SST-01

kembali | lanjut >>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 4 Maret 2012 at 19:35  Comments (33)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/sst-01/trackback/

RSS feed for comments on this post.

33 KomentarTinggalkan komentar

  1. Rontal STT perdana

    mongo……………

    • Eh.., kliru ding SST perdana maksudnya.

      hadu.., seminggu masih belum cukup waktu untuk bebenah gandok, masih belum sempat pindahkan dongen Ki Kompor/Sandikala dan Ki Bayuaji.

      ngapunten….
      seminggu ini juga masih ribet sekali tampaknya, sehingga mungkin juga belum sempat bersih-bersih gandok.

      • don wori pak Satpam,
        sing penting tulisan miring
        sudah dihapus.

        • don wori-don wori pak Satpam,
          sing penting tulisan miring-miring
          sudah dihapus.

          • Hadir perdana di tayangan perdana.
            Ki GEMBLEH ra iso ndhisiki…..kleru naruh komen !!!!!

            sugeng dalu lan matur nuwun katur
            Ki Seno
            pak Satpam’e.

    • belum bs buka gandok p.satpam mohon petujuk

      • dibawah cover diatas, ada tulisan Halaman 1 2 3
        njenengan klik nomer 3, nanti akan masuk ke halaman 3
        di halaman ada dua format naskah
        1. format djvu, download dengan klik disini dan ganti ekstensinya dari sst-01 menjadi sst,djvu, kemudian bacanya dengan dsvu reader (saya pakai WinDjVu)
        2. naskah teks klik disini, nanti akan ngelink ke blog kalamerta.

        silahkan dicoba.
        eh…, apakah sudah membaca Suramnya Bayang-Bayang (SBB)?, kalau belum baca yang itu dulu, baru baca Sayap-sayap terkembang (SST), karena SST itu lanjutannya SBB

        Kalau masih bingung, coba klik saja ling dibawah ini
        SBB dimulai dari http://kalamerta.wordpress.com/sbb/sbb-01/
        SST dimulai dari http://kalamerta.wordpress.com/stt/sst-01/

        jilid berikutnya tinggal klik lanjut di bagian sebelah atas cover

        monggo….

  2. Hadir perdana di tayangan perdana.
    Ki Menggung ra iso ndhisiki…..!!!!!

    sugeng dalu lan matur nuwun katur
    Ki Seno
    pak Satpam’e.

    • HIKSS, kleru ambil tempat…..sing benul ki Gembleh no.2

      seperti biasa BOLD sik Aaahhh,…..ASiiiiik

  3. SUGÊNG DALU

  4. Ndherek nganyari gandhok.
    Sugeng dalu poro kadang sedoyo.

  5. Assalamu’alaikum, selamat siang….
    ikutan yo…
    tapi gandok bukan ADBM mana Paklik????

    • Kalau gandhok bukan Gembleh mana Pakde…????

      • Didhelikke mbok Dhene ki…….

  6. Nuwun
    Sugêng dalu

    DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI MATARAM

    DANANG SUTÅWIJÅYÅ
    — de Regering van Panêmbahan Sénåpati Ingalågå —

    Waosan kaping-8. Wedaran kaping-07
    KANJÊNG RATU KIDUL

    Hingga kini Kanjêng Ratu Kidul mempunyai daya cengkeram di benak banyak orang, tanpa seorang pun mencoba menggugatnya. Banyak ahli sejarah mengatakan, kisah Kanjêng Ratu Kidul dan juga dengan patihnya Nyai Rårå Kidul hanyalah sebuah legenda.

    Mitos dan folklor yang punya pengaruh kuat di jamannya. Sebagai mitos, Kanjêng Ratu Kidul karismatik dan karenanya tumbuh subur. Walhasil, raja-raja Jawa atau penguasa yang hendak mengukuhkan kewibawaannya dengan lihai memanfaatkan mitos Kanjêng Ratu Kidul.

    Maka, mengalirlah cerita tentang raja-raja Jawa yang berhubungan dengan Kanjêng Ratu Kidul.

    Awal mula berdirinya Kerajaan Mataram pun kecipratan. Simak saja kisah Sênåpati yang tertuang dalam Babad Tanah Jawi yang sudah saya uraikan pada wedaran-wedaran sebelumnya.

    Selepas meninggalnya Ki Gêdé Pêmanahan tahun 1584, petinggi Mataram digantikan seorang anaknya, Ngabèhi Loring Pasar. Sultan Pajang yang membawahkan Mataram menganugerahi gelar Sênåpati Ingalågå.

    Sênåpati juga mendapat prioritas untuk tidak usah datang ke Istana Pajang di tahun pertama. Agar Sênåpati menggunakan waktunya untuk membenahi wilayahnya dan mencicipi kenikmatan sebagai petinggi baru.

    Sebagai petinggi Mataram, Sênåpati terkenal ugal-ugalan. Rambutnya dibiarkan gondrong. Menjuntai acak-acakan.

    Ketika diperingatkan Sultan Pajang agar ia cukur, Sênåpati acuh-tak acuh saja. Ia juga tidak pernah mau sowan ngabêkti ke Istana Pajang.

    Padahal, prioritasnya hanya di tahun pertama. Ia membangkang. Ambisinya adalah mendirikan Kerajaan Mataram, dan ia jadi rajanya. Sênåpati tak lagi mau tunduk di bawah bayang-bayang kekuasaan Sultan Pajang.

    Untuk merealisasikan impiannya, Sênåpati merasa perlu berkunjung ke Kanjêng Ratu Kidul, mencari dukungan. Kampanye di kalangan petinggi-petinggi di wilayah sekitarnya dianggapnya tak cukup.

    Menumpang di atas punggung ikan Olor Tunggulwulung, Sênåpati berlayar di Laut Selatan, hendak menemui Kanjêng Ratu Kidul.

    Mulutnya komat-kamit membaca mantra. Alam pun bergolak lantaran manjurnya mantra Sênåpati. Badai dahsyat bergulung-gulung menggelegar.

    Awan pun gelap gulita. Guruh diikuti petir menggelegar menyambar-nyambar. Ikan-ikan di laut terlempar ke darat. Air laut mendidih. Di darat pepohonan berserta akarnya tercerabut.

    Unjuk kesaktian itu berhasil menarik perhatian Kanjêng Ratu Kidul. Sang ratu cantik keluar dari istananya. Begitu ketemu Sênåpati, Kanjêng Ratu Kidul langsung terpesona, jatuh hati dan memberi sembah sujud.

    Tak kepalang tanggung, dukungan pun langsung diberikan. “Semua makhluk halus di seantero Jawa akan mematuhi Sênåpati,” begitu kira-kira kata Kanjêng Ratu Kidul kepada Sênåpati.

    Sênåpati diajak mampir ke Istana Kidul, yang dikenal dengan nama Gua Langse. Entah karena keberuntungan atau lantaran Sênåpati memang thuk-mis (playboy), kesempatan langèn-asmårå dengan Kanjêng Ratu Kidul pun tak dilewatkan.

    Tak tanggung-tanggung, selama tiga hari tiga malam keduanya dihanguskan asmara yang membara.

    Hebatnya, di sela-sela bercinta, Kanjêng Ratu Kidul sempat mengajarkan ilmu pemerintahan dan ilmu memanggil makhluk halus.

    Rupanya, menurut Babad Tanah Jawi Kanjêng Ratu Kidul ternyata juga ahli di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan rakyat ‘lelembut’ semesta (IPOLEKSUSBUD HANKAMRA ‘lêlêmbut’ TA). Hebat dia.

    Singkat cerita, dengan dukungan Kanjêng Ratu Kidul inilah akhirnya impian Sênåpati menghancurkan Pajang tercapai, hingga berdirilah Mataram dengan Sênåpati sebagai raja pertama, dengan gelar Panêmbahan Sênåpati Ingalågå Sayidin Panåtågåmå Kalifatullah Tanah Jåwå.

    Boleh percaya boleh tidak. Cerita kemudian terus berkembang dari masa ke masa. Sejak Sênåpati, Sultan Agung, sampai pada raja-raja Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

    Kanjêng Ratu Kidul tak pernah lepas sebagai ‘perangkat’ untuk mengukuhkan kekuasaan raja-raja Jawa. Disebut-sebut pula bahwa Sang Nyai adalah istri raja secara turun-temurun.

    Konon, untuk berhubungan dengan Kanjêng Ratu Kidul, ada sebuah lorong bawah tanah di Keraton Yogyakarta, yang tembus ke Laut Selatan, tempat Kanjêng Ratu Kidul bertakhta.

    Berkaitan dengan mitos semacam itu, KRT (Kanjêng Radèn Tumênggung) Hardjånagårå, ahli sejarah yang dekat dengan Keraton Solo, menilai bahwa kekuatan kisah Kanjêng Ratu Kidul itu tak lepas dari paduan antara kekuatan alam, misteri alam yang transendental, dan citra politik.

    Citra politik karena berkembangnya kisah Kanjêng Ratu Kidul. “Panembahan Sênåpati dan raja-raja keturunannya memperoleh citra sebagai raja sakti,” kata Hardjånagårå.

    Dalam disertasi Dr. Selo Soemardjan yang berjudul Social Changes in Jogjakarta, yang diterbitkan Cornell University Press, pada Bab I di bawah subjudul Sultan Jogjakarta, disebut juga peranan Kanjêng Ratu Kidul.

    Menurut beliau, salah satu hal yang menyebabkan kekuasaan Sultan atas rakyat tidak tergoyahkan adalah karena Sultan dipandang memiliki kesanggupan berhubungan langsung dengan nenek moyang, Kanjêng Ratu Kidul, ratu perkasa dari Lautan Hindia.

    Siapa yang tak hormat, segan, dan takut kepada seorang raja yang mempunyai istri makhluk halus yang cantik dan sakti. Kanjêng Ratu Kidul terbukti merupakan penegak kekuasaan yang ampuh. Dan itu nampaknya tak hendak dihapus oleh kalangan keraton.

    Legenda Kanjêng Ratu Kidul mengalir terus. Seperangkat upacara yang mendukung legenda itu hingga kini tetap dilestarikan. Seperti upacara labuhan dan Tari Bêdåyå Kêtawang.

    Bangunan panggung Sånggå Buwånå di Kasunanan Solo. Tak setiap orang bisa naik. Bangunan yang pucuknya khas bagai tutup sesaji, di loteng paling atas disediakan kamar khusus bagi Kanjêng Ratu Kidul.

    Konon, setiap malam Jumat atau malam Selasa Kliwon ia hadir di situ. Berbagai sesaji dan seperangkat pakaian lengkap untuk Kanjêng Ratu Kidul disediakan.

    Konon, Kanjêng Ratu Kidul pernah murka di tahun 1954, gara-gara sesaji lupa disediakan. Sånggå Buwånå diamuk api, dan anehnya seperangkat pakaian Kanjêng Ratu Kidul utuh tak terusik ganasnya api.

    Jika ada orang keraton yang mengakui terus terang bahwa Kanjêng Ratu Kidul hanyalah legenda, dialah GBPH (Gusti Bandårå Pangéran Haryå) Puråbåyå, kakak Sri Sultan Hamêngku Buwånå IX. Namun, “Kami tidak melarang atau menyuruh masyarakat percaya,” kata GBPH Puråbåyå.

    Apa boleh buat jika sampai kini kepercayaan masyarakat di pantai selatan terhadap Kanjêng Ratu Kidul masih tebal. Kepercayaan itu tentu saja tak dapat dicegah pihak keraton. Itulah sebabnya. Sri Sultan Yogyakarta mengambil sikap evolusi, bukannya revolusi.

    Artinya, sepanjang masyarakat masih percaya, silakan mempercayai Kanjêng Ratu Kidul. GBPH Puråbåyå berkeyakinan, bila pendidikan masyarakat kian maju, kepercayaan tentang Kanjêng Ratu Kidul itu akan hilang dengan sendirinya secara alamiah. “Tidak perlu melarang percaya secara paksa,”. tutur GBPH Puråbåyå.

    Ahli kebudayaan Jawa, Karkånå Partokusumå, mendukung pendapat Puråbåyå. “Kepercayaan semacam itu ciri khas masyarakat agraris,” ujar Karkono. Ia akan bergeser seiring dengan kecerdasan masyarakat, bahkan bisa hilang sama sekali.

    Namun, Karkånå bisa memaklumi kalau keraton masih percaya terhadap Kanjêng Ratu Kidul. “Keraton memang harus mempercayai. Jika tidak, ya, tak ada lagi keraton Jawa,” ucap Karkånå lagi.

    Mengambil contoh dialog kasih antara Panembahan Sênåpati dan Kanjêng Ratu Kidul, kasih itu seterusnya menjelma sepanjang abad menjadi pengayoman.

    Pakubuwånå XII, raja Kasunanan Surakarta, memilih sikap netral terhadap legenda Kanjêng Ratu Kidul. “Kita ambil positifnya saja,” ujarnya. Pengayoman yang dimaksud adalah untuk keturunan Sênåpati dan kerajaannya.

    Tunggu wedaran tentang analisis sejarah Kanjêng Ratu Kidul.

    ånå toétoégé

    Nuwun

    cantrik bayuaji

    • matur suwun
      langsung masuk gandok dulu,
      bacanya besok …, he he he .., sampun ngantuk.

    • matur nuwun Ki Bayu.

  7. Hii…….
    barusan lihat di yahoo, ada berita Sidoarjo diserang ulat bulu

    hadu…., kasihan Ki gembleh nanti tambah gendut karena kena bulunya yang tentu menyebabkan gatal dan “bendul-bendul”

    • mboten saget ki , wong ki Gembleh kagungan ageman aji ULER KILAN lan ULER KADUT tertamtu bakal kalis ing sadayaning upasipun uler ,leres ki Gembleh ??????????

      • Inggih Ki HaryoM,
        Mandar rikala dinten kemis wage kala winginanipun kula dipun paringi lungsuran aji welut putih saking Ki Menggung.
        Wah jan joss saestu lho, saged kangge ngeles nalikadipun oyak2 Ni Sinden.

        he….he….he…..
        sugeng dalu.

  8. Hadir …………….

    • Hadir…………….in

      • Tekoooo ,,,,,,,,,,, keri dhewe .

  9. selamat sore sadayanya,

  10. hadir , selamat malam

  11. Hadir malem2, selamet.

    • Hadir slamet teko sore saiki lagi ngglethak kekeselen

      • Selamet hadir teka bengi,
        saiki lagi nglethak ote2

        • Lho niku maksude dhahar jajan ote2 , menapa sumuk kebenteren lajeng lukar busono ki Gembleh .????????????? *****

          • kekeselen, ggletak, karo ote2, isis

          • nglethak, ngremus………

            menawi ingkang wasis NGGLETHAK
            sinambi ote2 punika asmanipun
            Ki Menggung.

  12. mohon izin buka gandok ki

    • silahkan, langsung ke halaman 3 nggih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: