Seri MAGAWE RAHAYU MAGAWE KERTA

Sampurasun, wilujeng enjing, salam pangwanoh, wilujeng patepung deui,

DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI

MAGAWE RAHAYU MAGAWE KERTA [Bagian Kelima]

(Bagian Pertama. Kawali I On 23 Desember 2010 at 01:51 cantrik bayuaji said: HLHLP 072)

(Bagian Kedua. Kawali II On 25 Desember 2010 at 00:23 cantrik bayuaji said: HLHLP 073)

(Bagian Ketiga. Kawali III On 28 Desember 2010 at 11:40 cantrik bayuaji said: HLHLP 076)

(Bagian Keempat. Kawali IV On 31 Desember 2010 at 06:39 cantrik bayuaji said: HLHLP 079)

***

SANGHYANG SIKSA KANDA (NG) KARESYAN {Parwa kahiji}

[Wangsit Niskala Wastu Kancana Sang Maha Prabu Siliwangi Ratu Pakuan Guru Dewata Prana Sri Baduga Maha Raja Ratu Haji]

***

Naskah Sunda Kuno Sanghyang Siksa Kanda (Ng) Karesyan, atau lazim ditulis Sanghyang Siksa Kandang Karesian adalah Kitab Perundang-undangan untuk menjadi seorang bijak dan suci, merupakan salah satu naskah peninggalan kebudayaan Sunda Kuno yang dijadikan rujukan dalam penelusuran kebudayaan dan sejarah Sunda.

Sanghyang Siksa Kandang Karesyan sebuah naskah kuno yang tidak diketahui siapa penulisnya, dan ditulis dalam aksara Sunda Kuno, bercandrasangkala nora catur sagara wulan; nora (0) catur (4) sagara (4) wulan (1), yang berarti tahun 1440 Çaka atau 1518 M.

Tercatat pada bagian akhir [Pupuh XXX]:

{XXX}……ini kawuwusan siksa kandang karesian ngaranya, ja na pustaka nipun sang ngareungeupun. mula nibakeun sastra duk ing teja (di)wasa, huwus ing wulan katiga pun. ini babar ing pustakanipun: nora (0) catur (4) sagara (4) wulan (1)

(Demikianlah yang dikatakan Siksa Kandang Karesian, semoga menjadi sumber pengetahuan bagi yang mendengarkan. Mulai menulis naskah waktu hari bersinar cerah. Selesai dalam bulan ketiga. Ini (tahun) selesainya pustaka: nora [0] catur [4] sagara [4] wulan [1] ) [1440 Ç atau 1518 M].

Siksa Kandang Karesyan berisi gambaran tentang ajaran moral umum untuk kehidupan masyarakat pada masa itu, semacam ensiklopedi tentang pemerintahan, kepercayaan, kebudayaan, kesusatraan, pertanian, etika, kemiliteran, dan lain-lain dari masyarakat Sunda.

Pokok-pokok ajaran kesejahteraan sejati dalam naskah Siksa Kandang Karesyan, sama dengan ajaran tentang tetekon hirup yang dikenal dalam yang dianut Batari Hyang – pembuat parit Galunggung, bahkan masih dijadikan ajarannya resmi pada jaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M) yang bertahta di Pakuan Pajajaran.

Naskah Siksa Kandang Karesyan ini ditulis pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja penguasa Galuh Pajajaran (1482-1521). Sri Baduga Maharaja adalah cucu dari Wastu Kancana, beliau lebih dikenal dengan gelar Prabu Siliwangi, beliau pernah di kedaton Surawisesa di Kawali, sehingga dapat disimpulkan, beliau mengetahui benar filsafat hidup jaman kakeknya.

Sejaman dengan Sanghyang Siksa Kandang Karesyan, Tome Pires orang Portugis yang mengunjungi Pajajaran antara tahun 1513-1515 menyebutkan keadaan di Pajajaran sudah ramai, rumah rumah yang kokoh bertiang kayu beratap rumbia.

Menurut Tome Pires Pajajaran mempunyai enam pelabuhan (bandar) yaitu Bantan (Banten), Pomdam (Pontang), Cheguide (Cikande), Tangaram (Tangerang), Calapa (Kalapa) dan Chemano (Cimanuk) pelabuhan yang paling timur. Perdagangan telah maju, kain, hasil pertanian, rempah-rempah dan lain-lain, begitupun persentuhan antar budaya telah terjadi akibat perdagangan di pelabuhan pelabuhan tersebut yang didatangi oleh berbagai bangsa.

Siksa Kandang Karesyan penting ditranskripsi dan diterjemahkan untuk dijadikan salah satu sumber dalam penelitian, penulisan sejarah, kebudayaan, sastra, kesenian, kepercayaan dari masyarakat Sunda awal abad ke-16.

Seorang arkeolog dan antropolog (Drs. Amis Sutaarga), telah berhasil mengupas isi naskah ini dalam penelitian sementaranya yang berjudul Prabu Siliwangi, atau Ratu Pakuan Guru Dewata Prana Sri Baduga Maha Raja Ratu Haji, yang bertahta di Pakuan Pajajaran dari tahun 1482 sampai dengan tahun 1521.

Naskah Siksa Kandang Karesyan bukan merupakan suatu kisah atau cerita sebagaimana Carita Ratu Pakuan, bukan pula merupakan ‘ramalan’ seperti halnya Ramalan Jåyåbåyå, Sabdo Palon Nåyå Génggong, Darmogandul, Gatoloco, ataupun karya Raden Mas Ngabehi Rånggåwarsitå, Naskah Siksa Kandang Karesyan berisi petunjuk dan bimbingan hidup dan kehidupan manusia di dunia agar mencapai kebahagiaan (mapahayu) dan keunggulan, dan yang memberikan petunjuk (warahakna) atau petuah Sang Sadu (Sang Budiman), dan agar menjadi peringatan bagi semua orang.

Dari isi naskah, Wangsit Sang Maha Prabu Siliwangi ini seyogyanya tidak hanya berlaku bagi para pejabat negara Kedaton Kawali atau Kedaton Pakuan dan rakyatnya pada masa itu, sekarangpun, bagi siapa pun terutama bagi para penyelenggara negara perlu mengetahuinya, dan tidak sekedar tahu, melainkan juga melaksanakan butir-butir wangsit Sang Maha Prabu Siliwangi itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Inilah kalimat permulaan Kitab Sanghyang Siksa Kanda (Ng) Karesyan:

{I}. ndah nihan warahakna sang sadu, de sang mamet hayu. hana sanghyang siksa kanda (ng) karesyan ngaranya, kayatnakna wong sakabeh. nihan ujar sang sadu ngagelarkeun sanghyang siksa kanda (ng) karesyan kayatnakna wong sakabeh.

[{I}. Ya inilah yang akan diajarkan oleh sang budiman bagi mereka yang mencari kebahagiaan. Ada (ajaran) yang bernama Sanghyang Siksa Kanda (Ng) Karesyan untuk kewaspadaan semua orang].

Dalam Sanghyang Siksa Kanda (Ng) Karesyan tersebut terdapat Nilai-nilai dan Pandangan Hidup Urang Sunda, yaitu :

[1]. mahayu dora sapuluh.

[2]. mikukuh dasa prebakti.

[3]. pancaaksara guruning janma.

[4]. mikukuh darma pitutur.

[5]. ngawakan tapa di nagara.

[6]. tri tangtu di nu reya.

[7]. hirup cukup teu kaleuleuwihi.

[8]. ulah pupujieun.

[9]. panca parisuda.

[10].ulah bohong, ulah maling, jeung pamali.

[11].janma utama nu kapuji

[12].trigeuing, dasa pasanta

Berikutnya:

ini sanghyang dasa kreta(1) kundangeun urang reya. Asing nu dek na(n)jeurkeun sasana kreta pakeuneun heubeul hirup, heubeul nyewana, jadiyan (2) kuras, jadiyan tahun (2) , deugdeug ta(n)jeur jaya prang, nyewana na urang reya.

[Inilah sanghyang dasa kreta(1) untuk pegangan orang banyak. Siapapun yang hendak menegakkan sarana kesejahteraan agar dapat lama hidup, lama tinggal (di dunia). berhasil dalam peternakan, berhasil dalam pertanian(2), selalu unggul dalam perang, sumbernya terletak pada orang banyak].

(1). dasa kreta, yaitu sepuluh kesejahteraan yang dicapai karena kemampuan menjaga sepuluh sumber nafsu.

(2) jadiyan tahun , jadiyan = mudah jadi/tumbuh, berhasil; tahun = pohon, tanaman. ternak, hasil pertanian, dan hasil peternakan.

ini byakta sanghyang dasa kreta ngaranya, kalangkang dasa sila, maya-maya(3) sanghyang dasa marga, kapretyaksaan dasa indriya na-keun ngretakeun bumi lamba di bumitan parek(4).

[Inilah kenyataan yang disebut sanghyang dasa kreta. Bayang bayang dasa sila, maya-maya(3) sanghyang dasa marga, perwujudan dasa indera untuk mensejahterakan dunia kehidupan di dunia yang luas(4)]

(3) maya-maya = bayang-bayang yang samar.

(4) tan parek, arti sebenarnya adalah tidak dekat, jauh.

ini pakeun urang ngretakeun bumi lamba, caang jalan, panjang tajur,paka pridana(5), linyih pipir, caang buruan. anggeus ma imah kaeusi, leuit kaeusi, paranje kaeusi, huma kaomean, sadapan karaksa, palana ta hurip, sowe waras, nyewana sama wong (sa)rat. sangkilang di lamba, trena taru lata galuma, hejo lembok tumuwuh sarba pala wo(h)wohan, dadi na hujan, landung tahun, tumuwuh daek, maka hurip na urang reya. Inya eta sanghyang sasana kreta di lamba ngarana.

[Ini (jalan) untuk kita menyejahterakan dunia kehidupan, bersih jalan, subur tanaman, cukup sandang(5), bersih halaman bclakang, bersih halaman rumah. Bila berhasil rumah terisi, lumbung terisi. kandang ayam terisi, ladang terurus, sadapan terpelihara, lama hidup, selalu(6) sehat, sumbernya terletak pada manusia sedunia. Seluruh penopang kehidupan; Rumput, pohon-pohonan, rambat. semak, hijau subur tumbuhnya segala macam buah-buahan, banyak hujan, pepohonan tinggi karena subur tumbuhnya, memberikan kehidupan kepada orang banyak. Ya itulah (sanghyang) sarana kesejahteraan dalam kehidupan namanya].

(5). sandang = paka pridana, dari paka yang berarti mempunyai, dan paridhana berarti pakaian.

(6). selalu = sowe sebenarnya berarti lama.

ini sanghyang dasa kreta nu dipajarkeun kalangkang sanghyang dasa sila(7), ya maya-maya sanghyang dasa marga ta, kapretyaksaan na dasa indriya. ini byakta:

[Ini sanghyang dasa kreta yang disebutkan sebagai bayang-bayang sanghyang dasa sila(7), ya maya-maya sanghyang dasa marga, perwujudan dasa indera. Inilah kenyataannya]

(7). dasa sila (lihat catatan no. 3 terjemahan)

*** ***

[1]. mahayu dora sapuluh [Pupuh I dan II]

Manusia memiliki kodrat hidup di dunia sebagai makhluk ganda yang terdiri dari badan kasar dan badan halus. Karena itu, selama hidupnya manusia bergantung kepada dua badannya itu.

Namun manusia pun memiliki intelektualitas atas dasar kemampuan dengan kadar yang berbeda-beda; demikian pula di dalam upaya untuk mencapai kesatuan dengan Sang Cipta diberi jalan tertentu sesuai dengan kemampuan manusia itu sendiri.

Selain itu, manusia juga memilki naluri pengenal dan akal, perasaan dan rasa keakuan (ego) yang seluruhnya diperoleh dan diwujudkan ke dalam indriya (keinginan) disebut dasa indriya.

Dasa indriya ini terbagi menjadi pancabudhi indriya meliputi ceuli (telinga/pendengaran), mata (mata/penglihatan), kulit (kulit/perasa), letah (lidah/pengecap) dan irung (hidung/penciuman); dan pancakarma indriya, sebagai penggerak yang meliputi sungut (mulut), leungeun (tangan), suku (kaki), tumbung atau payu (dubur, pelepasan), bhaga (kelamin perempuan) dan purusa (kelamin laki-laki).

Bagian-bagian tubuh yang disebut dengan dasa indriya inilah yang dapat mendatangkan bencana atau bahagia sejahtera, dan ajaran tentang ini adalah dosa dasa indera yaitu: mahayu dora sapuluh.

Jika sepuluh bagian tubuh tersebut tidak dijaga dapat mendatangkan musibah (dora bancana) tetapi bila digunakan dengan benar dapat membawa kesejahteraan (dasa k[e]reta).

Isi wejangan selengkapnya:

{1}. {I}….. ceuli ulah barang denge mo sieup didenge kenana dora bancana, sangkan urang nemu mala na lunas papa naraka; hengan lamun kapahayu ma sinenggu utama di pangreungeu.

({1}. {I} …. Telinga jangan mendengarkan yang tidak layak didengar karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; namun kalau telinga terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam pendengaran).

{2}. mata ulah barang deuleu mo ma sieup dideuleu kenana dora bancana, sangkan urang nemu mala na lunas papa naraka; hengan lamun kapahayu ma sinenguh utama ning deuleu.

({2}. Mata jangan sembarang melihat yang tidak layak dipandang karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; namun bila mata terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam penglihatan).

{3}. kulit ulah dipake gulang-gasehan, ku panas ku tiris, kenana dora bancana, sangkan nemu mala na lunas papa naraka; hengan lamunna kapahayu ma sinengguh utama bijilna ti kulit.

({3}. Kulit jangan digelisahkan karena panas ataupun dingin sebab menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; tetapi kalau kulit terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kulit).

{4}. letah ulah salah nu dirasakeun kenana dora bancana, sangkan urang nemu mala na lunas papa naraka; hengan lamunna kapahayu ma sinengguh utama bijilna ti letah.

({4}. Lidah jangan salah kecap karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; namun bila lidah terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari lidah).

Bandingkan dengan: Ajiníng diri iku dumunúng ånå ing lathi.

{5}. irung ulah salah ambeu kenana dora bancana, sangkan urang nemu mala na lunas papa naraka; hengan lamun kapahayu ma sinengguh utama bijilna ti irung.

({5}. Hidung jangan salah cium karena menjadi pintu bencana penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka: namun bila hidung terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari hidung).

{6}.sungut ulah barang carek kenana dora bancana na luna papa {II}naraka; hengan lamun kapahayu ma sinengguh utama bijilnya ti leungeun.

({6}. Mulut jangan sembarang bicara karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan {II}neraka; namun bila mulut terpelihara. kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari mulut).

{7}. leungeun mulah barang cokot kenana dora bancana na lunas papa nara¬ka; hengan lamunna kapahayu ma sinengguh utama bijilna ti leungeun.

({7}. Tangan jangan sembarang ambil karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan neraka; namun bila tangan terpelihara. kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari tangan).

{8}. suku ulah barang tincak keuna dora bancana na lunas papa naraka; hengan lamunna kapahayu ma sinengguh utama bijilna ti suku.

({8}. Kaki jangan sembarang melangkah karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; namun bila kaki tcrpelihara. kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kaki).

{9}. payu(8) ulah dipake keter(9), kenana dora bancana na lunas papa naraka; hengan lamunna kapahayu ma sinegguh utama bijilnya ti payu.

({9}. payu = tumbung(8) jangan dipakai keter(9), karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan neraka; namun bila tumbung terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari tumbung).

(8). payu (sansekerta) = tumbung. Tumbung adalah lubang pelepasan atau dubur. Secara umum searti atau bagian dari cungap.

Sedangkancungap yang dalam bahasa Jawanya adalah babahan håwå sångå, artinya sembilan lubang dalam tubuh manusia pintu masuknya hawa nafsu yaitu dua mata, dua lubang hidung, dua telinga, satu mulut, satu lubang pelepasan dan satu lubang kemaluan.

(9). keter – hubungan seksual sejenis (homo sexual, lesbian);

{10}. bhagapurusa(10) ulah di pake kancoleh kenana dora bancana na lunas papa naraka; hengan lamunna kapahayu ma sinengguh utama bijilna ti baga lawan purusa.

({10}. Bhaga-purusa (10) jangan dipakai berzina, karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapatkan celaka di dasar kenistaan neraka; namun bila baga-purusa terpelihara, kita akan memperoleh keutamaan darinya).

(10) Bhaga-purusa; bhaga adalah kemaluan wanita; sedangkan purusa adalah kemaluan laki-laki.

Itulah yang disebut dasa k[e]reta. Kalau sudah terpelihara pintu (nafsu) yang sepuluh, sempurnalah perbuatan orang banyak. Demikian pula perbuatan sang raja.

***

Nuhun, sakieu heula dongeng Sanghyang Siksa Kanda (Ng) Karesyan parwa kahiji.

Sampurasun

Cantrik Bayuaji



Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Telah Terbit on 29 Januari 2011 at 17:47  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/seri-magawe-rahayu-magawe-kerta/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Assalammualaikum
    Salam
    Rahayu
    Sedulur kabeh
    Menarik nih kajiannya,
    tak perlu mencari
    Tak perlu dicari
    Bila yang bertemu ucapkan Alhamdulilah
    Bila yang belum bertemu ucapkan insyaallah
    Bukan bertemu atau tak bertemu
    Apa artinya kita bertemu
    Untuk apa kita bertemu
    Kalau sudah bertemu??
    Adakah perubahan
    Adakah nilai yang bisa diambil
    Biarkan misteri tetaplah misteri
    Dia akan datang dengan tiba tiba
    Dia akan datang tanpa disangka sangka
    Darimana datangnya??
    Tak seorang pun mengetahui..
    Sekarang, esok atau lusa
    Bulan ini, bulan depan atau tahun depan..
    Semua mungkin..
    Semua tak mustahil
    Semua tak pasti
    Yang pasti hanyalah kematian
    Menghadap Sang Ilahi Robbi
    Coba kalau semua berpikir
    Coba kalau semua bertujuan sama
    Tak hanya rakyat tapi juga pejabat
    Tak hanya birokrat tapi juga pengusaha
    Tak hanya rakyat awam tapi juga para cerdik pandai
    Tapi..apa yang terjadi??
    Apa yang kita saksikan??
    Berlomba lomba dalam urusan dunia
    Berlomba lomba dalsm urusan perut
    Berlomba lomba dalam urusan depan pantat
    Hahahaha…
    Sedikit yang ingat
    Sekali lagi Sedikit yang mengingat…
    Kebanyakan semua banyak berkutat
    Untuk urusan urat dan pantat
    Untuk urusat perut dan syahwat
    Kalau diterus teruskan bakalan kiamat.
    Hanya orang gila yang tak kumat
    Karena dibalik kegilaan ada nikmat
    Hahahahaha…
    Salam Paitun Gundul 87
    Gondal Gsndul


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: