tangannya menyambar dan dua batang anak panah ditangkapnya dengan kedua tangannya, lalu dia menggunakan dua batang anak panah itu untuk menangkis semua anak panah yang datang menyambar, kemudian dengan cepat dan tak terduga-duga dia menyambitkan sebatang
    anak panah yang meluncur cepat ke arah Pandanalas.
    Pandanalas berteriak kaget dan gendewanya terlepas dari tangan kirinya karena tangan
    kirinya itu kena sambar sebatang anak panah. Gendewanya terlepas akan tetapi tangan kirinya tidak terluka karena anak panah yang menyambar tangannya itu dilepas dengan cara dibalik sehingga bukan ujung yang runcing yang mengenai tangannya, melainkan ujung belakang yang bulu-bulunya telah dibuang. Pandanalas segera lari menghampiri Ken Angrok, memandang penuh kagum, kemudian dia membungkuk (niru gaya Ki TP didepan monitor) sampai dalam sambil berkata, “Ternyata dihadapan saya adalah gunung mahameru,sohib adalah seekor macan di tengah padang kerautan,….. saya merasa kagum dan hormat sekali…….!”
    Ken Angrok garuk-garuk kepala, Aneh mendengar pujian yang keluar dari mulut pria yang memanggilnya dengan sebutan sohib.
    “Nama ogut Pandanalas.” Berkata Pandanalas sambil mengulurkan tangannya.
    Ken Angrok mengerti bahwa itulah cara yang sopan dari sahabat barunya untuk
    menanyakan namanya.
    “Namaku Ken Angrok, boleh kau panggil Ken, tapi jangan panggil Rok.”
    “Okelah kalo begitu”kata Pandanalas dengan aksen yang pas seperti dalam sebuah lagu anak muda.

    BRENTI DULU, kisah selanjutnya adalah perjalanan dua sohib yang langsung akrab ini dengan mesin waktu mengembara ke masa-masa kecil Ken Angrok. Dan inilah sebuah rahasia kenapa Bango Samparan menang dalam setiap perjudiannya bersama Ken Angrok kecil. ENG-ING ENGGGGGG……..

    • kereta api jurusan “SURABAYA-BANDUNG”
      akan segera diberangkatkan,……para
      penumpang diharap segera turun !!!

      terima kasih,

      • Es..es..!
        Rokok..rokok !!
        Wingko..wingko !!!
        Manuk…manuukk !!!!

    • Wah ternyata Ki Pandanalas memakai strategi “lakon menange keri” karena belum menggunakan sigar penjalin.

  16. Sugeng enjing Ki Sanak sedaya. Pagi yang cerah diramaikan oleh suara burung berkicau. Mudah2an Ki Ismoyo segera sehat dapat dapat bersama kita kembali. Selamat bergojeg. Maturnuwun Ki Arema.

    • kereta api jurusan “SURABAYA-BANDUNG”
      akan segera diberangkatkan,……para
      penumpang diharap segera turun !!!

      terima kasih,

      • Ngapunten Ni/Nyi

        Hiksss…….salah gandhok,
        salah naruh, salah……!!!

  17. Sugeng Enjang poro kadang sedoyo,
    Ki Seno, matur nuwun tembung “bergojeg”-ipun

    trus iki Ki PLS kok ora menCHUNGUL (ngopi saking Ki Widura), opo yo sajake manahe rodo gundah (gara-gara manuke kepidhek, kali), opo yo lagi anjangsana menyang Blog-ipun Ni KP, nyawang petang gambar lan mbayangno “koyo opo bungahe atiku, iso nyawang sline”, terus ning njerone ati nyanyi lagune Didi Kempot : “Senajan sak kedeping moto, kanggo tombo kangen jroning dodo”

    • Wis tak cobo nglalekake jenengmu soko atiku
      Saktenane aku ora ngapusi…isik tresno sliramu…

      Sugeng enjing Kisanak sedoyo….!

      • nyuwun sewu,..nembe kerawuhan tetamu sangking ksatrian mangkubumen…

        kedah ngrencangi muter2 alas sinambi mburoni kidang2 menjangan

    • hadir…nyuwun sewu..kolowau kerawuhan kadang sangking kesatrian mangkubumen, dados kedah ngrencangi nganglang ngubengi alas….

      malah mangke sonten dipun suwun ngrencangi ngudi kidang-menjangan

  18. matur nuwun ki SENO,

    hadir sekalian antri ngunduh rontal…
    selamat pagi poro cantrik-mentrik Pdls

  19. Selamat “bergojeg” ki sanak
    Matur nuwun, hadir sekalian ngunduh.

    salam,

  20. matur nuwun, ki arema, ki is, ki anatram, ki tumenggung…

  21. Matur suwun, Ki Ajar, berhenti bergojeg sebentar …
    Nanti balik berJOGET lagi …
    nDamel Keris rumiyen!

  22. matur nuwun dan selamat bergojeg Ki Seno…
    sugeng enjing para sedherek…

  23. sugeng sepalih2…🙂

    hadir lagi setelah semingguan (kurang lebih..hehehe) ga berkunjung..

    monggo ki seno lan para kadang..
    pagi yang cerah disurabaya…

  24. sampun ngundhuh.
    matur nuwun.

  25. Maturnuwun Ki Arema atas rontalnya, Semoga Ki Ismoyo cepat sembuh, Amiin. dan juga rindu tausiyahnya nih…….

    • Selamat siang, selesai Jum’atan saya ngunduh. Terimakasih Ki.

  26. Hikss….ki PA tercekal satpam Padepokan
    Pdls, pantes dari pagi rung “MECHUNGUL”

    ki SENO pak satpam “LOEPA” lagi njih,
    gandok sebelah belum dibuka……..pamit
    antri di gendhak sebelah (wes-eeeewesss)

    • Waduh ciloko….
      Ki Pandan purik tenanan iki, ket mau isuk durung menCHUNGUL.
      Napunten lho Ki, Kolo wingi niku namung guyon, sampun dilebetaken penggalih…
      Lha niki sedulur sami kangen kalih komen panjenengan, “KEMBALILAH KI PANDANALAS, KAMI MERINDUKANMU”

      He.. He.. He..

      • MANUK-E lagi kepidak bakiak-e Ni Sawitri …
        Pendeng saithik …. nanging rasane Nude … nude …
        nganti uthek …
        ora parenk duko

  27. Matur nuwun KI Arema.
    Mugi-mugi Ki Ismoyo enggal senggang. lan kundur dateng dalemipun.

  28. Pancen janjine poro Pinisepuh 2 dino sepisan kitab diwedar, nanging yen gandoke enggal dibukak kan akeh sing ngantri. Monggo kI GANDOK SEBELAH DIBUKAK.

  29. sepi sekaleee…
    nunggu gandhok sebelah dibukak tak lungguh kene ahhhh

    • sugeng dalu Ki Wie,
      menapa Ki Pls nembe diudani tangga kok dereng ketingal rawuh ?

      • kadose dipun cekal kaliyan satpam …

  30. matur nuwun Ki Seno, tetap setia bergojeg.

  31. “Saiki nanduro sing jero”, mengko “dipikul dhuwur”

  32. Matur nuwun Ki Arema.

    Semoga Ki Ismoyo diberkati kesembuhan.

  33. njajal ndeprok mruput esuk2….mumpung satpame seh sare

    Hikss…., satpame isih angler, keturon nunggoni Ki Pandanalas, arep dicegat maneh
    sstt…, mboten absen sebelah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: