SUNdSS-32

sebelum >> | awal >> | lanjut >>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 13 Juni 2010 at 20:14  Comments (90)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/sundss-32/trackback/

RSS feed for comments on this post.

90 KomentarTinggalkan komentar

  1. hadir, dan siap merapel

    • Kulo nenggo rapelanipun ki, menawi mboten sayah lho.

  2. ok…keh

  3. Têmbang Shubuh

    Wayah turu kêpathi
    Ayo kåncå kabéh pådhå tangi
    Ngagungké asmané Gusti

    Ésuk uthuk uthuk
    Gunungé katon ngrênggunuk
    Gênduk-gêndhuk åjå pådhå ngantuk
    Tholé-tholé åjå pådhå tênguk-tênguk
    Kaé adzané wis nyêluk

    Sisih wétan bang nerawang
    Åjå pådhå ongkang-ongkang
    Pårå kadang mênyangå blumbang
    Nuli wudhu njur sêmbahyang

    Sugêng énjang pårå kadang

  4. Sugeng enjang Ki Arema, sampun kundur to Ki
    Siap nunggu rapelan.

  5. Sugeng enjang Ki Bayuaji.
    Sugeng enjang kadang PDLS

  6. Selamat pagi,
    Antri rapelan lontar.

  7. achhhhh….
    iki rapelan untuk sarapan opo makan siang…????

  8. selamat pagi.
    hadir antri sekaligus ingin melihat masalah teknis.

  9. Ya namanya juga tinggal menunggu, marilah kita bersabar.
    Saya yakin bahwa pengasuh padepokan ingin sekali memberikan pelayanan terbaik.
    Tetapi apa daya ada gangguan teknis.
    SEmoga gangguan segera teratasi.

  10. Alhamdulillah, atas do’a sanak kadang PdLS-SUNdSS saya telah tiba di Malang tadi pagi jam 03-10 dengan selamat.

    Mohon maaf, baru sempat sambang padepokan setelah istirahat sejenak dan berbenah.
    Di bangsal pustaka ternyata belum ada paket kiriman SUNdSS 31 dan 32, sehingga kita masih harus bersabar beberapa saat lagi.
    Rupanya masih ada kendala teknis, sehingga rontal belum bisa terkirim. Insyaallah, sore ini Ki Jogotirto sudah kembali ke Malang, mudah-mudahan masalah teknis sudah bisa teratasi.

    Nuwun
    Arema

  11. SABAR….
    apakah sebenarnya makhluk yang bernama sabar itu..?
    Apakah kalau ada orang yang dimaki, dicaci, dihina kemudian diam saja tidak balas memaki, mencaci dan menghina itu bisa dikatakan orang yang sabar..?
    Kalau hak kita dirampas, tanah kita digusur, harta kita dirampok…haruskah kita sabar…?
    Monggo para Cantrik paring pencerahan..

  12. sugeng enjang Ki Arema
    nderek muji sokur bilih Ki Arema tansah kaparingan kawilujengan..

    sugeng enjang para kadang PDLS
    mangga sami ngrantos rontal kanthi sabar, sinambi ngunjuk wedang sere anget-anget..

    kaaturan..mangga..

  13. Assalamu’alaikum, selamat pagi Cantrik & Mentrik semuanya… sing sabar menanti yo, kasihan Ki Arema tuch baru pulang n pasti masih capek banget…selamat datang kembali kepadepokan Ki…

    • Mbonceng ni NONA aaah….!!!

      Assalamu’alaikum, selamat pagi
      Cantrik & Mentrik semuanya… sing sabar
      menanti yo, kasihan Ki Arema tuch baru
      pulang n pasti masih capek banget…selamat
      datang kembali kepadepokan Ki…

      • Emang neh, sukanya mbonceng wae he he he

        • jarang2 BISA mbonceng ni NONA,

          he-he-heee…mumpung ki KARToJ
          lagi pesen MiE, tinggal ae-aee

  14. Jadi ingat jaman dulu. Kalau nonton TE VE ER I di kecamatan, kalau gambarnya jelek, penyiarnya bilang ” Maaf ada gangguan teknis.”

    Apa pun : Matur nuwun katur Ki Arema, Ki Ismoyo, Ki Jogotirto dan kadang semuanya.

    Sugeng enjang.

    • di Padepokan Pdls sering ketemu yang
      seperti ini ki,

      “Maaf, tidak ada tulisan yang memenuhi
      kriteria Anda”

      hiksss,
      Tanda GANDOK anyar “Belum ditemukan…”

  15. Onomatope..

    ngomong-ngomong, dalam mendengar dan menirukan suatu suara ternyata dipengaruhi oleh ragam bahasa (walah sok tahu…)yang kadang-kadang bagi sebagian orang menimbulkan keanehan dan kelucuan..

    contoh:
    suara ayam jago berkokok menurut pendengaran saya yang punya telinga jawa adalah “kukuruyuuuuuuuuk”

    eh ternyata menurut orang sunda berbunyi “kongkorongoooooooook”, tapi lumayan masih mirip

    lha di luaran sana malah berbunyi,”diu bediuuuu….”

    contoh lain

    di sini, kalau kita menirukan kilatan dan bunyi petir akan bilang,”lap-lap jedheerrrrrrrrrrr..!!”

    eh di cina tiruannya ,”lung-lung biyeleleeeeeeek…!”

  16. selamat pagi semuanya, ikut antri menunggu rapelan

  17. Nuwun
    Sisipan dongeng (dimuat di SUndSS-32):

    b>DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI © 2010. [dongeng kaping-26. Rontal SUNdSS 31]

    Bhatara Wisnu menumpas pemberontak Kalayawana” (Bagian Kedua). Episode “banjir lêndhut bêntèr

    Harusnya dongeng ini adalah dongeng sebelum bobo, dongeng anak-anak, tapi kalo malem pårå kadang sudah jarang “bobo”, meskipun tidak semuanya, lagi asyik nonton bola (yang tepat nonton orang-orang bermain bola), dan yang didongengi bukan anak-anak lagi, he he he he.

    Maka dongeng ini diwedar sekarang:

    TIMUN EMAS

    Pada jaman dahulu ada seorang yang dikenal dengan sebutan mBok Råndå, kerena dia memang seorang janda, tapi ada juga yang menyebutnya dengan panggilan mBok Sirni, dia menginginkan seorang anak agar dapat membantunya bekerja.

    Suatu hari mBok Sirni didatangi oleh raksasa yang ingin memberi seorang anak. Si Raksasa ini tahu aja>/i> kalau si mBok Sirni kepengin punya momongan. Tapi konon begitulah kata yang empunya cerita.

    Memang dasarnya si empunya cerita menghendaki demikian, maka disebutnya si buto ini adalah buto sekti, maka dijulukilah dia Buto Sekti. Raksasa ini kemudian memberinya biji mentimun kepada si mBok Sirni agar ditanam dan dirawat dan setelah dua minggu di antara buah ketimun (mentimun atawa ketimun, ya) yang ditanamnya nanti akan ada satu yang paling besar dan berkilau seperti emas. Agar dipetik dan dari dalamnya akan lahir seorang anak manusia (heubaat teunan ilmunya si Buto nih. Lha jenenge saja Buto Sekti).

    Namun nDoro Menggung simbah Buto meminta syarat apabila anak itu berusia dua tahun harus diserahkan ke Buto untuk disantap.

    Setelah dipikar-pikir akhirnya Mbok Sirni-pun setuju. Wah dengan gembira si Mbok Sirni ini akhirnya menanam biji-biji mentimun pemberian simbah buto. Lah wong tanah di daerahnya mBok Sirni subur banget, iyakan ?

    Akhirnya setelah ditanam dan dirawat, betul sekali….kehebatan ilmu bioteknologi simbah Buto Sekti ini …! Setelah dua minggu ada satu timun berwarna emas yang beusaaarrr banget!.

    Kemudian Mbok Sirni membelah buah itu dengan hati-hati. Ternyata isinya seorang bayi cantik yang diberi nama si Timun Emas.

    Timun Emas ini lahir sebagai gadis. Semakin hari Timun Emas tumbuh menjadi gadis kecil cantik jelita.
    Suatu hari datanglah raksasa untuk menagih janji si mBok Råndå. Tetu saja si mBok amat ketakutan kehilangan anak semata wayangnya si Timun Emas, dia mengulur-ulur janji agar raksasa datang dua tahun lagi.

    Terjadilah dialog antara simbah Buto dan si mBok Råndå :“nDoro Menggung mBah Buto, anakku ini masih cilik, baru dua tahun to (maksudnya buto),nanti saja kalau sudah dua tahun lagi kan sudah semakin gede, makin enak rasanya karena semakin dewasa, semakin gurih kang Buto dan enak untuk disantap”, Kata si mBok Sirni.
    Hue hehehehe … bener juga katamu mbok Sirni .. aku tunggu !”, dan Buto Sekti pun setuju dan kemudian dia pergi lagi.

    Batin mBok Sirni ”Dasar Buto gendheng nan rakus diiming-iming yang enak-enak pasti mau kan”.

    Mbok Sirni-pun semakin senang pada Timun Emas. Diapun sayang pada Timun Emas karena rajin membantu. Tetapi setiap kali ia teringat akan janjinya Mbok Sirni hatinya menjadi cemas dan sedih, lah wong anak satu-satunya. Kepriben.

    Suatu malam mBok Sirni bermimpi, wah ini bukan sekedar mimpi, tapi pituduh, wangsit, ini petunjuk agar anaknya selamat. Dalam mimpi dia diberitahu harus menemui petapa di Gunung Watu Gundul.

    Paginya si mBok ini langsung berangkat. Di Gunung Watu Gundul ia bertemu dengan seorang petapa yang memberinya empat buah bungkusan kecil, yaitu biji mentimun, jarum, garam, dan terasi sebagai penangkal kalau dikejar sama nDoro Menggung mBah Buto Sekti.

    Sesampainya dirumah diberikannya empat bungkusan tadi kepada Timun Emas, dan diberitahu kalau dikejar Buto Sekti aji-aji ini harus disebarkan.

    Setelah dua tahun ditunggu-tunggu si Buto Sekti datang lagi untuk menagih janji. Blaik ! mBok Råndå Sirni kaget bukan kepalang. Raksasa Buto Sekti tiba-tiba muncul. Masak si Timun Emas yang disayang-sayang akan diuntal dijadikan sarapannya si Buto Sekti?

    (Ada nggak ya padanan yang pas untuk kosa kata “untal atawa nguntal, yang radha-radha sopan gitu, tapi mana ada buto sopan).

    Sebelum simbah Buto datang, mBok Råndå Sirni, yang sudah tahu akan kedatangan si buto, menyuruh Si Timun Emas lari lewat pintu belakang. Raksasa Buto tahu, maka dikejarlah si Timun Emas.

    Setelah berlari jauh Timun Emas kecapaian. Si Timun Emaspun teringat akan bungkusannya, maka ditebarnya biji mentimun. sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Si Buto Jelek (namanya saya ganti, ngak enak rasanya kalo nyebut buto sekti, luwih sreg nyebut Buto Jelek); kesenengan memakannya tapi buah timun itu malah menambah tenaga Buto sekti eh Buto Jelek. … Lah wong mentimun ini menjadikan dia banyak gas diperutnya malah membuahkan lapangan gas yang baunya minta ampun……… Jelas menambah tenaga dan kekuatannya.

    Setelah si Buto Jelek puas memakan uang rakyat (eh mentimun); maka dia lalu kembali mengejar si Timun Emas. Timun Emaspun lari sipat kuping, sambil menaburkan jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam, menghalangi dari kejaran si Buto Jelek.

    Haiya kalau cuman pohon-ponon bambu kerdil begini”, kata si Buto Jelek. bagi buto sekti (lho kok sekti lagi), dia mudah sekali melewatinya.

    Dengan kemarahan yang amat sangat, dibabatnya rumpun bambu duri itu oleh si buto, meskipun di tubuhnya penuh luka tergores duri bambu, si Buto yang nggak sekti lagi, dia kesakitan, tapi dia terus mengejar dan mengejar dan mengejar……….

    Si Timun Emas-pun membuka bingkisan ketiga yg berisi garam dan ditaburkannya. Seketika hutanpun menjadi lautan luas. Dengan kesakitan dan sisa-sisa kesaktiannya raksasa Buto Jelek dapat melewati tumpahan air asin tadi. Batin si Buto, ”whalah wong cuman gas kick dan over pressure gini keciil ……

    Akhirnya Timun Emas menaburkan terasi … lah ini kan terasi Sidoarjo belinya aja di deket pabriknya, di toko sekitar Jalan Mojopahit Sidoarjo,

    (Lho kata yang empunya cerita terasi itu pemberian seorang pertapa di Gunung Watu, lha sekarang koq berubah jadi beli di Sidoarjo?). Biarin saja, wong maunya si empunya cerita begitu.

    Sudah barang tentu, lha wong namanya terasi, ya baunya amis banget gitu! Seketika si Buto Jelek dan sudah nggak sekti lagi ‘gebres-gebres
    (Bahasa Indonesianya apa ya…???)

    Si Buto Jelek nggrundel: ” … blaik ini bau amis banget, nggak karu-karuan.” Tapi Buto Jelek ini dasarnya emang buto gendheng, malah tertawa ngakak … “Hua hahahah ha ha, Mosok lawan Buto kok pakai terasi …!” Terus kakinya gedrug-gedrug sambil meloncat-loncat …. timbullah gempa! … tapi apa yang terjadi kemudian …. muncratlah lumpur dari tanah sekelilingnya …. ..terbentuklah danau lumpur yang mendidih, akhirnya si Buto Jelek Nan Tidak Sekti Lagi ini mati tenggelam.

    Si Timun Emas selamat, dan seperti biasanya sebagai dongeng sebelum bobo, pasti happy ending forever hidup bahagia bersama ibunya si mBok Råndå Sirni.

    Pertanyaan:

    Cantrik Bayuaji, esuk-esuk koq “mendongeng” Timun Emas, apa maksudde:

    Begini:

    Timun Emas adalah cerita rakyat yang jadi legenda. Setiap kelompok masyarakat di Indonesia sejak dulu memiliki legenda daerahnya masing-masing. Sebutlah “Sangkuriang dan Dayang Sumbi” di Jawa Barat.

    Kisahnya sangat lekat dengan fenomena alam Gunung Tangkuban Perahu dan Danau Bandung (dulu Bandung adalah danau).

    Rakyat pada zaman Jenggala dan Kediri pun punya fenomena alam gunung lumpur yang sekarang sedang bererupsi di Banjar Panji. Rakyat pada masa itu pasti melihat sebuah fenomena semacam yang terjadi di Banjar Panji sekarang.

    Mengapa?

    Karena, di sekitar Banjar Panji sekarang ditemukan beberapa gunung lumpur lama, sebagian masih keluar gas metan dan endapan garamnya sesekali. Dan, danau lumpur adalah sebuah kaldera gunung lumpur. Maka, nampaklah bahwa kisah Timun Emas dirajut masyarakat Jenggala dan Kediri setelah melihat kaldera dan gunung lumpur di sekitarnya.

    (Mohon simak kembali DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI © 2010. [dongeng kaping-26. Rontal SUNdSS 31]

    Bledug Kuwu, di selatan dukuh Kuwu, selatan Purwodadi juga punya asal-usulnya sendiri menurut cerita rakyat. Dikatakan, Bledug Kuwu adalah terowongan tempat seekor naga dari Laut Kidul keluar masuk. Mengapa Laut Selatan ? Karena, air lumpur di Bledug Kuwu asin, dan asap Bledug Kuwu adalah hembusan nafas sang Naga. Konon katanya begitu.

    Setiap legenda rakyat berharga untuk dicermati dalam hubungannya ke fenonema alam. Saat fenomena Danau Bandung diselidiki, para ahli geologi zaman Belanda saat itu pun meneliti legenda Sangkuriang.

    Kita nikmati saja suatu cerita rakyat sebagai dongeng rakyat yang mengasyikkan, meskipun disampaikan dengan cara gethok tular yang akhirnya sangat bervariasi…… sampailah pada generasi ke generasi.

    [Pertanyaan lain: Masih adakah orang-tua orang tua masa kini yang mempunyai momongan kecil antara umur dua sampai lima tahun, berkesempatan dan sudi mendongengkan kisah-kisah rakyat di tanah air kita, seperti dongeng Timun Emas ini, pada putra-putrinya???]

    Simpulan:

    1. Lêndhut bêntèr “Jeng” Lusi, alias Lumpur Sidoarjo adalah juga telaga lumpur dan diakhir cerita, si buto meninggal tenggelam dalam telaga lumpur.

    2. Nama mBok Råndå dalam “dongeng” di atas adalah mBok Råndå Sirni. Ada kemiripan dengan desa Siring, salah satu desa yang terkena lêndhut bêntèr “Jeng” Lusi [ini namanya gothak-gathik gathuk]

    3. Digothak-gathik gathuk lagi, mBok Råndå datang ke pertapa di Gunung Watu Gundul dapat biji mentimun, jarum, garam dan terasi. Apa yang dimaksud adalah Gawir Watukosek?

    [Cocokkan dengan uraian berikut: Gunung Penanggungan, adalah gunung paling dekat ke lokasi semburan lêndhut bêntèr . Gunung yang terletak di sebelah selatan Sungai Porong ini dan masih ke sebelah selatan dari Gawir Watukosek, sebuah gawir sesar hasil deformasi sesar Watukosek yang juga membelokkan Sungai Porong, melalui titik-titik semburan lumpur panas termasuk lêndhut bêntèr itu, juga melalui deretan gunung-gunung lumpur di sekitar Surabaya dan Bangkalan Madura.

    4. Kekasih hati Timun Emas (dalam legenda lain disebut sebagai Dewi Sekartaji), adalah Panji Asmara Bangun dan sumur pengeboran yang memuncratkan terasi… eh lumpur, namanya Banjar Panji-1; ada nyrempet-nyrempet panjinya. [ini namanya gothak-gathik gathuk juga, he he he]

    5. Dongeng Timun Emas ini ditemukan pada suatu kidung dari jaman kerajaan Jenggala, dan Kerajaan Jengala dengan ibukota kerajaan Kahuripan letaknya di dekat desa Tulangan, utara Kali Porong, di sebelah barat Tanggulangin, di dalam wilayah Kabupaten Sidoarjo sekarang, tidak jauh ke sebelah utara baratlaut dari lokasi semburan lumpur Sidoarjo sekarang.

    Pårå kadang padépokan

    Pada intinya, semua legenda dan dongeng pastilah ada sebab musabab terjadinya, yang sangat mungkin ada hubunganya dengan kenyataan sejarah disuatu tempat dimana cerita itu berkembang. Dan soal “kebenarannya” nggak usah dipersoalkan, lha namanya saja legenda atawadongeng sebelum bobo.

    Sumonggo

    Nuwun

    cantrik Bayuaji

    • Eyang Gembleh bilang :
      Empat Tahun Tlah Berlalu….kuTunggu
      MaMPET-mu,

      nuwun ki Bayuaji,
      gebres-gebrese saya pinjem DULU njih,
      kleru ding……meksud-e si TIMUN MAS

      • @ Ki Yudha Pram

        Sumonggo Ki.

        Ananging kedah ngatos-ngatos kalau mengajak pergi Si Timun Emas, awit miturut “khabar”nya, itu “BUTO” yang gedrug-gedrug bikin malapetaka ‘terasi muncrat‘ atawa lêndhut bêntèr, konon sekarang masih hidup. Jadi belum mati seperti dilegendakan di atas. Ya kudu ati-ati banget.
        He he he he he he he he

        • Ki Tmg. YuPram…sing ngati2 lho..kalih timun emas leh-e nggebres gebres……mangke trasi-ne muncrat……

        • ojo – ojo butane saiki malih dadi konglomerat yo. xixix…

        • butane malih konglomerat….!!

          rakyat-e tambah se-karat nafase
          megap-megap,…ra kuat semburan
          “terasi muncrat”.

          “lêndhut bêntèr”
          MAMPET-mu bikin rakyat Sueneng,

  18. kulo badhe pamit rumiyin sawetawis wekdal mboten saged absen. pada ngrampungaken tegalan wonten padukuhan kidul mriku. nyuwun pangestu kadang cantrik mentrik sedoyo, mugi mugi saged rampung sepasar kemawon.

    • Mbak Cika baru absen kog langsung pamit seh….?

      • mbak CIKA lagi menyelesaikan tugas
        CangKUlAn ni…..!!! perlu pemandu

        bisa hubungi ki KARtoJ dkk Ni,siap
        24 jam….he-he-heee.

        sukses dan lancar mbak…DOA kadang cantrik-mentrik Padepokan.

        • Hikss..kawannya Ki KartoJ niku temasuk Ki Tmg YP…..Sugeng Makaryan Ni Cika, Sukses dan lancar !

  19. ki JOGOTIRTO, sugeng rawuh ki…..!!!

    monggo2….RONTALe langsung diCantOLke
    kemawon ki,

    kebetulan kunci GEMBOK Bangsal Pusaka
    ke-bAWA sama ki SENO nganglang, belom
    sempat dikembalikan…..he-he-heee !!!

    HOreE,

    • Mbonceng Ki YuPram ach…
      ki JOGOTIRTO, sugeng rawuh ki…..!!!

      monggo2….RONTALe langsung diCantOLke
      kemawon ki,

      kebetulan kunci GEMBOK Bangsal Pusaka
      ke-bAWA sama ki SENO nganglang, belom
      sempat dikembalikan…..he-he-heee !!!

      Asyiik….euy,

      • ni NONA apa kuat……2 hari ini
        saya belom sempat MANDI loh…!!

        kakek-nenek bilang :
        Nyamuk-pun enggan hinggap diBADAN
        gak tahan….ha-hahaaa.

        • pake masker ditambah helm Ki…xixixi

          • betul-betul hihiii…!!!

            masker-nya dobel 2 njih,
            helm-nya pake yang kedap suara ni….he-he-heeee

          • Helmnya Ki Tmg. YuPram memang selalu siap,kedap……dan agak gelap….hikssss

          • ha-ha-haa,
            sugeng sonten ki KarToJ
            njenengan di-TUNGGU2 ni NONA je…!!

          • We lha wis gandhulan Ki Tmg. kan…..mulane irungku koq kedhutan…..hiksss mblayuu….!

          • Eh..lali..Sugeng Sonten Ugi Ki Tmg, Mie 55..eh Miss Nona, Kisanak sedoyo….

  20. akhir senin isih 5jam 18 menit, bar kuwi dino seloso

  21. Sugeng sonten para kadhang….

    Matur nuwun dongengipun Ki Bayu… Wah, kadosipun manawi dongeng antropologi panjenengan dipun kempalaken, saget dados buku pelajaran sejarah njih Ki…

    • Nuwun

      @ Ki sI_TolE
      @ Pårå kadang

      Matur nuwun kawigatosanipun Ki, kagêm Ki sI_TolE, kulå suwun mugi tansah manggihi karaharjan såhå kawilujêngan.

      DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI, sadêrmi kanggé ngraméaken carios Singosari anggitanipun Ki Bagawan SHM, supados padépokan “Tumapel Singosari” lan gandhok-gandhokipun mbotên sêpên.

      Dongeng Arkeologi & Antropologi kacuplik saking rontal-rontal kuno kados Kidung Pararaton, Pujasåtrå Nagarakretagama. Prasasti ingkang kawêdar satunggal zaman kaliyan zaman Jenggålå Kadiri, Tumapel, Singosari, lan Majapahit, kados Prasasti Mula Malurung, Sapi Kêrêp, Jêdung Kêmbang Sri, Wurandungan, lan sanés-sanésipun. Ugi Kitab Babad Tanah Jawi, Kidung Sundayana, Kidung Harsawijaya, Kidung Panji Wijayakrama, såhå relief-relief ingkang kapacak wontên candi-candi: candi Jago, candi Singosari, candi Kidal lan kathah sanésipun.

      Mbotên kesupén buku-buku sejarah: “Tafsir Sejarah Nagarakertagama (Slamet Mulyana); Sejarah Nasional Indonesia Jaman Kuno (Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto), lan “rontal-rontal” sanesipun.

      Inggih panyuwun pun cantrik Bayuaji, mugi pårå kadang mbotên bosên dipun dongèngi. Mugi cantrik Bayuaji tansah pinaringan kasarasan, sagêd nglantarakên dongèng arkeologi & antropologi punikå dumateng pårå kadang sutresnå. Sokur-sokur ngantos dumugi paripurnaning lelampahan dongèng.

      Awignam astu namassidêm

      Mugi linupútnå ing rêridhu.

      Nuwun

      cantrik Bayuaji

  22. Hadiiiiiir dir !!!!!
    Sugeng dalu para kadhang,
    Sugeng dalu Ki Seno tuwin Ki Jogotirto,

    setia tuhu ngrantos wedharing rontal 31 lan 32.
    nuwun.

    hikss….
    rontal 31 sampun kawedar Ki

    • Hiks…baru datang
      rontal 31 sampun diwedar…hiks
      kamsiaaaaaaaaaaaaaaaaa

    • di cantolin di mana ki…???

      • Halaman 2 Ki

        • sisih pundi nggih Ki Kentang? kulo ndereng kepanggih

          • Njenengan klik halaman 2, terus dipadosi …..Monggo…, SUNdSS-31 sudah bisa dinikmati…… klik malih pas SUNdSS-31

  23. 31 sampun di unduh matur nuwun ki…

  24. nuwun,
    lapur ki, sampun ngundhuh sundss-31.
    ndherek antri rapelan.

  25. kunanti yg ke 32 ki…

  26. Sugeng enjang Ki Seno.
    Sugeng enjang Ki Jogotirto.
    Monggo kitab 32 pun wedar.

  27. lali durung absen…

    matur suwun 31, matur nyuwun 32 ..

    *ra meh njawil sopo2, njawil ki Ajar Sengkaling wae…hikss * “patah arang mode on”

    • Assalamu’alaikum ? Selamat pagi semuanya……
      (Sekarang absen sambil mbonceng Ki PA RM ach, gantian kemarin dah mbonceng Ki YuPram, he he he)

      • waalaikum salam…

        sami sehat tho mbak nona…

        • Sehat Ki Pandan, makasih…
          Cuma lagi sibuk banget neh jadi sementara mau pamit dulu, makasih boncengannya aku duluan yo..

          • monggo ndereaken…
            ati2..banyak lubang di jalan..

            jaga kesehatan, jalin persatuan

          • he…he…he….
            memper slogane TVRI

  28. sugeng enjang …
    absen terus ngundhuh

    walah wiwit mbiyen kok mung ndunghah-ngundhuh tok
    ora bisa ngrewangi apa-apa, piye ta iki?

    ngapunten Ki Arema..

  29. Selamat siang Ki Arema dan para bebahu padepokan serta para kadang. Semoga selalu dalam Rakhmat Nya amiiin.

    Salaam.

  30. Ki Arema, sugeng siang Ki.
    Wonten pundi anggenipun nyantolaken 32 Ki?

  31. Tak bolan baleni soko nduwur teko ngisor tetep durung ketemu jan primpen tenan le ndelikake.

  32. Nuwun sewu Ki Nyuwun pencerahan.

    • Ada coper ada harapan ….

    • koper ki

      • asyiik nggandol koper buat mudik… matur nuwun ki Arema

        • kondure ndak pundi mba miss ?
          kulo gelem ngeterke…..

          • kundhure ndak pundi….. mbakmi ?

  33. Suwun ki, sampun ngunduh ……..

  34. matur nuwun ki Seno..
    hadir langsung ngundhuh..
    kopere eh salah covere memang woke…

  35. Matur nuwun Ki,
    Sampun ngunduh.sampun kepanggih, la wong neng regol koq yo ora weruh.

  36. berhubung rencana rapel 31-32 ra sido,…mengko bengi rapelan 33-34 nggo ngancani drogba vs ronaldo

    menawi setuju, monggo setor jempol….

    • Kulo namung setuja..setuju kemawon, ning mboten ngangge jempol Ki.

      • anggere mi55 Nona melu njempoli, kiaine mesthi ra mentholo

        • nderek setuju…..nylempitke jempol…

          • Setuju

  37. koper..koper…koper….eh kleru; kaver…kaver….kaver….eh kleru maning, tapi bacanya betul khan?

    sing bener lan pener cover

    click the right side of the mouse, then save link as “sundss-32” — all file — “sundss-32.djvu — then click the left side of the mouse — save —

    pener nggak sih ??

    Matur sewu kesuwun Ki Senopati Mahesa Arema

    • kawer..kawer..kawer..eh..cover..cover..cover !

  38. HADIR ki,
    pamit ngunduh rontal sekalian nitip
    komen mbuka gendhak ANYAR….!!!

    • sugeng sonten merambat malam…!!!

  39. matur nuwun ki kitabe sampun di unduh

  40. lho ki…..

    pake syarat dan ketentuan berlaku toch ki…?????

  41. terima kasih. sudah ngudhuh sundss-32.

    nyuwun pamit … mlayu sipat kuping nyang gandhok sisih….

  42. Kulo nuwun, sugeng enjang poro kadang. Inggih waleh waleh punopo kawulo namung bade ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpo upami dumateng ingkang minulyo Ki Arema, amargi dangu mboten sowan bareng sowan silo wonten paseban pikantuk hadiah rapelan 3 kitab sekaligus. Samangke nyuwun palilah bade nyuwun pamit mundur.

  43. terima kasih, ki arema, ki ismoyo, ki jogotirto, ki pak satpam dan para bebahu padepokan lainnya…

    salam untuk sanak kadang cantrik dan mentrik sekalian…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: