Selamat Menempuh Hidup Baru

Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya diciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu, sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang berfikir (Ar-Rum : 21)

Maha Suci Alloh yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan

dan

Kami semua keluarga besar adbm, pdls & gagakseta dan saya pribadi menghaturkan :

TURUT BERSUKA CITA DAN SELAMAT

Kepada Ki Arema/Ki Senopati beserta keluarga yang akan menikahkan putranya pada tanggal 29 Mei 2010

Untuk mengikuti sunnah Rasul dalam membentuk keluarga SAKINAH, MAWADAH, WARAHMAH

Insya Alloh, dari awal hingga tuntasnya perhelatan senantiasa mendapat berkah, safa’ah dan ridho serta bimbingan dari Alloh Subhannahu Wa Ta’ala, Amin.

SELAMAT MENEPUH HIDUP BARU

Kepada pengantin berdua senantiasa bahagia dalam mengarungi bahtera rumah tangga, semoga dikaruniai keturunan yang soleh juga soleha, rukun-rukun selalu sampai kaken-ninen, kadiyo mimi lam mintuno.

ismoyo

(nyuwun pangapunten Ki Senopati/Ki Arema & P.Satpam, saya lompat jendela)

Telah Terbit on 22 Mei 2010 at 21:10  Comments (12)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/selamat-menempuh-hidup-baru/trackback/

RSS feed for comments on this post.

12 KomentarTinggalkan komentar

  1. Selamat atas pernikahan putra Ki Semopati
    dan kepada pemgantin berdua
    Selamat Menempuh Hidup Baru

  2. Sugeng dalu Ki ismoyo

    Matur sembah nuwun Ki.
    Mangke dalem aturaken dumateng Ki Arema.

    mboten menapa Ki, namung radi ndredeg, mboten dipun paringi uningo kalian Ki Arema, lha kok wonten pawongan nggotong baliho mlebet wonten padepokan.

    Saksampunipun maos seratan panjenengan ing bagian ngandap, dalem inggih paham. Dalem sampun dipun paringi uningo kalian Ki Arema bilih Ki Ismoyo kagungan kunci padepokan.

    P. Satpam

    • Nuwun sewu lan ugi nyuwun agunging samodra pangaksama katur Ki P.Satpam, bilih kulo lompat jendela mboten atur uningo kalawan panjenengan.

      Nuwun.

  3. Cantrik ndherek Mengucapkan :

    “SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU
    Buat Putra TERSAYANG ki AREMA”

    Doa Cantriek :
    Semoga menjadi keluarga SAKINAH,
    MAWADAH, WARAHMAH…..amin-amin

    hikss,
    bingkisan “BerKAtan” diserahkan
    pak SATPAM kemawon ki,…..dalam
    bentuk WedaRan Rontal.

    Malem Ini njih,😀

    • Sinambi nunggu wedaran berikutnya……..he he he.

      • Kira2 Ki Ismoyo bisa apa tidak ya melempar “berkatan” rontal lewat jendela ?
        Kemudian Pak Satpam juga akan tetap menunaikan kewajibannya, hanya saja rontal yang diwedhar nomer jilidnya dipunjuli sak angka !!!!!!!

        wah jan dadi “BerKAtan” manten tenan.

        • He he he ….. hiks,
          aya – aya wae Ki Gembleh.

          Istirahat duli Ki…..ntar dipikirkan cerita judul baru untuk mengiringi langkah PdLS.

  4. Amiin…..
    Matur suwun Ki Is dan Ki YP.

    Pagi-pagi p. Satpam sudah beritahu kalau Ki Is buat gandok baru. Matur suwun, sudah dibuatkan tempat untuk perayaan di sini. Doa sanak kadang semua semoga membuat hajatan saya tidak mendapat halangan. Agak khawatir, acara dibuat di ruang terbuka, sedang curah hujan di Malang masih cukup tinggi. Padahal dulu sudah diperkirakan sudah tidak ada hujan lagi di akhir bulan Mei.

    • Selamat atas pernikahan putra Ki Arema … selamat mendapat menantu juga

      dan kepada pegantin berdua :

      selamat menempuh hidup baru
      semoga senantiasa bahagia dalam mengarungi bahtera rumah tangga, dikaruniai keturunan yang soleh/soleha, selalu rukun sampai kaken-ninen, kadiyo mimi lam mintuno

      salam

    • UNTUK MEMPELAI BERDUA
      SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU
      SEMOGA BAHAGIA
      SAMPAI KAKEN-KAKEN NINEN-NINEN

  5. Nuwun,

    Ikut mangayubagyå akan berlangsungnya acara ngunduh mantu Ki Mahesa Arema, Cantrik Bayuaji tidak dapat ikut cawe-cawe banyak gawenya Ki Arema, malah nanti ‘ngrusuhi’ saja, berikut ini sedikit ‘ular-ular’, semoga berkenan dan bermanfaat.

    Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: Pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan Al Qur’an. Ketiga, menikahkannya ketika menginjak dewasa.”

    Memberi nama yang baik .

    Rasulullah SAW diketahui telah memberi perhatian yang sangat besar terhadap masalah nama. Apabila beliau menjumpai nama yang tidak menarik (patut) dan tak berarti, beliau mengubahnya dan memilih beberapa nama yang pantas. Beliau mengubah macam-macam nama laki-laki dan perempuan. Seperti dalam hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra, bahwa Rasulullah SAW biasa mengubah nama-nama yang tidak baik. (HR. Tirmidzi)

    Beliau sangat menyukai nama yang bagus. Bila memasuki kota yang baru, beliau menanyakan namanya. Bila nama kota itu buruk, digantinya dengan yang lebih baik. Beliau tidak membiarkan nama yang tak pantas dari sesuatu, seseorang, sebuah kota atau suatu daerah. Seseorang yang semula bernama Harb diganti dengan Salman (damai), Syi’bul Dhalalah (kelompok sesat) diganti dengan Syi’bul Huda (kelompok yang benar) dan sebagainya (HR. Abu Dawud dan ahli hadits lainAn-Nawawi, Al Azkar: 258)

    Berkenaan dengan nama-nama yang bagus untuk anak, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-namamu sekalian, maka perbaguslah nama kalian.” (HR.Abu Dawud)

    Mendidik dengan Al Qur’an .

    Pada suatu kesempatan, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab kehadiran seorang tamu lelaki yang mengadukan kenakalan anaknya, “Anakku ini sangat bandel.” tuturnya kesal.

    Amirul Mukminin berkata, “Apakah kamu tidak takut kepada Allah karena berani melawan ayahmu dan tidak memenuhi hak ayahmu?” Anak yang pintar ini menyela. “Hai Amirul Mukminin, apakah orang tua tidak punya kewajiban memenuhi hak anak?”

    Umar ra menjawab, “Ada tiga, yakni: pertama, memilihkan ibu yang baik, jangan sampai kelak terhina akibat ibunya. Kedua, memilihkan nama yang baik. Ketiga, mendidik mereka dengan Al Qur’an.”

    Mendengar uraian dari Khalifah Umar ra anak tersebut menjawab, “Demi Allah, ayahku tidak memilihkan ibu yang baik bagiku, akupun diberi nama “Kelelawar Jantan”, sedang dia juga mengabaikan pendidikan Islam padaku. Bahkan walau satu ayatpun aku tidak pernah diajari olehnya. Lalu Umar menoleh kepada ayahnya seraya berkata, “Kau telah berbuat durhaka kepada anakmu, sebelum ia berani kepadamu….”

    Menikahkannya.

    Bila sang anak telah memasuki usia siap nikah, maka segera dinikahkan. Jangan dibiarkan mereka terus tersesat dalam belantara kemaksiatan. Kkita do’akan dan kita dorong mereka untuk hidup berkeluarga, dan tak perlu menunggu memasuki usia senja.

    Bila muncul rasa khawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban berat keluarga, Allah berjanji akan menutupinya seiring dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya, sebagaimana firmanNya:

    Nikahkanlah anak-anakmu (yang belum nikah) dan orang-orang yang sudah waktunya nikah dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerahNya.” [QS. An-Nur (24) : 32]

    Keselamatan iman jauh lebih layak diutamakan daripada kekhawatiran-kekhawatiran yang sering menghantui kita.

    Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda:

    Ada tiga perkara yang tidak boleh dilambatkan, yaitu: shalat, apabila tiba waktunya, jenazah apabila sudah datang dan ketiga, menikahkannya apabila sudah memperoleh (jodohnya) yang cocok.” (HR. Tirmidzi)

    Ki Mahesa Arema segera akan memenuhi kewajiban yang ketiga menurut hadits di atas, yakni menikahkan putranya.

    Selamat kepada Ki Mahesa Arema, dan keluarga. Semoga ridha Allah senantiasa menyertai Ki Arema dan keluarga.

    Kepada (calon) pengantin, kami berdoa:

    Baarakallahu laka wa baarakaa ‘alaiyka wa jama’a baiynakumaa fii khoir

    [Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mempersatukan kalian berdua berdua dalam kebaikan].

    Do’a ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: ‘Artinya : Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengucapkan selamat kepada mempelai, beliau mengucapkan do’a:”Baarakallahu laka wabaraka ‘alaiyka wa jama’a baiynakuma fii khoir” [Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mempersatukan kalian berdua berdua dalam kebaikan]” (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Tirmidzi, Darimi, Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi).

    Kepada calon pengantin (nantinya akan jadi pengantin), berdoalah sebagaimana doa berikut ini:

    Allaahumma allif baynaahuma kama allafta bayna Aadama wa Hawwaa’a kamaa allafta baynaa Yusufa wa Zulaikhaa wa kamaa allafta bayna ‘Aliyyin wa Faathimataz Zahraa’ wa kamaa allafta bayna Sayyidinaa Muhammadar Rasulullah wa Khadiijatal Qubraa wa ’Aa’isyatar ridha”.

    [Wahai Allah! Rukunkanlah kami sebagaimana telah Engkau rukunkan antara Adam dan Siti Hawa, dan sebagaimana telah Engkau rukunkan antara Yusuf dan Zulaikha, dan sebagaimana telah Engkau rukunkan antara Ali dan Fatimah az-Zahra, dan sebagaimana telah Engkau rukunkan antara Penghulu kami, nabi Muhammad dan Khadijah al Qubra serta Aisyah ar Ridha]

    Memperhatikan kedua doa tersebut, dengan pemahaman pengetahuan tentang tata bahasa Arab yang dipergunakan dalam kedua doa tersebut, menunjukkan bahwa konsep pernikahan dalam Islam tidak hanya terhenti sampai kaken-kaken dan ninen-ninen saja, seperti yang lazim kita dengar.

    Dari doa tersurat dan tersirat bahwa bertemunya dua hati, tidak harus berakhir dengan kematian salah satu pihak, tetapi berlangsung terus hingga di alam akhirat kelak.

    Makna doa itu jelas, bahwa kita ikut mendoakan agar kedua pengantin (sekarang baru calon), dan tentunya juga bagi kita para pengantin lama, bahwa di dalam menapaki kehidupan ini, bersatunya dua hati tidak boleh dipisahkan oleh kematian. Kita berdoa semoga Allah mengizinkan kita untuk mempertemukannya kembali di alam akhirat kelak.

    Ya Allah, Engkau telah kumpulkan kami di dunia ini dan semoga Engkau kumpulkan lagi kami semua bersama orang-orang yang kami cintai dan kami sayangi di akhiratMu kelak dengan penuh keridhaanMu di JannahMu… Aamin…

    Semoga.

    Lebih kurangnya mohon maaf. Semua kebenaran berasal dari Allah SWT.

    Nuwun.

    cantrik Bayuaji

  6. Hari ini Sabtu, 29 Mei 2010
    Ki Arema melaksanakan hajat menikahkan putra tercinta

    Kepada pengantin berdua :

    SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

    semoga berbahagia dan menjadi keluarga
    yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

    dalam hati yang paling dalam
    dalam relung-relung kalbu yang penuh haru
    terpateri kata bermakna dalam
    seuntai kata,…. selamat hidup baru

    merasakan, apa yang kau rasakan kini
    setelah lama.., bersama waktu dirimu menanti
    hari yang kau tunggu kini telah tiba
    atas Ijin Alloh, kini kau bersanding dengannya

    selamat berbahagia,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: