SUNdSS-07

sebelum>>| awal>>| lanjut>>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 20 April 2010 at 00:04  Comments (96)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/sundss-07/trackback/

RSS feed for comments on this post.

96 KomentarTinggalkan komentar

  1. Kok isih podo durung tangi tha?
    Ya wis tak muter padepokan maneh ….

    • Mumpung Pak Satpam nembe sare … aku arep mBedhok SUNdiSS-07 …. ketok-e wis kemampo …
      Hiks ….

      • Nomer loro !!

    • Hadir nomor loro,
      sakburine Ki Rangga,

      Sugeng enjang Ki Senopati,
      Sugeng wayah sepi uwong Ki Arema,
      Selamat pagi Ki Widura……….

      Sugeng dalu Ki Is.
      Monggo dipun sekecaaken, kulo pamit rumiyin, sampun ngantuk.

      • Hdir nomer TELU,
        sak wingkinge ki Rangga & Panembahan.

        • Matur nuwun ki Ismoyo,
          TT-05 sampun di-unduh.
          Monggo, poro sederek diambil satu-satu yg tertib.

  2. Hadir juga setelah Ki Ismoyo.
    Sugeng enjang Ki Ismoyo, Ki Arema, Ki Widura.

  3. Sugeng enjang para sederek..
    Sugeng nindakaken pakaryan..

  4. sugeng enjang, hadir seelah Ki Ismoyo, Ki Arema, Ki Widura, Ki Honggopati

  5. sugeng enjang

    Absen sebeum ngledik pados artha.

    Suwun

    • @ Ki Raga Tunggal:

      Ki, sing kelangan artha sinten ??
      Kok dipun padosi ????

      Hikssss…

      Sugeng enjang, sugeng tindak makaryo

  6. hadir nomer PAPAT
    piket dhisik, nyapu gandhok…ben ndang kawedar

  7. nomer SIDJI….hadir ki SENO

    • Selamat pagi Ki Arema dan para Sesepuh / Bebahu Padepokan serta para Kadang semua, semoga dalam keadaan sehat selalu. Saya hadir ditengah cerahnya cuaca pagi hari, mampir dipadepokan barangkali ada yang bisa dibawa pulang. Salaam

      • Silahkan dicicipi buntelannya ki Ismoyo, ki.
        Mumpung masih anget.

        • matur nuwun,….terima kasih
          antri ngunduh buntelan anget

          • Buntelan anget…….njerone nopo njihh…ojo2…

          • pecel BLITAR ki…pedes

          • Pecel ?…pecel koq anget…ojo2..

  8. sugeng enjang, namung mampir sekedhap badhe dateng tegal rumiyin

  9. Matur Suwun Ki Seno
    MAtur Suwun Ki Ismoyo …..
    Langsung panen …..

  10. Ki Widura koq nyolowadi.
    Panen nopo Ki

  11. paugeran wedar 1 kitab / 2 hari khan kanggo PdLS…

    lah SUNdiSS khan durung ono paugeran…berarti ono celah hukum sing iso dimanfaatkan ki Senopati nggo medar kitab…

    • Geng enjinh ki Arema, Ki Pls Sunss 07 dereng dipun wedhar toh??

      • Biar adil ki Seno,
        titip SUN-07 di gandok sebelah aja.
        Biasanya kalau kita sambangi temen dgn membawa buntelan di dlm piring, pulangnya piring kita juga diisi buntelan lagi.
        Hikks

      • geng enjing semu siyang ki…

        ki Djojo kaghungan YM/GT ?

        • @Ki Pls, Ym kulo sami sareng id nipun yahoo.com.

          • matur suwun…

            adjie pamelinge lsg sinkron..

            hiksss….ngindik mentrik2e ki Djojosm

  12. lapor ki….!!!!
    kesiangan

  13. Hmmm😉

  14. Nuwun,
    cantrik bayuaji sowan malih
    .

    Melanjutkan:

    DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI [dongeng kaping-20] di commentSUNdSS rontal ke-05.

    Pemerian tafsir “kebenaran” kesejarahan, lanjutan dongeng:

    WAMCA RAJASA SANG GIRINDRANATHA DAN TAFSIR SEJARAHNYA

    Pada dongeng sebelumnya telah dijelaskan secara rinci apa dan siapa wangsa Rajasa itu. Berikut ini beberapa informasi tambahan tentang hal itu.

    Berita Pararaton mengenai suksesi kekuasaan dari tangan Anusapati ke tangan Tohjaya berlainan sama sekali dengan keterangan yang didapat dari Prasasti Mula Malurung.

    Berdasarkan prasasti Mula Malurung, Apanji Tohjaya tidak menggantikan Anusapati. tetapi menggantikan adiknya yang bernama Nararyya Gung Ing Bhaya (Gungingbhaya).

    Tohjaya dan Nararyya Gung Ing Bhaya dalam Prasasti Mula Malurung disebut sebagai paman Nararyya Semi Ning Rat (Seminingrat atau Bhatara Wisnuwardhana).

    Anak tertua Ken Arok dan Ken Dedes adalah Mahisa Wong Ateleng (Mahisa Wonga Teleng). Berdasarkan garis keturunannya maka seharusnya Mahisa Wong Atelenglah yang menggantikan Ken Arok. Tetapi tidak ada sumber sejarah yang diketahui menyebutkan bahwa Mahisa Wong Ateleng menjadi raja di Tumapel.

    Dari Prasasti Mula Malurung kita hanya mengetahui adanya tokoh bernama Bhatara Parameswara yang sepeninggalnya digantikan oleh Nararyya Gung Ing Bhaya. Nama Anusapati tidak kita dapatkan pada Prasasti Mula Malurung yang sudah ditemukan, tetapi pada salah satu lempengan Prasasti Mula Malurung yang ditemukan belakangan kita jumpai seorang tokoh yang disebut sebagai båpå Nararyya Semi Ning Rat.

    Dari Nagarakretagama dan Pararaton diketahui bahwa ayah kandung Nararyya Semi Ning Rat (Wisnuwardhana) adalah Anusapati, dengan demikian tokoh båpå dalam Prasasti Mula Malurung tentulah Bhatara Anusanåthå (Anusapati).

    (Catatan: Prasasti Mula Malurung diperkirakan terdiri atas sepuluh lempengan, namun lempengan kedua, keempat, dan keenam tidak ditemukan. Boleh jadi nama Anusapati tertulis pada lempengan yang belum ditemukan itu).

    Berdasarkan Prasasti Mula Malurung, Kerajaan Tumapel yang waktu itu meliputi juga bekas wilayah kerajaan Kadiri yang direbut oleh Ken Arok dari Prabu Dandhang Gendhis (Sri Kertajaya), di tahun 1222M, terdiri dari beberapa kerajaan kecil (diperintah oleh raja vasal, yuwaraja, setingkat pangeran atau adipati).

    Dengan gugurnya Kertajaya, kerajaan-kerajaan kecil tadi dikuasai dan diperintah oleh keturunan Ken Arok dari garis Anusapati dan Semi Ning Rat. Agaknya sepeninggal Ken Arok, sebagian Tumapel diperintah oleh anak-anaknya, dan sebagian lagi oleh Anusapati.
    (Prasasti Mula Malurung (1) Lempengan VIIA dan B)

    1. Nararyya Kirana putera sang prabu Semi Ning Rat sendiri dirajakan di Lamajang [Lumajang (?)]; (2)
    2. Nararyya Murddhaja dirajakan di Daha;
    3. Nararyya Turukbali (3), puteri sang prabu, permaisuri Jayakatwang, dirajakan di Glang Glang daerah Wurawan. Sri Jayakatwang adalah keponakan sang prabu Semi Ning Rat;
    4. Sri Ratnaraja, adik sepupu sang prabu dirajakan di Morono;
    5. Sri Narajaya adik sepupu sang prabu dirajakan di Hring;
    6. Sri Sabhajaya, sepupu sang prabu dirajakan di Lwa.
    7. seorang lagi yang namanya tidak disebut menjadi raja di Madhura.

    Cacatan:

    (1). Prasasti Mula Malurung

    I. Lempengan pertama berisi perintah Kertanagara untuk menerbitkan prasasti sebagai piagam pengesahan anugerah Bhatara Parameswara dan Semi Ning Rat penguasa Jawa.
    II. Lepengan kedua belum ditemukan
    III. Lempengan ketiga berisi pengabdian Pranaraja terhadap raja-raja sebelumnya. Kertanagara disebut sebagai putra Semi Ning Rat dan Waning Hyun. Waning Hyun adalah putri Parameswara. Pengganti Parameswara adalah Gung Ing Bhaya lalu Tohjaya. Sepeninggal Tohjaya, Semi Ning Rat menyatukan kembali kerajaan Tumapel.
    IV. Lempengan keempat belum ditemukan.
    V. Lempengan kelima berisi kesetiaan Pranaraja terhadap Semi Ning Rat. Juga berisi puji-pujian untuk Semi Ning Rat.
    VI. Lempengan keenam belum ditemukan.
    VII. Lempengan ketujuh berisi lanjutan nama-nama raja bawahan yang diangkat Semi Ning Rat, antara lain Kertanagara di Kadiri dan Jayakatwang di Gelang-Gelang.
    VIII. Lempengan kedelapan berisi ungkapan terima kasih para abdi yang dipimpin Ramapati atas anugerah raja.
    IX. Lempengan kesembilan berisi anugerah untuk Pranaraja adalah desa Mula dan Malurung. Disebutkan pula Semi Ning Rat adalah cucu Bhatara Siwa pendiri kerajaan.
    X. Lempengan kesepuluh berisi perintah Semi Ning Rat melalui Ramapati supaya Kertanagara mengesahkan anugerah tersebut untuk Pranaraja.

    (2). Lamajang atau Lumajang.

    Nama Lumajang diduga berasal dari kata “Lamajang” yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa prasasti dan naskah-naskah seperti: Prasasti Mula Malurung, Naskah Negara Kertagama, Kitab Pararaton, Kidung Harsa Wijaya, Kitab Pujangga Manik, Serat Babat Tanah Jawi dan Serat Kanda.

    Prasasti Mula Manurung dinyatakan sebagai prasasti tertua dan pernah menyebut-nyebut “Negara Lamajang” maka dianggap sebagai titik tolak pertimbangan hari jadi Lumajang.

    Prasasti Mula Manurung ini ditemukan pada tahun 1975 di Kediri. Prasasti ini ditemukan berangka tahun 1177Ç/1255 M, mempunyai 12 lempengan tembaga. Pada lempengan VII halaman A baris 1 – 3 prasasti Mula Manurung menyebutkan:

    Beliau Nararyya Sminingrat (Wisnuwardhana) ditetapkan menjadi juru di Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di Negara Lamajang tahun 1177 Saka.

    Pada Prasasti tersebut setelah diadakan penelitian/penghitungan kalender kuno maka ditemukan dalam tahun Jawa pada tanggal 14 Dulkaidah 1165Ç atau tanggal 15 Desember 1255M.

    Mengingat keberadaan Negara Lamajang sudah cukup meyakinkan bahwa 1255M itu Lamajang sudah merupakan sebuah negara berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255M sebagai hari jadi Lumajang.

    (3). Turukbali dan Jayakatwang.

    Dari ketujuh tokoh keturunan Ken Arok tersebut di atas, yang agak lengkap sumber sejarahnya adalah Turukbali. Dia adalah anak Nararyya Semi Ning Rat, dengan demikian dia adalah cucu Anusapati, yang menikah dengan Jayakatwang yang keturunan terakhir Raja Dandhang Gendhis.

    Jayakatwang, atau Jayakatong, atau Aji Katong, atau Jayakatyeng. Dalam berita Cina ia disebut Ha Ji Ka Tang menjadi raja di Glang Glang (Gelang Gelang).
    Semula Gelang Gelang disebut nama lain dari Kadiri. Namun gagasan tersebut digugurkan oleh naskah prasasti Mula Malurung. Dalam prasasti itu dinyatakan dengan tegas kalau Gelang-Gelang dan Kadiri adalah dua wilayah yang berbeda.

    Jayakatwang adalah raja bawahan di Kadiri yang memberontak terhadap Kertanagara di Singosari.
    Naskah prasasti Kudadu dan prasasti Penanggungan menyebut Jayakatwang pada saat memberontak masih menjabat sebagai Yuwaraja [adipati, raja muda (?)] di Gelang Gelang. Setelah Singosari runtuh, baru kemudian ia menjadi raja di Kadiri. Ia kemudian membangun kembali Kerajaan Kadiri, namun hanya bertahan sampai tahun 1293M.

    Jayakatwang juga anak kemenakan Semi Ning Rat, karena ayah Jayakatwang yaitu Sastrajaya menikah dengan saudara perempuan Wisnuwardhana. Sastrajaya adalah anak Jayashaba, dengan demikian dia adalah cucu Prabu Dandhang Gendhis.

    Dari prasasti Kudadu diketahui Jayakatwang memiliki putra bernama Ardharaja, yang menjadi menantu Kertanagara. Jadi, hubungan antara Jayakatwang dengan Kertanagara adalah sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan.

    Berdasarkan Prasasti Mula Malurung, sepeninggal Nararya Gung Ing Bhaya maka Nararyya Tohjaya menggantikannya sebagai raja Kadiri.

    [sekali lagi, jika informasi dari Prasasti Mula Malurung ini benar, maka Tohjaya tidak pernah menjadi raja di Singosari, sehingga tidak pernah ada peristiwa pembunuhan Anusapati oleh Tohjaya, sebagaimana dikabarkan oleh Pararaton).

    Ki Sanak dan pårå kadang,

    Rontal SUNdSS baru sampai pada episode: “Dendang tawa ringkik iblis betina yang seolah-olah mendapatkan korban sesajian beberapa sosok mayat baru” Ken Umang. Yang kini adalah Ibunda Maharaja Singosari. “Kabinet Tohjaya” pun disusun, sedangkan orang-orang yang setia pada Anusapati harus disingkirkan.

    Demikianlah, pemaparan wamca Rajasa Sang Girindtanatha dan Tafsir Sejarahnya saya cukupkan hingga di sini. dan nyuwun sewu kalau Dongeng Arkeologi & Antropologi sudah melangkah terlalu jauh.

    [kaserat ing dintên sapuniki, Anggårå Pon – 20 April 2010M; 06 Jumadil Awal 1943Ç – Dal; 06 Jumadil Ula 1431H]:

    Nuwun.

    cantrik bayuaji

    • antri nomer SIDJI
      moco ngarep dhewe

      matur nuwun ki Bayuaji

      • antri nomer LORO
        moco ning mburine ki tmg.

        matur nuwun ki Bayuaji

        • matur nuwun dongengipun Ki Bayuaji..
          menambah wawasan…
          hadir di sore hari ki Seno…
          ditunggu wedharan rontalnya…
          tapi mbok ojo jam 00.01 thit…
          lebih awal kan lebih baik.. hiksss…

          • pokoke nek sing ngogrok mentrik, dijamin nggregel manahe ki Senopati..

            tapi sek..sek…iki ki Wie opo Nyi Wie….hiksss

          • Kadhos pundhi nek Ki/Nyi Wie..kemawon Ki Pls..aman !

          • panen “gede2-an” ki PA,

            maksude panen jagunge

          • hikss… Ki PA dan Ki Atrakdj bisa aja…

          • he..he..
            ngaten meniko ki Tmg.

            mritili jagung siji mboko siji..

            terus dikilokno…sisane dimaem dewe..

            sego jagung sambel korek gereh..tambah kluban + krupuk acer…wuih..pengin mbalek ndeso tenan

          • nek mritile biji
            jagung,ra pareng
            mbanyangke liyo-
            liyane ki…!!!

            hem…heeeem

          • lah…niku jurus andalane

            kersane mboten keju jempole,..mritiline kedah ngangge daya imajinasi tinggi..

            dijamin dech…

          • lha niki ki PA aseli
            ra tiruan….aaamsli

            hiks, mblayuuu sek

          • Hiks..Ki Tmg.,Ki PA…nek mipili jagung…bonggole kalih rambute diklumpuke njihh…mangke ndak di gawe dolanan lare2….

    • Sangat menarik membandingkan Prasasti Mula Malurung dan Pararaton.

      Prasasti Mula Malurung :
      Lempengan ketiga berisi pengabdian Pranaraja terhadap raja-raja sebelumnya.
      Lempengan kelima berisi kesetiaan Pranaraja terhadap Semi Ning Rat. Juga berisi puji-pujian untuk Semi Ning Rat.
      Kesimpulan : Pranaraja sangat setia kepada Semi Ning Rat (Ranggawuni)

      Pararaton :
      Pada waktu Apanji Tohjaya duduk diatas tahta, disaksikan oleh orang banyak, dihadap oleh menteri menteri, semua terutama Pranaraja, Ranggawuni beserta Kebo Campaka juga menghadap.
      Kata Apanji Tohjaya: “Wahai, menteri menteri semua, terutama Pranaraja, lihatlah kemenakanku ini, luar biasa bagus dan tampan badannya. Bagaimana rupa musuhku diluar Tumapel ini, kalau dibandingkan dengan orang dua itu, bagaimanakah mereka, wahai Pranaraja.”
      Pranaraja menjawab sambil menyembah: “Betul tuanku, seperti titah tuanku itu, bagus rupanya dan sama sama berani mereka berdua, hanya saja tuanku, mereka dapat diumpamakan sebagai bisul di pusat perut tak urung akan menyebabkan mati akhirnya.”
      Kesimpulan : Pranaraja adalah musuh Semi Ning Rat (Ranggawuni) dan setia kepada Tohjaya.

      Terimakasih dongengnya Ki Bayu, pengetahuan saya tentang sejarah benar-benar bertambah. Yang benar tentu saja prasasti Mula Malurung. Kulo tenggo dongeng saklajengipun. Sugeng dalu.

  15. melu nunggu karo ngguyu

  16. Selamat sore para sedherek.

    Sore yang cukup dingin di bekasi selatan, yang tengah diguyur hujan yang cukupan derasnya.

    Sambil menunggu wayah Tiiittt…. sowan dulu ngadep Ki Seno.

  17. Sugeng dalu Ki Seno,
    Sugeng dalu para kadang sedaya.

    • Sugeng dalu ugi Ki Gembleh… Sugeng dalu para sederek..

      Hhmm… penasaran, kira2 wedharan kitab nunggu Tiittt… ato sebelumnya yah?

  18. tit-ipun sepindhah kemawon nggih ki sanak, …
    yen dipun ambali dados saru, ….

  19. Hadir 27 mnt lewat Tiitt…

  20. mestine 24 jm 27 mnt lewat tiitt ki…
    langsung angsal rontal, ket siang lan sonten dereng wonten

  21. Rontal-e sampun mateng Kisanak ….
    Monggo diunduh ….

    Matur Suwun Ki Seno ….. Sambil rondha menikmati ron***

  22. Matur nuwun…ronda sambil nonton bola & menikmati ront***

  23. Sugeng enjang,
    Matur nuwun Ki Seno.
    bade kangge sarapan.

  24. SELAMAT PAGI,
    SAUDARAKU PARA CANTRIK/MENTRIK.

    • Mentrik khususnya …??
      Hiks..

  25. matur nuwun

  26. TT-05 DAN SUNdiSS-07 berakhir dengan menimbulkan penasaran ……………
    Mau ngogrok-ogrok Ki Seno …. nJih sungkan …. dan nggak bakal bisa nembus ilmu Ngeles Sekilan atau Mundur Sedino
    Ya .. sekali-kali ya menahan diri …..

  27. pagi…
    matur nuwun Ki Seno..sudah ngundhuh…
    selamat hari kartini

  28. Hadir pagi,selamat pagi sedoyo, maaf baru sempat hari ini berkunjung di padepokan tercinta, sahabat/sahabit sedoyo.
    Makasih, ternyata masih ada cemilan…uthuk-uthuk dalamnya pake kacang ijo……lumayan buat ganjel perut.
    Makasih…makasih…jangan repot-repot, yang ada aje dikeluarin………

  29. Selamat pagi,
    Selamat hari KARTINI.

    Matur nuwun ki Arema.
    Salam,

  30. mentrik2e podho kesaren kabeh…

    lah wis podho pirso yen saiki iki memperingati dino emanisipasi wanito….koq yo podho kendel wae ra nyuwun bonus…blaik Panjenenganipun sajak duko

  31. Ki PA, mentrik mboten nyuwun bonus soale lagi ribet kudu kebaya-an en sanggulan je. kulo mawon kedah kerja diworkshop pake kebaya, untung dikasih dispensasi gak perlu pake kain cukup celana panjang he he he

    • ndrawasi tenan nek kudu ke-baya…ati2 okeh baya darat….hikss

  32. copy dari hal.2 :
    Sayang seribu sayang, Ki Arema tidak dapat menyiapkan bonus untuk HARI KARTINI ini.
    Bukan tidak menghargai, tetapi kesempatan
    yang tidak memungkinkan…..(AREMA said)

    “habis gelap-terbitlah terang…eman-eman
    dilewatkan”
    “habis hujan-terbitlah pelangi…eman-eman
    nunggu setahun lagi”

    SundSs-07…..matur nuwun ki SENO
    selamat hari KARTINI mentrik2 Pdls

    • Yen digoleki … saben dino ya ana hari-2 besar, hari ultah, hari-2 lainnya ….
      Yen saben hari khusus nJaluk rapelan ….
      Sing dijaluki … ya isa senep ….

      Ki Sena maring …. gawe …. reading proof …
      Yen basaku ora ketinggalan ya gelem wae ….

      • wuuuuuuuuuuuuu…………….sawat SUNdiSS-08 sisan

        • ..Ops !….kulo tangkep Ki…

          • Selamat Pagi Ki Arema dan para sesepuh n para bebahu serta para kadang, Selamat memperingati hari Kartini semoga dalam keadaan sehat. Terimakasih saya sudah ngunduh. Salaam

          • …Ops !….Ops !!

            mrucut…mrucut

          • ..kalem….kalem Ki….
            kedhah di pas-ke rumiyin….

  33. Ada sebuah hikayat, yang dibawa oleh yang empunya cerita. Dia bertanya: emansipasi wanitakah ini.

    {On 21 April 2010 at 07:17 pandanalas Said: …. emanisipasi wanito…….}
    hikss….hikssss..

    Seorang wanita buru-buru pulang ke rumah dan berteriak pada suaminya, “Kemasi barang-barangmu, Aku menang lotre!”

    Sang suami yang gembira bertanya, “Aku harus bawa baju untuk musim panas atau musim dingin?”

    Kata sang istri, “Bawa semuanya, kamu keluar dari rumah ini!. Ini semua jadi milikku”

    Hikss…..lelono jagad cuman senyum simpul saja. Hikss…hikss

  34. “PARIKAN yuuukkk” tiada maksud cantrik
    untuk mengganggu wedaran jadwal rontal,

    ki RANGGA copot klambi arep turu ning mburi
    udan gerimis banyu-ne mili ning kali…..!!
    paling enak wedar BONUS rontal sore2 hari
    ki SENO senyum tondo2 arep nanggapi….kali,

    ono tembung sing salah ra pareng diduko-nii

    • Parikane Ki Yudha Pram, diterusken begini:

      ki Rangga copot klambi arep turu ning mburi
      udan gerimis banyu-ne mili ning kali…..!!

      Lha Ki Seno senyum tondo-tondo marep nanggapi
      Ning, ya kuwi, Bonus rontal tetep wedar mengko bengi

      He he he he he he. Hikssssss

      • Hari Kartini, nama cantrik pogo kudu diganti ..
        Ni Karti Y
        Nyi Y-Permani,
        Ni Leloni,
        Nyi Widuri,
        Ni Pandanalis,
        Sopo maneh ya?

        • Nini towok !

  35. Selamat siang Ki Sanak semua,

    monggo sundss 07 dirahabi…..he he he

    • tidak biasa2-nya ki SENO sambang
      Padepokan GS siang hari…hiks-hiks

      pasti hari ini ada yang special,
      kakek bilang “ISTIMEWA”….??

  36. sore-sore ngingguk gendhak SundSs-08,

    “Maaf, tidak ada tulisan yang memenuhi
    kriteria Anda”

    hikss,

    • hikss…
      Tit…00.01

      • cantriek Pdls mengucapkan selamat hari KARTINI buat Nyi AREMA, ki SENO….!!!

  37. Hadil sole hali
    Selamet hali kaltini
    (aji kawah ari-ari Ki Leak)

  38. huahhh……….nguhantuhuk……..

  39. Nuwun

    cantrik bayuaji ngudåråså:

    “MEMAKNAI HARI KARTINI”

    Hari Kartini. Ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.

    Beberapa lama setelah beliau meninggal, pergerakan perempuan semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.

    Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia, dan berkebaya.

    Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan RA. Kartini itu sendiri ???.

    Suatu fenomena yang menarik. Di sebuah sekolah dasar di daerah Jakarta Selatan, dilakukan juga perayaan serupa. Hari ini, seluruh murid perempuan kelas 2, 3 dan 4 menggunakan baju kebaya daerah, dan berkebaya.

    Saya bertanya pada beberapa anak, “Wah, bagus-bagus ya bajunya…” “Ini dari Jawa ya?”, Sang anak pun menjawab “Iya, om…”

    Pertanyaan serupa saya ajukan kepada beberapa anak. Sampai kepada seorang anak, “Wah, ini bagus sekali, bajunya dari Aceh ya?”
    Dengan yakinnya, sang anak menjawab, “Lhoo, bukan! Ini dari Pasar Blok M!!! Enak aja!!!” Kejadian yang aneh dan lucu, tapi nyata. Baru saja terjadi. Tadi pagi.

    Tidak hanya itu. Hari ini saya pergi ke salah satu bank di wilayah Jakarta Pusat. Begitu masuk ke lobynya, suasana semarak “Kartini” begitu terasa. Semua karyawan wanitanya menggunakan “warna-warni Kartini”. Berkebaya !!!

    Jadi sebenarnya apa makna hari Kartini sebenarnya? Apakah baju kebaya?

    Kadang kita lupa akan makna dari hal-hal yang kita peringati. Padahal negara ini bisa lahir dan terus bertumbuh akibat momentum-momentum bersejarah.

    Kita pasti marah, setidaknya bersungut-sungut kalau ada yang mengatakan bahwa peringatan dan penghargaan kepada pahlawan ini, kita baru sampai pada ‘kulitnya‘ saja.

    Setidaknya, momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme kita ada dan bertumbuh, untuk menyegarkan semangat kita untuk membangun bangsa kita, dan, dan tidak menyerah dengan keadaan yang serba sulit seperti saat ini.

    Nuwun

    cantrik bayuaji

    • nek hari Kartono om..?

      • Nek niku kagungange Oom Pandanalas kemawon. Nggih

        • kulo sing mengandung Ni kemawon..hikss

          • Monggo dipun sensus kemawon Ki, sinten ingkang rumaos mengandung Ni.
            He he he he

  40. wow…keren abis, ternyata empu kita SHM kembali tengah merakit bom waktu, dimulai dengan sosok mata pranaraja…., terus terang gue kecewa dengan ledakan bom tempo hari, lewat tangan pengalasan dari batil. ach bisa dibilang kayak petasan bantet, mudah-mudahan diujung jilid ini ada ledakan dahsyat yang mengharu birukan sebagaimana di ADBM menanti tempuran AS dan SG.
    Akhirnya, gue sakaw………maunya nabrak gandhok anyer, tapi pak satpamnya galak amir, Maaf, tidak ada kriteria dalam tulisan anda (saran gue, ganti tuch tulisan menjadi :nyang lagi sakaw harap bersabar)

    • Ki Seno bilang, hikss………

    • @ Ki kompor
      He..he..hikssss. Nggak perlulah ade “kompor jeblug” kayak bom.
      Lagian si Tohjaya entu pasti koit, ditusuk ame tumbaknya para pengawalnye.
      Trus krisnye si empu ileng deh. Jadi kris dayanti (lho kok….?).
      Ach ngawur banget ceritanye.

      He he he.

  41. Sugeng dalu, selamat malam
    Cantrik dan Mentrik PDLS semua.
    MET Hari Kartini bagi Mentrik yang memperingati.
    Ikut apel malem takut besok nggak dikasih jatah sama Ki Seno.
    Lha wong gandoknya saja baru mau dibuka jam 00.00000 tit tit tuit tuit….

  42. HARUM namanya………
    selamat hari KARTINI, khusus buat para Srikandi yang berjuang di malam hari di pabrik2, di rumah sakit, dan tempat2 lainnya.

    Matur nuwun rontalipun Ki Seno.

    • panah sanderannya Kangmas Gembleh,
      Dosa kalo ngerjain adimas……..
      pegel tangan ini meraba

  43. Sugeng ndalu Ki Arema.
    Matur nuwun, rontalipun sampun kulo undhuh.

  44. he…he…he… ada hal yang masih perlu dipelajari oleh beberapa sanak kadang yang mungkin belum ikut nganglang di jaman adbm… beberapa kitab bila diunduh, akan menyebabkan sakaw sebelum terbitnya kitab lanjutannya…

    trims ki arema, ki ismoyo, ki sanak dan nyi sanak sekalian…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: