TTJG-05

<< kembali | lanjut >>

TTJG-05

Laman: 1 2 3 4

Telah Terbit on 28 September 2013 at 23:01  Comments (189)  

The URI to TrackBack this entry is: https://pelangisingosari.wordpress.com/ttjg-05/trackback/

RSS feed for comments on this post.

189 KomentarTinggalkan komentar

  1. suepine rek………….
    siap-siap nyembelih kambing rupanya dan buat bambu untuk tusuk sate, he he he ….

    • wah….
      sudah ganti halaman
      jadi methankring di atas, he he he …

    • met sore kadank sedoyo, sudah ada satu rontal akhir untuk si tole masuk gandhok anyer, hehehe

      Oh ya….lagi bersama sang permaisuri di kebon kelapa , bandung, kebetulan banget, penginapannya menyediakan hotspot, qiqiiqiqiqq

  2. Sementara itu di tempat yang jauh dari Bumi Majapahit, di sebuah rumah besar salah seorang pejabat penguasa Kediri di Kotaraja Kediri terlihat telah berkumpul beberapa perwira prajurit. Nampaknya mereka tengah merayakan sebuah keberhasilan dari sebuah tugas besar.

    “Para pemimpin Padepokan ternyata adalah orang-orang bodoh, sekaligus para memimpi besar”, berkata seorang yang berkumis tebal yang nampaknya terlalu banyak minum arak. “Mereka begitu mudah ditipu bahwa hampir semua pemimpin Padepokan di Jawadwipa pada bulan kedua akan datang beramai-ramai ke Bumi Majapahit untuk sebuah sayembara besar memperebutkan sebuah keris wahyu keraton, Keris Nagasasra”, berkata perwira berkumis tebal itu penuh kegembiraan.

    “Dan mereka begitu mudahnya percaya”, berkata seorang perwira bergelang bahar besar sambil tertawa panjang disambut dengan gelak tawa beberapa orang yang hadir.

    “Dan Raden Wijaya menjadi manusia paling bingung di dunia, dituntut untuk menyerahkan keris Nagasasra sebagai benda sayembara”, berkata Perwira berkumis tebal yang disambut gelak tawa semua yang hadir di tempat itu menjadikan suasana menjadi begitu riuh penuh diwarnai gelak tawa kegembiraan.

    Tapi mereka semua tidak tahu bahwa dirumah itu ada seorang pelayan tua yang telah mencoba mencuri dengar pembicaraan meraka.

    Ternyata pelayan tua itu adalah seorang petugas delik sandi kepercayaan Raden Wijaya yang sengaja ditanam di rumah itu.

    Maka ditengah-tengah tugasnya sebagai seorang pelayan, petugas sandi itu telah menyelinap keluar rumah besar itu untuk menemui pimpinannya disebuah rumah yang menjadi tempat pertemuan para petugas sandi di Kotaraja Kediri.

    Kepada pemimpinnya itu, petugas delik sandi yang menyamar sebagai pelayan itu menceritakan semua yang didengarnya.

    “Tuanku Raden Wijaya harus segera mengetahui berita ini agar dapat membuat sebuah tindakan yang tepat”, berkata pemimpin itu kepada petugas delik sandi yang langsung pamit diri untuk kembali kerumah pejabat kerajaan itu melaksanakan tugasnya kembali sebagai seorang pelayan.

    Demikianlah, ketika matahari terlihat masih bergeser sedikit dari puncaknya terlihat seorang penunggang kuda telah meninggalkan Kotaraja Kediri.

    Penunggang kuda itu ternyata adalah petugas delik sandi dari Bumi Majapahit, terlihat ketika sudah jauh keluar dari gerbang kota telah menghentakkan kakinya diperut kudanya agar berlari lebih kencang lagi.

    Dan kita tinggalkan dulu penunggang kuda petugas sandi yang tengah berlari dengan kudanya menuju Bumi Majapahit.
    Mari kita kembali ke Bumi Majapahit yang tengah mempersiapkan sebuah gerakan besar pada bulan purnama kedua saat itu. Mereka tidak mengetahui sama sekali bahwa jauh diluar Bumi Majapahit sudah santer tersebar sebuah berita gelap yang sangat menyesatkan, sebuah sayembara untuk memperebutkan keris wahyu keraton, Keris Nagasasra yang saat itu berada di tangan Raden Wijaya.

    Siapa pemicu berita menyesatkan itu kalau bukan seteru abadinya, Raja Jayakatwang.

  3. lagi nyiapin bahan pembuka cemilan di gandhok anyer, qiqiqiqiqq


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: