SST-31


KEDUANYA kemudian telah berjongkok disamping tubuh prajurit yang terbunuh itu. Bahkan kemudian mereka mengenali siapa yang mati itu.

“Pinta. Bukankah ini Pinta?” berteriak yang seorang.

 “Ya. Pinta. Baru setengah bulan ia datang dari Demak dan bertugas pada jajaran keprajuritan Pajang,” sahut yang lain.

“Tadi pagi kami masih bergurau bersama,” desis yang lain.

Kawannya tidak menjawab. Wajahnya menjadi merah seperti darah. Kemarahannya tidak lagi tertahankan melihat seorang kawannya mati terbunuh dengan luka didadanya menembus jantung.

Keduanya kemudian berdiri tegak memandang kelima orang yang ada di pategalan itu. Dengan geram ia bertanya, “Siapa yang telah membunuhnya?”

…. dst .

Monggo…monggo…. SST-31 sudah bisa dinikmati

satpampelangi

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 28 Oktober 2012 at 00:01  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/sst-31/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Sugeng dalu Pak Satpam,
    Sugeng dalu Ki Punakawan,
    Sugeng dalu ki Gembleh,
    Sugeng dalu Ki Bancak,
    Sugeng dalu poro kadang sedoyo…. !!!

  2. Sugeng dalu sedayanipun .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: