SST-16

<<kembali | lanjut >>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 7 Juli 2012 at 20:44  Comments (57)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/sst-16/trackback/

RSS feed for comments on this post.

57 KomentarTinggalkan komentar

  1. he he he , gak transparan lagi
    tapi…, tautan rontal (djvu) masih sekedar tautan, belum selesai editing
    sepertinya sih baru besok siang, soalnya malam ini satpam masih banyak kerjaan (he he he …. gaya….)

    ngapunten

    • tapi…, yang teks sudah tersedia kok

      • Walaupun MakLaron mlempem neng kandange dewe. sing penting gandhok 16 wes dibukak.

        Matur nuwun pak Satpam.

        • he he he …
          sing penting balapanne Ki mbleh
          tapi…., mesti gak bisa nyalip mas Kimi

          • lumayan juga tu jagoan gaek, om mikel
            tapi…, seperti biasanya, mobilnya mogok…, he he he ….

      • he-eh……Siiiip, matur nuwun mas Risang

        • kedhisikan ki Gembleh, kalah sak detik….he5x

          malam ki Gembleh

          • genk dalu ugi Ki Menggung.

          • Nah…ternyata bener😀

  2. Sugeng dalu.

    • Sugeng pinanggih Ki Arga. Sampung radi sawetawis dangu mboten nate ‘kepangih’.

      Mugi tansah wilujeng Ki

      • sugeng sonten Ki Puna II
        soho sanak kadang sedoyo

      • Sugeng pinanggih ugi Ki Punakawan. Pangestunipun Ki Puna, kula tansah wilujeng. Panci awis-awis “kepanggih” njih , kadosipun asring tlisipan. Menawi kula pas sowan padephokan, kleresan Ki Puna nembe tindakan. Kosok wangsulipun menawi panjenengan saged rawuh, gentos kula ingkang kesahan.

        Lha pundi dongengipun ?
        Kula tengga kanthi sabar, mugi-mugi mboten dangu malih. Matur nuwun.

  3. Wah jan MakLaron pancen lagi mlempem tenan…!!!!
    Jagone pak Satpam malah rada lumayan.

    Sugeng dalu.

    • 15

      • 16

        • 17…?🙂

          • 18….?

          • Lho……?????

            19

  4. Pamuji Rahayu

    Sanak Kadang,

    Hari ini, Rabu tanggal 11 Juli 2012, nJakarta punya gawe “coblosan” cagub and cawagub.

    Keenam pasangan calon sudah jualan janji di seantero Betawi, dengan janji-janji angin surga. Macam-macamlah janjinya.

    Yang kepilih nantinya, mbuh dapet penuhi janjinya apa ora. Koq janjinya sajaké yak-yak o😦😦

    nJakarta bebas banjir, bebas macet, begitu di antaranya janji-janji si cagub/cawagub-cagub/cawagub itu

    Padahal membenahi Ibu Kota Negara nJakarta tidak semudah seperti apa yang mereka katakan di dalam kampanye, Betul nggak?

    Ada spanduk unik dan lucu, yang dipasang oleh “Cagub” dan “Cawagub” Calon Nomor 7 (Lho calon resmi khan hanya enam, lha memang si Cagub dan Cawagub ini gadungan koq).

    Di spanduk tertulis:
    🙂 “Jangan Pilih Gua…! Gua Pasti Korupsi. Masalah Banjir dan Macet, Loe Pikir Gua Pawang Ujan dan Tukang Parkir. Rakyat Miskin, Pasti Makin Sengsara. Bodo Amat Lah…!”🙂🙂🙂

    Hiks…..

    Dilalah Punakawan hari ini kadaphuk menjabat Ketua KPPS di RTnya Punakawan. Suatu jabatan dan tanggung-jawab yang besar dan berat. Padahal Punakawan ora ngerti apa-apa soal perpolitikan percaguban ini.🙂

    Isuk uthuk-uthuk udah atur sana, atur sini.

    Mohon doa restu Sanak Kadang semua, mudah-mudahan tugas dan jabatan yang diamanahkan kepada Punakawan dapat dilaksanakan dengan benar dan baik.

    Nuwun

    Punakawan

    • semoga sukses Ki PUNA,

      ujung tombak “coblosan” jurdil….kata2nya…!!!
      tempatnya…..ya di KPPS,

      • Ki Puna II sukses menjalankan tugas……..!!!!
        Seperti balapan minggu lalu, logo mercy kalah dikandangnya.
        Apakah leg kedua akan diadakan di kandang lawan…???

  5. selamat ber-KPPS Ki PUna
    kalau berhasil
    nanti naik jadi ber-KPU

    • sugeng siang sadaya,

      • sugeng sonten semuanya

        • sugeng dalu seadanya

          • sama

          • monggo

  6. Pamuji Rahayu

    Nuwun

    Cuapeknya puoolllll. Bukan capek fisik tapi capek psikis.

    Sebagai Ketua KPPS yang cuman tingkat RT, belum bermimpi (bermimpipun tidak mau) jadi anggota KPU, sudah dibuat bruwet oleh salah seorang saksi dari peserta Pilkada (Peserta
    Pilkada yang diharapkan menang, tetapi nggak menang, dan kalah oleh yang lain. Hasil Hitung Cepat menunjukkan demikian)

    Si Saksi ini cerewetnya bukan main. hampir setiap kartu suara yang memenangkan bukan pilihannya, minta diteliti dengan saksama sah tidaknya. Lucu, tapi sungguh kasihan dia…………

    Ah. sudahlah sampai ketemu di Pilkada Putaran Kedua.

    Ehh…. Jadinya dongeng arkeologi & antropologi belum sempet diwedar. Sabar nggih….

    Nuwun

    Punakawan

    • Kulo tenggo kanthi sabar Ki Puna, matur nuwun.

      • monggo Ki
        dipun leremaken rumiyin manahipun
        matur nuwun

        • Setya tuhu ngrantos Ki Puna II,
          mugia enggal lejar ing penggalih.

          • stia menanti

          • stie….malang

  7. Bad weather cuaca buruk + modem ngadat dadi kepancal 4 rontal , genk sonten sanak kadang padhepokan sedaya .

    Nuwun .

    • sugeng rawuh Ki HaryoM,
      SUGENG DALU.

      • sugeng dalu ugi Ki

  8. Ssstttttt…..para cantrik jangan ribut,
    pak Satpam lagi siap2 mbukak gandhok 17.

  9. Ngapunten njih

    Risang sedang menjalani tahanan rumah untuk tidak membuka internet
    Akibat makan apa saja yang tidak biasa dimakan selama perjalanan 4 hari Senin – Kamis kemarin, sesampai di rumah langsung KO.
    Demam tinggi dan perut kembung, menurut dokter sih cuma lambung risang yang luka luka, Bersamaan sakit gigi juga kambuh sehingga menurut polwan yang ada di rumah, harys istirahat penuh.

    Ini nyuri waktu saat Polwasnnya sedang tidur.

    nuwun
    bobo lagi

    • Mugia enggal pinaringan bagas waras.

  10. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Nuwun

    Sugêng siyang. Sugêng pêpanggihan pårå kadang sâdåyå. Atur pambagyå raharjå dumatêng pårå kadang sutrésnå padépokan pêlangisingosari .

    Pårå kadang ingkang dahat sinu darsånå ing budi,. Saudara-saudaraku seiman.

    Patutlah kita semua untuk bersama-sama memuji, mengagungkan, dan membesarkan nama Illahi. Allah SWT. Yang Maha Agung yang melimpahkan begitu banyak nikmat dan karuniaNya. bahwa dengan bertambahnya usia, dari hari kehari, atas izin Allah, kita semua masih diberi kesempatan olehNya untuk bersilaturahmi di sini.

    Dan yang pantas kita ucapkan dan kita perbuat adalah kita bersyukur kepadaNya.

    Salam, salawat dan kedamaian semoga tetap dilimpahkan Allah kepada manusia pilihanNya uswah kita Rasulullah Muhammad SAW, juga kepada keluarganya, kepada sahabat-sahabatnya dan para pengikut-pengikut setianya.

    Kita berdoa semoga Allah menjadikan kita sebagai pengikut Muhammad Rasulullah SAW, dan kita mohonkan kepada Allah SWT, dan atas izinNya kelak di Hari Akhir kita mendapatkan syafaat dari beliau. Aamin.

    Pårå kadang padepokan pelangisingosariingkang dahat kinurmatan.

    Insya Allah. Beberapa saat lagi Ramadhan 1433H tahun ini akan hadir. Di antara kita ada yang memulai acara rutin tahunan Ramadhan ini, seperti Qiyamul lail dan bertadarus, yang dilanjutkan dengan ibadah-ibadah lainnya, pada malam ini. Kamis 19 Juli 2012, yang berarti esok hari Jum’at 20 Juli 2012 adalah awal Puasa Ramadhan 1433H.

    Ada pula yang sudah memulai shaum pada hari Rabu, tanggal 18 Juli 2012, namun ada juga yang masih menunggu hasil keputusan rapat penentuan Awal Ramadhan 1433H (ru’yat) yang dilakukan oleh para ahli di bidangnya.

    Tak jadi soal adanya perbedaan itu, dan tak perlu dibesar-besarkan adanya.

    Punakawan teringat di masa kecil dahulu, antara tahun-tahun 1960an sd tahun 1980an. di sebuah kota kecil di Jawa Timur,

    Punakawan bersama kedua orang-tua dan sanak saudara bermukim di daerah Kauman, suatu daerah yang sudah pasti dihuni oleh mayoritas Muslim dan bertepatan pula berbasis NU.

    Kampungku Kauman itu, yang sudah pasti ada masjid besar di tengah-tengah kampung (bahkan sebagai sebuah Masjid Jami’ Ibu Kota Kabupaten), dihiasai dengan aliran sungai yang membelah dari Selatan ke Utara, dan bemuara di Selat Madura, sungai yang pada waktu itu mengalirkan air yang bening sekali.

    Penduduk Kauman sisi Timur sungai, mayoritas Muslim yang NU, dan beberapa KK beretnis Bali yang beragama Hindu, sedangkan di sisi Barat sungai, berpenduduk Muslim yang berbasis Muhammadiyah (ada masjid kecil di sana), dan sekelompok rumah tangga kurang lebih 250 KK beragama Katholik dan Kristen Bethel (dan dua gereja di lingkungan mereka).

    Kehidupan kami pada waktu kecilku itu, sungguh sangat indah. Perbedaan suku, perbedaan agama, dan perbedaan keyakinan atas tuntunan atau aturan-aturan agama, tidak membuat kami menjadi terkotak-kotak.

    Tidak ada di antara kami yang merasa bahwa kelompok yang satu yang paling benar, sedangkan kelompok yang lain salah.

    Demikian juga jika terjadi perbedaan penentuan saat awal puasa, seperti sekarang ini, semua menyikapinya dengan wajar.

    Paling banter kepada sêdulur-sêdulur yang sudah mulai puasa, kita sampaikan ucapan wilujêng anindakakên shaum Ramadhan, cukup sudah, senyum berbalas senyum.

    Berbuka puasa di hari pertama bagi sêdulur-sêdulur itu, seakan-akan sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk menghantarkan penganan, makanan dan minuman berbuka puasa, yang kami hantarkan langsung ke masjid tempat sêdulur-sêdulur tersebut berbuka, dengan tulus dan senyum ikhlas.

    Merekapun menerimanya dengan tulus dan penuh kegembiraan. Demikian juga sebaliknya. Suatu bentuk pasêduluran yang indah.

    Dengan ucapan dari lubuk hati yang paling dalam penuh ketulusan dengan iringan senyum ikhlas tersebut, saya yakin para Malaikat di Langit, dan dari Singgasana Yang Maha Tinggi, Tuhanpun ikut Tersenyum.

    Entah setan (kalaupun ini ulah setan) mana yang membuat hal yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan, akhirnya mencuat ke permukaan menjadi konflik, minimal perdebatan seru, yang semakin seru ketika menjadi tontonan dilayar televisi.

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Ramadhan, satu bulan yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu sebagai berikut:”Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini dibuka pintu-pintu Surga, dan pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat; Pada bulan itu terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa’.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

    Tetapi pernahkah kita sejenak merenung, melihat dan memperhatikan di sekeliling kita sekarang ini, kemudian kita bandingkan dengan Ramadhan tahun lalu.

    Adakah orang-orang yang kita cintai yang tahun lalu masih berada dan hadir di sini bersama-sama dengan kita. Sahur dan berbuka puasa bersama. Shalat Tarawih, Witir, Bertadarus bersama-sama. Adakah beliau-beliau itu masih berada di sekitar kita.

    Kita bersyukur, ternyata Allah masih menyayangi kita. Kita masih diberi waktu untuk berpuasa di bulan Ramadhan tahun ini, dan agar puasa kita lebih baik daripada tahun kemarin, dan kepada sahabat, rekan istri/suami, ayah, ibu dan kerabat yang pada tahu lalu masih berada di antara kita, tetapi tahun ini beliau-beliau itu telah berpulang mendahului kita, pada kesempatan kali ini mari kita doakan dengan setulus-tulusnya semoga arwah-arwah beliau-beliau diterima di sisi Allah, dilapangkan kuburnya dan diampuni dosanya.

    Hal yang lebih penting lagi, jika tadi kita teringat kepada orang-orang terkasih kita yang telah tiada, tetapi bagaimana dengan kita sendiri. Adakah kita, yang beberapa saat lagi akan berbondong-bondong ke masjid, langgar, surau, meunasah, atau musholah, untuk shalat Isya berjamaah, kemudian akan kita lanjutkan dengan shalat Tarawih dan Witir, serta bertadarus bersama.

    Pårå kadang ingkang dahat sinu darsånå ing budi,. Saudara-saudaraku seiman.

    Boleh jadi Allah mentakdirkan kita bahwa Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang terakhir untuk kita?

    Adakah Allah masih berkenan memberi kita umur yang panjang hingga kita masih diberi kesempatan untuk puasa, tarawih, witir, bertadarus di Ramadhan tahun depan?

    Alhamdulillah, bukankah sejak Rajab hingga Syaban kita berdoa seperti yang diajarkan Nabi: “Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan

    Pårå kadang padepokan pêlangisingosariingkang dahat kinurmatan.

    Ada tiga hal yang wajib kita “luruskan” pada saat kita memasuki bulan suci Ramadhan.

    Berikut ini satu kisah yang diriwayatkan para perawi hadits, bahwa:

    “Seperti biasa Rasulullah naik ke atas mimbar untuk menyampaikan khutbahnya, beliau melalui anak tangga mimbar.

    Pada anak tangga pertama Rasulullah mengangkat kedua tangannya (layaknya orang berdoa) saat itu Rasulullah mengatakan aamin;

    Pada anak tangga kedua kembali Rasulullah mengatakan aamin, dan pada anak tangga ketiga kembali Rasulullah mengatakan aamin.

    Setelah khutbah selesai, Rasulullah turun dan mengusapkan kedua tangan diwajahnya (layaknya orang selesai berdoa) kemudian duduk bersama para sahabat-sahabat beliau.

    Seorang sahabat Mu‘az bin Jabbar mendekat dan bertanya: “Ya Rasul apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan aamin sampai tiga kali?”

    Sejenak Rasulullah SAW diam, kemudian beliau menjawab: “Tadi saya didatangi Ruh Suci Utusan Allah Malaikat Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya?”

    “Apa gerangan doa yang diucapkan Jibril itu ya Rasul?” tanya sahabat kemudian. Rasulullah menjawab: “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkannya”

    Doa Jibril yang pertama: “Ya Allah ya Rabb, janganlah diterima amal Ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan”. “Aku mengatakan aamin”.

    Kemudian Jibril kembali berdoa: “Ya Allah ya Rabbi, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan”. “Aku menyahutnya aamin”.

    Dan kemudian: “Ya Allah ya Rabbi, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling memaafkan”. Aku lalu mengaminkannnya.

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Kita yakin bahwa doa tersebut pasti dikabulkan Allah yaitu, karena, berdasarkan riwayat:

    1. Yang berdoa adalah Malaikat Jibril Mahluk Nurullah yang sejak penciptaannya tidak pernah membantah dan berbuat dosa kepada Allah, dan selalu tunduk patuh pada perintah-perintah Allah.

    2. Yang mengaminkan doa tersebut adalah Muhammad Rasulullah, manusia ma’sum yang telah diampuni semua dosanya, dan kekasih yang sangat mencintai dan dicintai Allah.

    3. Tempat berdoa adalah tempat yang mendapat berkah dari Allah, dan yang ke

    4. Waktu berdoa adalah menjelang bulan suci Ramadhan, yaitu salah satu di antara waktu-waktu yang dipilih oleh Allah jika kita berdoa langsung diijabah oleh Allah.

    Saudara-saudaraku seiman

    Apabila kedua orang tua kita masih hidup dan tempatnya dekat, sangat bagus kita beserta seluruh keluarga secara khusus mengunjunginya, untuk memohon maaf, sebelum kita memasuki Ramadhan.

    Kalau tempatnya jauh, kita berupaya untuk mendatanginya, atau bila kita tidak ada waktu tentu dapat kita gunakan sarana komunikasi yang ada.

    Dan mengusahakan pula pengiriman atau penyerahan “buah tangan” sesuai kemampuan kita agar beliau dapat lebih khusyuk menjalankan ibadah Ramadhan.

    Dalam pergaulan suami isteripun, tidak dapat disangkal, pernah atau sering terjadi perbedaan pendapat. Nah, memasuki bulan suci Ramadhan ini, agar semua uneg-uneg itu sirna, secara khusus, misalnya sehabis melakukan shalat berjamaah, keduanya bersalaman saling maaf-memaafkan.

    Dan ibarat gelas yang letaknya berdekatan, sekali-kali pasti berantuk. Demikian pula dalam hidup bertetangga, baik tetangga di lingkungan rumah tinggal, atau tetangga dalam arti rekan sekerja, atasan, bawahan.

    Entah disengaja atau tidak, pasti kita pernah membuat hubungan kita dengan tetangga, dengan rekan sejawat kita, dengan atasan kita dan dengan bawahan kita, hubungan yang kurang serasi.

    Untuk itu, tanpa memandang status sosial atau pun usia, maka yang paling dipujikan adalah mereka yang lebih dahulu mengunjungi tetangganya, rekan sejawat, atasan, bawahan dan saudara-sauadara kerabat terdekat, untuk memohon kemaafannya. untuk istri/suami, saudara, rekan sekerja, tetangga yang masih hidup.

    Bagaimana terhadap yang sudah almarhum/almarhumah.

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Sekiranya kedua orang-tua kita telah wafat, maka cara yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, selain memperbanyak doa terhadap keduanya, juga menjalin silaturrahmi kepada teman-teman akrab beliau yang masih hidup.

    Bukankah setiap sehabis shalat, salah satu doa kita adalah:

    ALLAAHUMMA RABBANA GHFIRLANAA WALIWAALIDIINAA WARHAMHUMAA KAMAA RABBAYAANAA SHIGHAARAA.

    (Ya Allah, Ya Rabb ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang-tua kami, serta sayangilah merela sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kami kecil)

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Inti dari hadits yang diriwayatkan di atas tadi adalah hendaknya kita tidak memutuskan tali silaturahim baik bagi yang masih hidup, antara kita dan orang-tua, istri/suami, dan kerabat kita, maupun yang sudah meninggal dunia.

    Dalam tradisi masyarakat kita, itulah mengapa, kita kenal bahwa bulan Sya’ban adalah bulan Bulan Ruwah yang secara etimologi berasal dari kata arwah (ruwah = ruh = arwah) atau nyadran, maknanya adalah berdoa kepada Allah SWT agar arwah para leluhur kita, orang-tua kita, sanak kerabat, saudara-saudara, istri/suami kita yang telah wafat senantisa mendapatkan keselamatan dan dihindarkan dari siksa kubur.

    Dalam tradisi Islam, bulan Sya’ban atau Ruwah erat dengan bulan Rajab dan Ramadhan. Tiga bulan ini merupakan bulan jalur komunikasi mikrokosmos dan makrokosmos yang dikiaskan berada dalam satu orbit.

    Mengenai makna Sya’ban (Sya’ban berarti bertebaran atau berhamburan dan berserakan) adalah sebuah bulan yang ditandai oleh sebuah fenomena orang Arab dulu berpencaran/berserakan menuju lembah untuk mencari sumber air karena di sana saat musim kering.

    Dalam arti yang lain, Sya’ban berarti berserakan (bertebaran), banyak kebajikan yang diturunkan dan ditebarkan Allah sehingga dapat diresonansi untuk menggunakan kebajikan bagi upaya membersihkan diri memasuki Bulan Ramadhan sekaligus membersihkan diri para leluhur.

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Jadi jika kita ingin amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah maka hindarilah tiga hal yang di atas tadi. Karena selama tiga persoalan di atas belum diselesaikan maka amal ibadah kita selama bulan Ramadhan masih ditangguhkan Allah sampai kita menyelesaikannya.

    Dengan demikian, diharapkan pada saat memasuki Ramadhan, manusia sudah bersih dari segala dosa.

    Nabi SAW bersabda, “Perlihatkanlah olehmu kebaikan kepada Allah di bulan ini, karena orang yang celaka adalah orang yang pada hari itu terhalang dari rahmat Allah” (HR.Thabrani).

    Naudzubillah min dzalik.

    Bukankah Allah sendiri mengatakan bahwa dengan diperintahkannya kita (Insya Allah tergolong oarng-orang yang beriman), diwajibkan menjalankan ibadah shaum, supaya kita menjadi orang-orang yang bertaqwa (Al Baqarah 183).

    Kalimat terakhir dari ayat 183 “La’allakum tattaqum”. Biasanya diterjemahkan menjadi “agar kamu bertaqwa”.

    Allah hendak mengatakan kepada sekalian orang-orang yang beriman yang diwajibkan berpuasa, pasti akan menjadi orang yang bertaqwa.

    Kalimat terakhir dari ayat 183 kata La’alla, berdasarkan tata bahasa Al Qur’an, bermakna hal yang sudah pasti akan terjadi.

    Dan Allah tidak pernah ingkar pada janjiNya.

    Silakan mumpung baru menjelang Ramadhan, kita masih diberi kesempatan yang banyak. Hati kita yang kotor, kita bersihkan, agar kita memperoleh ampunan dan maaf dari Allah, dan kita laksanakan ibadah puasa dengan hati bersih dan bening.

    Sebagai penutup izinkanlah saya Punakawan secara pribadi, dan sabrayat mohon maaf lahir batin, atas segala kesalahan kami kepada Saudara-saudaraku Pårå kadang padepokan pelangisingosari.

    Mari kita lebih eratkan tali silaturahim kita, agar kita tidak tergolong umat yang diaminkan Rasulullah, pada saat Malaikat Jibril berdoa sebagaimana hadits yang saya kutip di atas.

    Semoga amal ibadah puasa Ramadhan, dan ibadah-ibadah lainnya

    Saudara-saudaraku seiman pårå kadang padepokan pelangisingosari, diterima Allah SWT, dan pada ujungnya dapat meraih derajad taqwa. Aamin.

    Berikut saya kutipkan puisi kecil tentang Ramadhan.

    Masih terngiang lamat-lamat takbir dikumandangkan pada malam 1 Syawal tahun lalu pada detik-detik akhir Ramadhan yang penuh barokah, ketika bulan yang begitu dirindukan itu tanpa dapat dicegah, pergi meninggalkan kita.

    Terasa sekali jiwa ketaqwaan yang masih sangat rapuh, saat Ramadhan pergi.

    Sadar ternyata banyak sekali kesempatan terlewatkan tanpa pencerahan.

    Sadar masih terlalu sedikit amal kebajikan yang sempat kita tunaikan.

    Sadar bahwa selama Ramadhan tahun lalu itu, kita belum banyak berbuat kemaslahatan.

    Ada keinginan dan kerinduan agar Ramadhan tetap menjadi hari-hari yang panjang, sebelum Sang Pemilik bulan barokah itu memanggil kita.

    Kini Ramadhan itu datang kembali. Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan olehNya memandang hilal Ramadhan tahun ini menghiasi langit.

    Kita masih diberi waktu, tak lain hanyalah saat yang sangat singkat dan sesudah itu usai. …………

    Dan ketika rembulan di penghujung akhir Sya’ban telah ditetapkan pada manzilanya, dan di rembang petang itu kembali seperti tandan kurma yang tua.

    Pertanda esok hari terpanggilah jiwa-jiwa yang tenang, teduh dan damai untuk kembali berpuasa.

    Telah dibukakan pintu surga baginya, mereka pun berdiri dan tak seorang pun dari selain mereka yang boleh masuk ke dalamnya.

    MARHABAN YA RAMADHAN
    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1431H.

    Barakallahu. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Pamuji Rahayu. Mogi Santi Nusantara Indonesia

    Nuwun

    Punakawan

  11. Lho

  12. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Sugêng siyang. Sugêng pêpanggihan pårå kadang sâdåyå. Atur pambagyå raharjå dumatêng pårå kadang sutrésnå padépokan pêlangisingosari .

    Pårå kadang ingkang dahat sinu darsånå ing budi,. Saudara-saudaraku seiman.

    Patutlah kita semua untuk bersama-sama memuji, mengagungkan, dan membesarkan nama Illahi. Allah SWT. Yang Maha Agung yang melimpahkan begitu banyak nikmat dan karuniaNya. bahwa dengan bertambahnya usia, dari hari kehari, atas izin Allah, kita semua masih diberi kesempatan olehNya untuk bersilaturahmi di sini. Dan yang pantas kita ucapkan dan kita perbuat adalah kita bersyukur kepadaNya.
    Salam, salawat dan kedamaian semoga tetap dilimpahkan Allah kepada manusia pilihanNya uswah kita Rasulullah Muhammad SAW, juga kepada keluarganya, kepada sahabat-sahabatnya dan para pengikut-pengikut setianya.
    Kita berdoa semoga Allah menjadikan kita sebagai pengikut Muhammad Rasulullah SAW, dan kita mohonkan kepada Allah SWT, dan atas izinNya kelak di Hari Akhir kita mendapatkan syafaat dari beliau. Aamin.

    Pårå kadang padepokan pelangisingosariingkang dahat kinurmatan.
    Insya Allah. Beberapa saat lagi Ramadhan 1433H tahun ini akan hadir. Di antara kita ada yang memulai acara rutin tahunan Ramadhan ini, seperti Qiyamul lail dan bertadarus, yang dilanjutkan dengan ibadah-ibadah lainnya, pada malam ini. Kamis 19 Juli 2012, yang berarti esok hari Jum’at 20 Juli 2012 adalah awal Puasa Ramadhan 1433H.

    Ada pula yang sudah memulai shaum pada hari Rabu, tanggal 18 Juli 2012, namun ada juga yang masih menunggu hasil keputusan rapat penentuan Awal Ramadhan 1433H (ru’yat) yang dilakukan oleh para ahli di bidangnya.

    Tak jadi soal adanya perbedaan itu, dan tak perlu dibesar-besarkan adanya.

    Punakawan teringat di masa kecil dahulu, antara tahun-tahun 1960an sd tahun 1970an. di sebuah kota kecil di Jawa Timur, Punakawan bersama kedua orang-tua dan sanak saudara bermukim di daerah Kauman, suatu daerah yang sudah pasti dihuni oleh mayoritas Muslim dan bertepatan pula berbasis NU.

    Kampungku Kauman itu, yang sudah pasti ada masjid besar di tengah-tengah kampung (bahkan sebagai sebuah Masjid Jami’ Ibu Kota Kabupaten), dihiasai dengan aliran sungai yang membelah dari Selatan ke Utara, dan bemuara di Selat Madura, sungai yang pada waktu itu air mengalir bening sekali.

    Penduduk Kauman sisi Timur sungai, mayoritas Muslim yang NU, dan beberapa KK beretnis Bali yang sudah barang tentu bergama Hindu, sedangkan di sisi Barat sungai, berpenduduk Muslim yang berbasis Muhammadiyah (ada masjid kecil di sana), dan sekelompok rumah tangga kurang lebih 250 KK beragama Katholik dan Kristen Bethel (dan dua gereja di lingkungan mereka).
    Kehidupan kami pada waktu kecilku itu, sungguh sangat indah. Perbedaan suku, perbedaan agama, dan perbedaan keyakinan atas tuntunan atau aturan-aturan agama, tidak membuat kami menjadi terkotak-kotak. Tidak ada di antara kami yang merasa bahwa kelompok yang satu yang paling benar, sedangkan kelompok yang lain salah.

    Demikian juga jika terjadi perbedaan penentuan saat awal puasa, seperti sekarang ini, semua menyikapinya dengan wajar. Paling banter kepada sêdulur-sêdulur yang sudah mulai puasa, kita sampaikan ucapan wilujêng anindakakên shaum Ramadhan, cukup sudah, senyum berbalas senyum.
    Berbuka puasa di hari pertama bagi sêdulur-sêdulur itu, seakan sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk menghantarkan makanan berbuka puasa, yang kami hantarkan langsung ke masjid tempat sêdulur-sêdulur tersebut berbuka, dengan tulus dan senyum ikhlas. Demikian juga sebaliknya.
    Dengan ucapan dari lubuk hati yang tulus dengan iringan senyum tersebut, saya yakin seribu Malaikat di Langit, dan dari Singgasana Yang Maha Tinggi, Tuhanpun ikut Tersenyum.
    Entah setan (kalaupun ini ulah setan) mana yang membuat hal yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan, akhirnya mencuat ke permukaan menjadi konflik, minimal perdebatan seru, yang semakin seru ketika menjadi tontonan dilayar televisi.

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Ramadhan, satu bulan yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu sebagai berikut:”Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini dibuka pintu-pintu Surga, dan pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat; Pada bulan itu terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa’.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
    Tetapi pernahkah kita sejenak merenung, melihat dan memperhatikan di sekeliling kita sekarang ini, kemudian kita bandingkan dengan Ramadhan tahun lalu.

    Adakah orang-orang yang kita cintai yang tahun lalu masih berada dan hadir di sini bersama-sama dengan kita. Sahur dan berbuka puasa bersama. Shalat Tarawih, Witir, Bertadarus bersama-sama. Adakah beliau-beliau itu masih berada di sekitar kita.
    Kita bersyukur, ternyata Allah masih menyayangi kita. Kita masih diberi waktu untuk berpuasa di bulan Ramadhan tahun ini, dan agar puasa kita lebih baik daripada tahun kemarin, dan kepada sahabat, rekan istri/suami, ayah, ibu dan kerabat yang pada tahu lalu masih berada di antara kita, tetapi tahun ini beliau-beliau itu telah berpulang mendahului kita, pada kesempatan kali ini mari kita doakan dengan setulus-tulusnya semoga arwah-arwah beliau-beliau diterima di sisi Allah, dilapangkan kuburnya dan diampuni dosanya.
    Hal yang lebih penting lagi, jika tadi kita teringat kepada orang-orang terkasih kita yang telah tiada, tetapi bagaimana dengan kita sendiri. Adakah kita, yang beberapa saat lagi akan berbondong-bondong ke masjid, langgar, surau, meunasah, atau musholah, untuk shalat Isya berjamaah, kemudian akan kita lanjutkan dengan shalat Tarawih dan Witir, serta bertadarus bersama.
    Lalu, boleh jadi Allah mentakdirkan kita bahwa Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang terakhir untuk kita?
    Adakah Allah masih berkenan memberi kita umur yang panjang hingga kita masih diberi kesempatan untuk puasa, tarawih, witir, bertadarus di Ramadhan tahun depan?
    Alhamdulillah, bukankah sejak Rajab hingga Syaban kita berdoa seperti yang diajarkan Nabi: “Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan
    Pårå kadang padepokan pelangisingosariingkang dahat kinurmatan.
    Ada tiga hal yang wajib kita “luruskan” pada saat kita memasuki bulan suci Ramadhan.
    Berikut ini satu kisah yang diriwayatkan para perawi hadits, bahwa:
    “Seperti biasa Rasulullah naik ke atas mimbar untuk menyampaikan khutbahnya, beliau melalui anak tangga mimbar.
    Pada anak tangga pertama Rasulullah mengangkat kedua tangannya (layaknya orang berdoa) saat itu Rasulullah mengatakan aamin; Pada anak tangga kedua kembali Rasulullah mengatakan aamin, dan pada anak tangga ketiga kembali Rasulullah mengatakan aamin.
    Setelah khutbah selesai, Rasulullah turun dan mengusapkan kedua tangan diwajahnya (layaknya orang selesai berdoa) kemudian duduk bersama para sahabat-sahabat beliau, Seorang sahabat Mu‘az bin Jabbar mendekat dan bertanya: “Ya Rasul apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan aamin sampai tiga kali?”
    Sejenak Rasulullah SAW diam, kemudian beliau menjawab: “Tadi saya didatangi Ruh Suci Utusan Allah Malaikat Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya?”
    “Apa gerangan doa yang diucapkan Jibril itu ya Rasul?” tanya sahabat kemudian. Rasulullah menjawab: “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkannya”
    Doa Jibril yang pertama: “Ya Allah ya Rabb, janganlah diterima amal Ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan”. “Aku mengatakan aamin”.
    Kemudian Jibril kembali berdoa: “Ya Allah ya Rabbi, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan”. “Aku menyahutnya aamin”.
    Dan kemudian: “Ya Allah ya Rabbi, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling memaafkan”. Aku lalu mengaminkannnya.

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Kita yakin bahwa doa tersebut pasti dikabulkan Allah yaitu, karena, berdasarkan riwayat:
    1. Yang berdoa adalah Malaikat Jibril Mahluk Nurullah yang sejak penciptaannya tidak pernah membantah dan berbuat dosa kepada Allah, dan selalu tunduk patuh pada perintah-perintah Allah.
    2. Yang mengaminkan doa tersebut adalah Muhammad Rasulullah, manusia ma’sum yang telah diampuni semua dosanya, dan kekasih yang sangat mencintai dan dicintai Allah.
    3. Tempat berdoa adalah tempat yang mendapat berkah dari Allah, dan yang ke
    4. Waktu berdoa adalah menjelang bulan suci Ramadhan, yaitu salah satu di antara waktu-waktu yang dipilih oleh Allah jika kita berdoa langsung diijabah oleh Allah.

    Saudara-saudaraku seiman
    Apabila kedua orang tua kita masih hidup dan tempatnya dekat, sangat bagus kita beserta seluruh keluarga secara khusus mengunjunginya, untuk memohon maaf, sebelum kita memasuki Ramadhan. Kalau tempatnya jauh, kita berupaya untuk mendatanginya, atau bila kita tidak ada waktu tentu dapat kita gunakan sarana komunikasi yang ada. Dan mengusahakan pula pengiriman atau penyerahan “buah tangan” sesuai kemampuan kita agar beliau dapat lebih khusyuk menjalankan ibadah Ramadhan.
    Dalam pergaulan suami isteripun, tidak dapat disangkal, pernah atau sering terjadi perbedaan pendapat. Nah, memasuki bulan suci Ramadhan ini, agar semua uneg-uneg itu sirna, secara khusus, misalnya sehabis melakukan shalat berjamaah, keduanya bersalaman saling maaf-memaafkan.
    Dan ibarat gelas yang letaknya berdekatan, sekali-kali pasti berantuk. Demikian pula dalam hidup bertetangga, baik tetangga di lingkungan rumah tinggal, atau tetangga dalam arti rekan sekerja, atasan, bawahan. Entah disengaja atau tidak, pasti kita pernah membuat hubungan kita dengan tetangga, dengan rekan sejawat kita, dengan atasan kita dan dengan bawahan kita, hubungan yang kurang serasi. Untuk itu, tanpa memandang status sosial atau pun usia, maka yang paling dipujikan adalah mereka yang lebih dahulu mengunjungi tetangganya, rekan sejawat, atasan, bawahan dan saudara-sauadara kerabat terdekat, untuk memohon kemaafannya. untuk istri/suami, saudara, rekan sekerja, tetangga yang masih hidup. Bagaimana terhadap yang sudah almarhum/almarhumah.
    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .
    Sekiranya kedua orang-tua kita telah wafat, maka cara yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, selain memperbanyak doa terhadap keduanya, juga menjalin silaturrahmi kepada teman-teman akrab beliau yang masih hidup. Bukankah setiap sehabis shalat, salah satu doa kita adalah:
    ALLAAHUMMA RABBANA GHFIRLANAA WALIWAALIDIINAA WARHAMHUMAA KAMAA RABBAYAANAA SHIGHAARAA.
    (Ya Allah, Ya Rabb ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang-tua kami, serta sayangilah merela sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kami kecil)

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Inti dari hadits yang diriwayatkan di atas tadi adalah hendaknya kita tidak memutuskan tali silaturahim baik bagi yang masih hidup, antara kita dan orang-tua, istri/suami, dan kerabat kita, maupun yang sudah meninggal dunia.

    Dalam tradisi masyarakat kita, itulah mengapa, kita kenal bahwa bulan Sya’ban adalah bulan Bulan Ruwah yang secara etimologi berasal dari kata arwah (ruwah = ruh = arwah) atau nyadran, maknanya adalah berdoa kepada Allah SWT agar arwah para leluhur kita, orang-tua kita, sanak kerabat, saudara-saudara, istri/suami kita yang telah wafat senantisa mendapatkan keselamatan dan dihindarkan dari siksa kubur.

    Dalam tradisi Islam, bulan Sya’ban atau Ruwah erat dengan bulan Rajab dan Ramadhan. Tiga bulan ini merupakan bulan jalur komunikasi mikrokosmos dan makrokosmos yang dikiaskan berada dalam satu orbit.

    Mengenai makna Sya’ban (Sya’ban berarti bertebaran atau berhamburan dan berserakan) adalah sebuah bulan yang ditandai oleh sebuah fenomena orang Arab dulu berpencaran/berserakan menuju lembah untuk mencari sumber air karena di sana saat musim kering. Dalam arti yang lain, Sya’ban berarti berserakan (bertebaran), banyak kebajikan yang diturunkan dan ditebarkan Allah sehingga dapat diresonansi untuk menggunakan kebajikan bagi upaya membersihkan diri memasuki Bulan Ramadhan sekaligus membersihkan diri para leluhur.

    Pårå kadang ingkang dahat kinurmatan yang Insya Alllah dimuliakan olehNya. .

    Jadi jika kita ingin amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah maka hindarilah tiga hal yang di atas tadi. Karena selama tiga persoalan di atas belum diselesaikan maka amal ibadah kita selama bulan Ramadhan masih ditangguhkan Allah sampai kita menyelesaikannya. Dengan demikian, diharapkan pada saat memasuki Ramadhan, manusia sudah bersih dari segala dosa.

    Nabi SAW bersabda, “Perlihatkanlah olehmu kebaikan kepada Allah di bulan ini, karena orang yang celaka adalah orang yang pada hari itu terhalang dari rahmat Allah” (HR.Thabrani).
    Naudzubillah min dzalik.

    Bukankah Allah sendiri mengatakan bahwa dengan diperintahkannya kita (Insya Allah tergolong oarng-orang yang beriman), diwajibkan menjalankan ibadah shaum, supaya kita menjadi orang-orang yang bertaqwa (Al Baqarah 183).

    Kalimat terakhir dari ayat 183 “La’allakum tattaqum”. Biasanya diterjemahkan menjadi “agar kamu bertaqwa”.

    Allah hendak mengatakan kepada sekalian orang-orang yang beriman yang diwajibkan berpuasa, pasti akan menjadi orang yang bertaqwa. Kalimat terakhir dari ayat 183 kata La’alla, berdasarkan tata bahasa Al Qur’an, bermakna hal yang sudah pasti akan terjadi. Dan Allah tidak pernah ingkar pada janjiNya.

    Silakan mumpung baru menjelang Ramadhan, kita masih diberi kesempatan yang banyak. Hati kita yang kotor, kita bersihkan, agar kita memperoleh ampunan dan maaf dari Allah, dan kita laksanakan ibadah puasa dengan hati bersih dan bening.

    Sebagai penutup izinkanlah saya Punakawan secara pribadi, dan sabrayat mohon maaf lahir batin, atas segala kesalahan kami kepada Saudara-saudaraku Pårå kadang padepokan pelangisingosari.
    Mari kita lebih eratkan tali silaturahim kita, agar kita tidak tergolong umat yang diaminkan Rasulullah, pada saat Malaikat Jibril berdoa sebagaimana hadits yang saya kutip di atas.
    Semoga amal ibadah puasa Ramadhan, dan ibadah-ibadah lainnya Saudara-saudaraku seiman
    pårå kadang padepokan pelangisingosari, diterima Allah SWT, dan pada ujungnya dapat meraih derajad taqwa. Aamin.

    Berikut saya kutipkan puisi kecil tentang Ramadhan.

    Masih terngiang lamat-lamat takbir dikumandangkan pada malam 1 Syawal tahun lalu pada detik-detik akhir Ramadhan yang penuh barokah, ketika bulan yang begitu dirindukan itu tanpa dapat dicegah, pergi meninggalkan kita.
    Terasa sekali jiwa ketaqwaan yang masih sangat rapuh, saat Ramadhan pergi.
    Sadar ternyata banyak sekali kesempatan terlewatkan tanpa pencerahan.
    Sadar masih terlalu sedikit amal kebajikan yang sempat kita tunaikan.
    Sadar bahwa selama Ramadhan tahun lalu itu, kita belum banyak berbuat kemaslahatan.
    Ada keinginan dan kerinduan agar Ramadhan tetap menjadi hari-hari yang panjang, sebelum Sang Pemilik bulan barokah itu memanggil kita.
    Kini Ramadhan itu datang kembali. Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan olehNya memandang hilal Ramadhan tahun ini menghiasi langit.
    Kita masih diberi waktu, tak lain hanyalah saat yang sangat singkat dan sesudah itu usai. …………
    Dan ketika rembulan di penghujung akhir Sya’ban telah ditetapkan pada manzilanya, dan di rembang petang itu kembali seperti tandan kurma yang tua.
    Pertanda esok hari terpanggilah jiwa-jiwa yang tenang, teduh dan damai untuk kembali berpuasa.
    Telah dibukakan pintu surga baginya, mereka pun berdiri dan tak seorang pun dari selain mereka yang boleh masuk ke dalamnya.
    MARHABAN YA RAMADHAN
    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1431H.
    Barakallahu. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
    Pamuji Rahayu. Mogi Santi Nusantara Indonesia

    Nuwun

    Punakawan

  13. Nyuwun pangapunten

    MARHABAN YA RAMADHAN
    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1433H.

    • selamat Ramadhan
      mohon maaf lahir batin
      semoga ibadah kita diterimaNya

      • Aamiin.

        • Amin…..Amin,

          • Amin…..Amin…..Amin

          • Amin.

  14. senjatane Iswari…..arumanis !😀

    • sugeng dalu
      nunggu dongenge Ki Puna II

      • sahur….sahuuurrrr,

        • Yaa Allah! Jadikanlah puasa kami sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malam kami sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah kami dan tidunya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosa-dosa kami … Wahai Tuhan Penguasa Alam.
          Dan ampunilah kami, Wahai Pengampun para pendosa.

          • Aamiin………………..

          • amiiin

  15. Yaa Allah! Dekatkanlah kami kepada keridhaanMu dan jauhkanlah kami dari kemurkaan serta azabMu. Berilah kami kemampuan untuk membaca dan memahami ayat-ayatMu dengan rahmatMu, Wahai Dzat Maha Pengasih dari semua Pengasih.

    Wilujêng anindakakên shaum Ramadhan 1433H Dinten kaping-2

    • sugeng enjing
      sami sami Ki


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: