SBB-25

KETIKA Gandar mengetahui bahwa Ki Wiradana terluka parah dan berada di tangan Kiai Soka, maka ia pun telah datang menjenguknya. Namun tiba-tiba saja giginya gemeretak. Ia teringat, bagaimana Serigala Betina itu hampir saja menyudahi hidup Nyi Wiradana yang pada saat itu sedang mengandung.

Gandar itu terkejut ketika seorang perempuan telah hadir pula di sebelahnya. Perempuan yang disebut Serigala Betina itu sendiri.

“Apa katamu tentang orang ini?” bertanya Gandar.

Serigala Betina itu menarik nafas panjang. Sebenarnyalah bahwa baginya orang yang bernama Ki Wiradana itu adalah orang yang paling bengis yang pernah dikenalnya. Ia sendiri yang pernah hidup di dalam dunia yang keras, kasar dan bahkan biadab, tidak sampai hati melaksanakan perintah membunuh seseorang yang ternyata sedang mengandung tanpa bersalah..

 

…………..

seterusnya, monggo…monggo…. SBB-25 sudah bisa dinikmati di tempatnya masing-masing.

satpampelangi

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 29 Januari 2012 at 00:01  Comments (18)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/sbb-25/trackback/

RSS feed for comments on this post.

18 KomentarTinggalkan komentar

  1. Haya…………..

    seharian tidak bisa masuk padepokan, baru tahu kakalu gandok 25 belum dipasang buku tamu.
    monggo, kisanak yang belum ngisi daftar hadir atau akan mengisi catatan yang lain.

    ngapunten……

    • Haiyaaaa,,,,,,,,,,,

      Matur nuwun Ki Seno, langsung……
      sret….sret…..ngisi buku tamu.

      • sret-sret kedhisikan sama ki Gembleh,

        sugeng dalu Ki, wilayah lendut benter
        sak sekitar-e barusan terguyur hujan.

        ADEM hawane….sejuk napane njih ??

  2. Sugeng dalu…….

    Kala wingi absent,
    dinten menika hadir…………..

  3. Alhamdulillah….
    dongeng Ki Bayu yang berceceran sudah dimasukkan ke gandoknya

    • lho…, kok ndlesep ndik kene?

      • Matur sangêt kêsuwun Ki. Sugêng dalu

        Mèlu dlêsêp Ki. Hiks.

  4. hadir

  5. Sugeng dalu.

  6. sugeng sonten, hadir

  7. ||Sugêng énjang||

    Dongeng Arkeologi & Antropologi Mataram belum sempat diwedar, karena Panêmbahan Sénåpati sedang melakukan tåpå ngèli, sampai di têmpuran atau Kali Opak dan Kali Gajah Wong di dekat desa Plered dan sudah dekat dengan Parang Kusumå, Laut Selatan.
    Beliau mau bercengkrama dengan Penguasa Laut Selatan Kanjêng Ratu Kidul.

    Mohon ditunggu dongengnya.

    cantrik bayuaji

  8. Lho………..

  9. komennya kok pencolat-pencolot begini ya
    hadu………
    padahal gak ada yang salah lho…
    monggo pindah ke gandok 26 saja.

    • lha…, rak tenan to?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: